Pengamat Minta Sandiaga Uno Mencontoh Ahok yang Tegar Hadapi Proses Hukum




Beritaterheboh.com - Pengamat politik Ray rangkuti menilai tidak elok sikap Sandiaga Uno meminta polisi menunda pemerikaan dirinya. 

Ray Rangkuti menyarankan Sandiaga Uno belajar dan mencontoh sikap yang ditunjukkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika harus berurusan hukum dalam kasus dugaan penistaan agama.

Ahok bahkan ditetapkan sebagai tersangka saat tahapan pilkada berjalan.

"Sebagaimana Ahok yang dengan tegar menghadapi proses hukumnya, Sandiaga juga layak mencontoh hal itu," ujar Ray Rangkuti kepada Tribunnews.com, Senin (21/3/2017).

Bahkan jika perlu, kata Ray Rangkuti, Sandiaga Uno berinisiatif untuk mendatangi Polda Metro agar sesegera mungkin diperiksa.

hal tersebut pernah dilakukan Ahok.

Dengan begitu ada kejelasan status hukumnya.

Selain itu, tentu saja warga DKI berkepentingan untuk mendapat kepastian apakah calon yang hendak mereka pilih merupakan orang yang tidak terkait dengan kasus atau sebaliknya.

Dalam hal ini, pemeriksaan justru dapat membantu kepastian bagi para pemilih.

Berkaca dari kasus Ahok, penetapannya sebagai tersangka dan lalu diadili di pengadilan justru membantunya untuk mendapatkan kembali suara pemilih yang sebelumnya beralih setelah adanya dugaan penistaan agama.

"Artinya, tak selalu penetapan hukum berdampak pada menurunnya elektabilitas. Bahkan sebaliknya bisa jadi momentum pemilih menjatuhkan pilihannya makin tinggi," jelasnya.

Tentu saja, imbuhnya, jika Sandiaga Uno merasa bahwa hal ini adalah lebih dekat ke politik dari pada murni penegakan hukum, maka jalan yang kuat membuktikan itu adalah dengan menghadiri undangan Polda Metro Jaya.

Di dalam pemeriksaan, Sandiaga dapat menjelaskan sejelas-jelasnya persoalan yang menurut versinya. 

Sehingga kasus ini tidak perlu berlama-lama.(tribunnews.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengamat Minta Sandiaga Uno Mencontoh Ahok yang Tegar Hadapi Proses Hukum"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.