Wartawan Disebut Sebagai Tim Buzzernya Ahok, Akun FB Ini Dilaporkan ke Polisi

 Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lucky Pransiska menunjukkan barang bukti pencemaran nama baik profesi Pewarta Foto di Polda Metro Jaya, Jakarta, 11 Januari 2017.

Beritaterheboh.com -Pewarta Foto Indonesia (PFI) melaporkan akun Facebook (FB) Eko Prasetia ke Polda Metro Jaya. Soalnya, akun tersebut mengunggah foto sejumlah jurnalis dan menyebutnya sebagai tim buzzer penista agama.

Ketua PFI Lucky Pransiska menjelaskan pihaknya baru mengetahui foto sejumlah rekannya sesama pewarta foto diunggah oleh akun Eko Prasetia itu pada Selasa (10/1) kemarin. Lucky juga sempat mengkonfirmasi kepada teman-temannya yang ada di dalam foto tersebut, apakah betul mereka atau bukan.

"Saya konfirmasi yang bersangkutan, betul enggak kalau itu foto kalian pewarta foto, lalu betul nggak kalau itu kejadian tanggal 3 Januari," ujar Lucky kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Lucky menerangkan, foto tersebut adalah rekan-rekannya yang saat itu sedang menunggu sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di gedung Kementan, Jaksel, 3 Januari lalu. Seorang pewarta foto yang ada di dalam foto yang diunggah Eko saat itu melihat ada seorang pria mengambil foto mereka yang sedang duduk-duduk.


"Jadi mereka nunggu di situ dan kebetulan, menurut versi teman-teman ini, ada seorang laki-laki lewat. Mereka lalu balik lagi, 'Oh, ini tinggal wartawan nih yang belum difoto.' Lalu dia keluarkan handphone-nya lalu memotretnya," terang dia.

Saat itu, para pewarta foto tidak menaruh curiga ataupun keberatan. Namun kemudian foto tersebut menjadi viral setelah akun Facebook Eko Prasetia mengunggah foto para jurnalis tersebut dengan posting-an kata-kata yang mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik serta bernuansa SARA.

"Baru ketahuan itu tanggal 10 Januari itu bahwa ternyata foto itu diberikan konteks negatif terhadap teman-teman. Salah satunya bahwa disebut kami adalah tim buzzer atau sibernya penista agama," cetusnya.

Lucky menegaskan PFI tidak memberikan dukungan ataupun berafiliasi dengan pihak mana pun. Tudingan itu, menurut Lucky, sangat tidak berdasar.

"Kedua, mereka menyamakan kita seperti PSK yang seolah-olah profesi yang sangat rendah. Kalau fotonya sendiri kita tidak persoalkan, tapi konteks negatifnya yang kita keberatan," katanya.

Pihak PFI sudah mencoba meminta klarifikasi dan menuntut pemilik akun tersebut untuk meminta maaf pada Selasa (10/1) malam. Namun pemilik akun diduga menutup akunnya setelah namanya ditautkan.

"Sempat, jadi kami pewarta foto sempat mengajukan surat terbuka pukul 18.30 WIB, lalu saya caption yang bersangkutan dan tanggapan sedikit, lalu beberapa menit kemudian akunnya nonaktif," urainya.

Hingga Rabu pagi tadi, pemilik akun tersebut meminta maaf kepada Lucky melalui layanan Messanger Facebook. Lucky pun meminta agar pemilik akun tersebut menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka melalui akun medsos.

"Baru tadi pagi yang bersangkutan hubungi saya via FB Messanger. Yang bersangkutan minta maaf, lalu saya sampaikan bahwa permohonan maaf yang bersangkutan kepada saya keliru. Seharusnya menyampaikan permohonan maaf di timeline dia, di halaman yang sama di foto yang sama. Dia mengklarifikasi itu, ternyata timeline itu sudah bersih semua, akunnya sudah bersih semua," paparnya.

Sehingga, lanjut Lucky, permintaan maaf pemilik akun yang disampaikan kepadanya melalui aplikasi Messanger di Facebook tersebut tidak ada artinya. Sebab, foto para rekan PFI dengan posting-an negatif itu sudah tersebar ke mana-mana.

"Oleh karena itu, kami dari pengurus sepakat supaya kita dapat informasi yang benar, fakta yang sesungguhnya, bahwa sebetulnya foto ini bersumber dari mana dan apa motivasi mereka memberikan konteks negatif tersebut," lanjutnya.

Lucky mengatakan pihaknya belum mengetahui persis siapa pria yang memotret para pewarta foto tersebut. Namun PFI mendapatkan informasi bahwa pria yang memotret ini berbeda dengan pemilik akun Eko Prasetia.

"Belum tahu (siapa yang memotret). Jadi, kalau informasi terakhir ada person lain, pemilik akun lain. Menurut kami, dugaan kami, mungkin yang bersangkutan yang pertama kali memotret, lalu mengunggah itu di medsos. Namanya Hermansyah siapa gitu," sambungnya.

Lebih jauh, Lucky mengatakan, sebelum foto tersebut beredar di Facebook, lebih dahulu muncul di Twitter. "Justru melalui Twitter. Di Twitter ada beberapa teman fotografer senior menyampaikan ke teman-teman bahwa ini ada lagi ramai nih, lagi viral. Ada teman wartawan yang konfirmasi ke saya sudah melihat dari pagi dari tanggal 10 Januari," lanjut dia.

Atas hal ini, Grandyos Zafna selaku anggota PFI sekaligus pewarta foto yang ada dalam posting-an medsos tersebut, melaporkan pemilik akun Eko Prasetia ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Dalam laporan bernomor LP/147/I/2017/PMJ/Ditreskrimsus, Grandyos melaporkan pemilik akun dengan dugaan Pasal 310 juncto 311 KUHP dan/atau Pasal 27 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 atas perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kenapa kita sampai ke Polda Metro, kami ingin ambil bagian dalam perang terhadap berita bohong itu. Awal tahun ini kita kerja sama dengan AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia), kampanye soal berita bohong itu, kebetulan ada momentum ini, jadi kami laporin dulu," tuturnya.

Namun Lucky tidak menutup kemungkinan untuk mencabut pelaporan apabila pelaku meminta maaf secara terbuka. "Konsultasi terakhir yang melaporkan adalah orang-orang yang ada di foto itu. Kalau mereka memaafkan dan mau mencabut, kami akan mencabut laporan itu," tandasnya.

Terpisah, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan pihaknya sudah mengetahui terkait adanya foto jurnalis foto yang tersebar viral tersebut. Polisi juga menyelidikinya.

"Tim cyber sudah melakukan penyelidikan," ujar Iriawan. (detk.com, foto: beritasatu.com)

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Wartawan Disebut Sebagai Tim Buzzernya Ahok, Akun FB Ini Dilaporkan ke Polisi"

  1. Banci, penyebar Hoax, begitu ketauan akun dihapus gk berani tanggung jawab..
    Emang lu gk bayangin bakal gimana hidup mereka yg lu fitnah ya? Tanggung jawab lo, minta maaf yg bener, biar clear.. Enak enak aja nyocot dimedsos, lu pikir hiburan, gk ada bedanya dong sama psikopat, seneng kalo liat orang menderita..

    ReplyDelete

Note: only a member of this blog may post a comment.