Gubernur Non Muslim di Kalimantan Terpilih Dua Periode, Sementara Ahok Sebelum Kasus Almaidah Sudah Ditolak

 


Beritaterheboh.com - Kan nggak boleh pilih gubernur kafir, ya. Kalau menteri, boleh nggak? Kenapa orang nggak demo menolak menteri kafir?

Kata mereka, kan bukan kami yang milih. Lha, kamu milih atau tidak, tidak mengurangi derajat kepemimpinan seorang menteri. Menteri itu lebih tinggi dari gubernur. Lucunya, menteri dalam negeri itu kan dalam porsi tertentu adalah atasan gubernur dan bupati. Kan aneh kalau menterinya boleh kafir, tapi bawahannya harus Muslim.

Terus, sebenarnya gubernur Non Muslim di wilayah mayoritas Muslim itu ada kok. 

Gubernur Kalimantan Barat dengan populasi muslim 59% adalah Cornelis, seorang Kristen, sudah menjabat 2 periode. 

Sebelum itu Teras Narang, agama Kristen menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah, populasi muslim 74%.

Mengapa tidak ada penolakan kencang seperti penolakan terhadap Ahok? Orang-orang kini bilang, mereka menolak Ahok karena menista agama. Oooooooiii, sejak 2014 Ahok sudah ditolak. Sebelum meletup kasus Pulau Seribu itu sudah berseliweran Al-Maidah 51 dipakai untuk menolak Ahok.

Kenapa Aa Gym cs tidak berfatwa saat pemilihan gubernur di Kalimantan tadi? Mungkin berfatwa sih, tapi tidak heboh. Atau, kan kalau ributin gubernur di Kalimantan nggak bikin rame.

Jadi, ini soal politik sih ya. Soal rame-rame.
 
 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gubernur Non Muslim di Kalimantan Terpilih Dua Periode, Sementara Ahok Sebelum Kasus Almaidah Sudah Ditolak"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.