Novel Bamukmin Anggap Habib Rizieq Pantas Jadi Imam Besar Dunia Karena Alasan Ini

 



Beritaterheboh.com - Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) DPD DKI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin menilai, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, tak hanya layak menjadi "Man of the Year 2016" tapi juga pantas dijadikan imam besar dunia.

Demikian Novel menanggapi gelar "Man of the Year" yang diberikan oleh komunitas Muslim Tionghoa Indonesia (Musti) pimpinan Jusuf Hamka dan Komunitas Tionghoa Antikorupsi (Komtak) pimpinan Lieus Sungkharisma kepada Habib Rizieq.

"Saya rasa sangat pantas. Ini adalah bentuk penghargaan yang tertinggi buat Habib Rizieq," kata Novel kepada Netralnews.com, Selasa (21/12/2016).

"Boleh dikatakan Habib Rizieq bukannya lagi pemimpin atau tokoh besar Indonesia, tapi sudah menjadi iman besar dunia," sambungnya.

Alasan Habib Novel menyebut Habib Rizieq layak menjadi imam besar dunia, karena sosoknya yang mampu menghadirkan berjuta-juta umat muslim dalam beberapa aksi Bela Islam, dan puncaknya adalah aksi Bela Islam III pada 2 Desember lalu, di mana jutaan umat muslim berkumpul di Monas untuk zikir dan doa bersama.

Aksi Bela Islam merupakan gerakan beberapa organisasi muslim yang menuntut penegakan hukum atas Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang diduga melakukan penistaan agama.

"Kita memang harus mengakui bahwa Habib Rizieq ini memang tokoh besar bangsa yang mampu menyatukan umat Islam dari berbagai macam aliran ataupun paham di seluruh Indonesia," ujar Novel.

"Mampu menyatukan 7 juta atau 8 juta orang dalam keadaan super damai. Di dunia ini belum tentu semuanya bisa karena umat Islam terbesar di Indonesia, salat Jumat terbesar di dunia juga di Indonesia," paparnya.

Bahkan Novel menyebut, sepanjang sejarah Indonesia, belum pernah ada salat Jumat dengan jumlah umat muslim mencapai 7 hingga 8 juta orang.

"Karena sejak berdirinya negara Indonesia belum pernah ada dalam sejarah kejadian sebesar itu, karena itu pemberian Man of the Year ini memang prestasi Habib Rizieq yang menorehkan sejarah sepanjang masa," tutupnya.(netralnews.com)

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Novel Bamukmin Anggap Habib Rizieq Pantas Jadi Imam Besar Dunia Karena Alasan Ini"

  1. *_Lumayan buat hiburan_*:

    Ngajak suloyo :


    https://seword.com/sosbud/jangan-pilih-pemimpin-kafir-jangan-pakai-produk-kafir/

    Kalau bos perusahaan anda kafir, lakukan demo untuk menuntut pergantian bos anda agar diganti orang yang seiman. Kalau tuntutan tidak dipenuhi juga, sebaiknya anda mengundurkan diri, cari kerja di tempat lain yang bosnya seiman.

    Kalau ketua RT atau RW anda kafir, lakukan demo untuk menuntut pergantian ketua RT atau RW anda agar diganti orang yang seiman. Kalau tuntutan tidak dipenuhi juga, sebaiknya anda pindah rumah. Cari tempat tinggal yang ketua RT dan RW nya seiman.

    Kalau ada toko atau pedagang yang kafir, jangan beli barang di tempat itu. Cari toko milik orang seiman. Jika sudah ketemu tokonya, jangan lupa pastikan barang yang anda beli itu bukan buatan kafir.

    Kalau anda mau naik busway, metromini, angkot atau ojek, tanya dulu apakah pengemudinya kafir atau bukan. Kalau kafir, batalkan naik angkutan itu, cari angkutan yang pengemudinya seiman. Pastikan juga jenis kendaraan yang anda naiki adalah bukan buatan kafir (emang ada ?)

    Kalau anda sudah beli tiket kereta api atau pesawat, begitu sampai ke stasiun atau bandara, pastikan dulu masinis atau pilotnya bukan kafir. Kalau kafir, batalkan keberangkatan anda. Kalau demo dulu sudah tidak mungkin, sebab waktunya mepet. Tapi kalau ternyata masinis atau pilotnya orang seiman, anda bisa langsung naik ke kereta api atau pesawat, tapi…, setelah anda memastikan dan benar-benar yakin bahwa kereta api atau pesawat yang anda tumpangi bukan buatan kafir.

    Kalau anda mau pergi ke pulau lain dan anda tidak bisa menemukan kapal yang bukan buatan kafir, tidak masalah. Anda bisa berenang untuk menuju ke pulau lain tersebut. Memang sih, agak capai sedikit, tapi yang penting kan sampai.

    Kalau anda mau beli rumah, pastikan developernya bukan milik orang kafir. Kalau anda sudah telanjur tinggal di rumah yang developernya orang kafir, tinggalkan saja rumah itu ! Cari developer orang yang seiman. Kalau tidak dapat juga, toh anda bisa beli tanah dan bangun rumah sendiri. Tapi pastikan bahan bangunan yang anda pakai bukan buatan kafir. Kalau tidak memperoleh bahan bangunan yang buatan orang seiman, toh anda bisa menebang bambu sendiri untuk membangun tempat tinggal anda. Atau alternatif lain, anda bisa tinggal di atas pohon untuk melindungi anda dari binatang buas.

    Kalau untuk urusan kendaraan pribadi, ini yang agak repot. Hampir semua produk mobil dan motor adalah buatan kafir. Bahkan sepedapun mungkin juga buatan kafir. Mungkin saja ada mobil, motor atau sepeda yang buatan orang seiman, tapi pastikan dulu apakah ada onderdilnya yang buatan kafir. Kalau tidak ketemu juga, anda bisa pakai delman, kuda, kerbau atau onta untuk kendaraan pribadi anda.

    Kalau untuk urusan teknologi canggih seperti televisi, komputer, atau handphone, sudahlah, lebih baik anda lupakan dan tinggalkan semua. Karena akan sangat sulit menemukan televisi, komputer, atau handphone yang tidak ada unsur kafirnya. Jadi tinggalkan !

    Untuk urusan pakaian gimana ? Anda bisa gunakan sarung atau baju tradisionil. Tapi…, untuk menjahit sarung atau baju tradisionil itu kan mesin buatan kafir ? Okelah, biar aman, anda bisa menggunakan daun pisang untuk menutupi aurat anda.

    Yang terakhir, untuk urusan makan ? Waduh ! Tabung gas, kompor, dan alat masaknya juga kebanyakan buatan kafir. Tapi ada kok solusinya. Kayu bakar dan batok kelapa bisa anda gunakan untuk memasak. Tapi untuk menyalakan api, kalau korek apinya tidak bisa anda yakini apakah bukan buatan kafir, anda bisa menggunakan cara tradisional, misalnya dengan menggesekkan dua buah batu sampai keluar percik api.

    Gitu aja kok repot…

    ReplyDelete
  2. Mantaaaaap sebuah pencerahan utk instrospeksi diri

    ReplyDelete
  3. Hahahaha....sekalian pindah negara yg ga ada kafirnye...

    ReplyDelete

Note: only a member of this blog may post a comment.