Rahasia Apa Di Balik Kedatangan Raja Arab Ke Indonesia?




Beritaterheboh.com - Apakah ini ada kaitan historis dengan istilah SUPER SEMAR yang pernah menghebohkan perpolitikan di Indonesia, ketika Raja Arab Saudi akan datang ke Indonesia memilih bulan Maret?

Ah rasanya terlalu jauh untuk mengkaitkan peristiwa itu dengan kedatangan Raja Saudi di Bulan Maret 2017 ini.


47 tahun yang lalu, Raja Faisal pernah datang ke Indonesia dan diterima Presiden Soeharto tepatnya tanggal 10-13 Juni l970, dan 47 tahun kemudian Raja Arab itu berkenan datang kembali ke Indonesia, melewati 4 Presiden sebelumnya, mulai dari BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono, dan saat Indonesia dipimpin Presiden Joko Widodo, kenapa Raja Salman bin Abdulaziz berkenan datang ke Indonesia lagi? 

Padahal Presiden sebelum Jokowi sudah melakukan kunjungan ke Arab Saudi dan bertemu Raja Arab, toh Raja Arab tak melakukan kunjungan balasan ke Indonesia. Bisa jadi Raja Saudi menilai Presiden pengganti Soeharto belum menunjukan keistimewaannya dalam politik luar negeri atau dalam negerinya, maka tak berminat berkunjung ke Indonesia.

Ketika Jokowi mengunjungi Saudi Arabia, 12 September 2015 silam tampaknya Raja Arab dapat menilai sosok Presiden Indonesia kali ini, walau kerempeng namun visioner dan tegas dalam pemerintahannya, mampu mengendalikan gejolak dalam negeri dengan cantik. Dan Raja Saudi tentu sudah membaca rekam jejak Presiden Jokowi yang membuatnya tertarik untuk berkunjung ke Indonesia.

Keistimewaan Presiden Jokowi di mata Raja Saudi sudah tak diragukan lagi, saat itu Raja Salman langsung menyambut Jokowi di pintu pesawat. Padahal JARANG SEKALI Raja Salma menjemput langsung tamunya di pintu pesawat.Perlakuan istimewa Raja Arab tak terhenti sampai disitu saja, Raja Salman juga menganugerahi medali Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud. Itu adalah penghargaan tertinggi bagi pemimpin negara sahabat dan untuk Jokowi langsung diberikan oleh Raja Salman.

Selain Jokowi, pemimpin-pemimpin dunia yang pernah mendapat medali itu adalah Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Perdana Menteri Inggris David Cameron, serta Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. 

Inilah kelincahan lobby Presiden Jokowi di luar negeri, pulang selalu membawa investasi besar. Di Arab Saudi Jokowi berhasil menambah kuota haji. Selain itu, para pengusaha Saudi Arabia itu diproyeksikan akan melakukan investasi di berbagai bidang di Indonesia. Salah satu yang sudah disepakati Indonesia dan Arab Saudi di bidang energi diwujudkan dengan penandatanganan investasi oleh perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco untuk pembangunan kilang minyak di Cilacap dengan nilai US$ 6 miliar. 

Keistimewaan lainnya, Raja Salman tak tanggung-tanggung membawa rombongan besar, konon ada 1500 orang rombongan termasuk di dalamnya 25 pangeran, 10 menteri dan ribuan pengusaha.Mereka akan tinggal di Indonesia selama Sembilan hari dari tanggal 1 Maret dampai 9 Maret. 

Rahasia apa yang membuat Raja Salman begitu bernafsu ingin bertemu Presiden Jokowi dengan rombongan besar, biaya besar, dan pengawalan yang ekstra ketat?

Konon Raja Salman tidak ingin Indonesia atau Presiden Jokowi jadi anteknya Cina atau antek Liberal, sebab kunjungan Jokowi ke Tiongkok, ke Jepang, juga membawa investasi proyek-proyek besar di Indonesia, bisa bahaya nanti kalau ternyata benar seperti kata Kaum Dung Dung Pret itu kalau Indonesia dikuasai paham komunis dengan simbol palu aritnya itu.

Apalagi Raja Salman dibisiki kalau uang rupiah baru Indonesia ada simbol palu aritnya, wah ini jelas gawat, bisa-bisa umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia turun dengan drastis, jangka panjang tentu bisa mengurangi devisa Arab Saudi dari sektor Haji, hal itu tidak boleh terjadi. Sebab Indonesia pemeluk Islam terbesar di Dunia, setiap tahun jelas memberi pemasukan sangat besar ke Arab Saudi. Jika hal itu dibiarkan saja, bisa-bisa rakyat Indonesia pindah ke lain hati, ini bisa tidak menguntungkan hubungan kedua negara ke depannya.

Untuk mengantisipasi hal itu, agar Indonesia tidak jadi ANTEK ASING dan ASENG, Raja Arab harus segera datang ke Indonesia dengan serius, terbukti rombongan yang dibawa ribuan dan jumlah keseluruhan investasi dari Arab Saudi bisa mencapai US$ 25 miliar. Arab Saudi dalam hal investasi di Indonesia memang tak menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir, investasi tertinggi hanya 30 juta dolar AS pada tahun 2015, memang ada kenaikan dari sebelum 2014 tapi tak pernah tembus sampai 1 juta dolar AS.


Inilah kepiawaian Presiden Jokowi dalam memainkan politik luar negeri dan situasi politik di dalam negeri dengan permainannya yang cantik. Partai-partai politik yang dulu berseberangan mampu ditekuk tanpa gejolak, aksi-aksi demo berjilid-jilid yang isunya mau makar dihadapi dengan kepala dingin. 

Semua uang rakyat dikembalikan ke rakyat dalam bentuk pembangunan infrastruktur yang nyata, BBM satu harga di seluruh Indonesia, dan masih banyak lagi kebijakan pemerintahan Jokowi yang membuat Raja Arab Saudi untuk ikut membantu Indonesia dengan nilai fantastis dari yang sebelumnya. 

Apakah nanti Presiden Jokowi akan dituduh sebagai anteknya Arab oleh kaum radikalis agama itu?

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku via redaksiindonesia.com


baca juga: - Heboh Postingan Ortu Siswa SMA 8 Jakarta yang Kena Banjir di Medsos. Sang Anak Malah Ngeluh: Kok Banjirnya Cuma Sehari?

Salut...! Tidak Terpengaruh Ikut-ikutan Tolak Sholati Jenazah Ahokers. Ansor Jakbar: Kami Siap Shalatkan Jenazah yang Ditolak

- Anies Sebut Tanah Negara Dijadikan Mal, Begitu Ditanya Tanah Negara yang Mana Anies Enggan Menjawab  




- Salut..! Baru di Pemerintahan Jokowi Harga BBM di Papua dari Rp 60.000 Jadi Rp 6.450. Jokowi Cerita Begini  

- Novel Akan Usir Jenazah Pendukung Ahok, dan Setuju Spanduk Masjid Tolak Salatkan Jenazah Ahokers Dikibarkan  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rahasia Apa Di Balik Kedatangan Raja Arab Ke Indonesia?"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.