Memalukan..! Satu Lagi Program Oke Oce Dibatalkan




Beritaterheboh.com - Just another blunder. Itulah sepenggal kalimat untuk pasangan Anies-Sandi. Ketidakkonsistenan mereka terus terjadi. Program kerja mereka yang digaungkan pada masa kampanye semakin tidak jelas wujudnya. Ada yang berubah versi, ada pula yang akhirnya mati sebelum terwujud (baca: batal). Cukup jelas terlihat kalau mereka sering asal bunyi. Bukannya menuduh, buktinya cukup jelas kok. Kalau konsisten dan komitmen, pasti program kerjanya dipertimbangkan dengan baik sebelum digaungkan ke masyarakat.

Mari kita rangkum sedikit beberapa ketidakkonsistenan mereka. Penggusuran bukit duri. Sandiaga mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta padahal dulunya mereka tegas menolak penggusuran. Ada apa dengan cinta, eh, Anies-Sandi? Begitu pula dengan DP nol Rupiah yang berbeda antara website dengan pernyataan Sandiaga yang menyatakan program tersebut hanya bisa diikuti masyarakat berpenghasilan 7 – 10 juta Rupiah.

Dan sekarang pojok taaruf yang pernah direncanakan Sandiaga pun harus menemui ajalnya. Bagi yang tidak tahu apa itu pojok taaruf, saya mulai dari Kartu Jakarta Jomblo (KJJ) yang menurut saya adalah program paling konyol yang pernah saya dengar selama ini. Saya tak bisa melihat keuntungan atau urgensi di balik program ini. Program KJJ ini rencananya akan diwujudkan Sandiaga melalui kegiatan di RPTRA dan ruang publik lain. Nah, salah satu kegiatan tersebut adalah pojok taaruf yang dibuat dengan gaya anak muda zaman sekarang. “Jadi mereka yang jomblo datang, terus ada kegiatan game, misalnya catur, permainan bakiak sama-sama, atau lomba 17-an,” kata Sandiaga seperti dilansir kompas.com.

Dari penjelasan seperti itu saja sudah jelas sebenarnya program ini tak ada gunanya. Sebenarnya tak usah ada program pojok taaruf atau pojok-pojok lainnya, warga bisa berkumpul sendiri di RPTRA dan bersosialisasi. So, apa gunanya kalau begitu. Lagipula sungguh aneh kalau Sandiaga mengurusi masalah jomblo, itu adalah ranah pribadi yang sifatnya privasi. Entah apa yang ada di pikirannya saat terbayang dengan ide ini. Apakah saking tak tahu program apa lagi yang bisa ditawarkan ke warga sehingga pasrah lalu terbayang dengan rencana ini?

Dan, menurut pemberitaan tempo.co, Sandiaga mengatakan akan membatalkan rencana pojok taaruf di RPTRA. Alasannya? Hahaha, karena dia menilai masalah perjodohan adalah ranah pribadi, dilakukan pada sektor privat bukan sektor pemerintahan. “Jadi apa yang pernah kami sampaikan waktu itu tidak menjadi prioritas,” kata Sandiaga.

Bagus sekali, kalau program dibatalkan tinggal klarifikasi kalau itu bukan prioritas. Bagaimana dengan langkah mendukung penggusuran Bukit Duri, DP nol Rupiah, dan mungkin lainnya (coming soon). Kalau tidak salah saya pernah baca berita kalau program warga Jakarta dapatkan KJP dan KIP juga dibatalkan. Jadi itu semua bukan prioritas, hanya sekadar basa-basi untuk menyenangkan hati warganya?

Sandiaga Uno mendukung langkah Djarot yang melarang RPTRA dijadikan tempat mojok atau pacaran. “Apa yang Pak Djarot lakukan sekarang saya dukung deh. Begitu deh dari pada ribut gitu,” kata Sandiaga. Ini berawal dari larangan Djarot agar RPTRA tidak dijadikan tempat mojok atau cari jodoh dan acara keagamaan. RPTRA memiliki simbol dan fungsi bagi masyarakat dari kalangan mana pun. Djarot tidak melarang masyarakat menggelar resepsi atau syukuran. RPTRA boleh dipergunakan untuk kegiatan masyarakat yang bisa merangkul semua kalangan.

Lagi-lagi Sandiaga dukung Djarot. Semakin dekat hari pelantikan, semakin tidak percaya diri. Apakah mulai berkeringat dingin membayangkan cara mewujudkam program-program yang telanjur dijanjikan pada warga? Hanya Tuhan yang tahu. Kalau ini benar, silakan terima bumerang yang dilempar sendiri. Begitu juga dengan Anies yang belakangan ini sangat irit bicara. Semoga saja dia sedang meninjau program kerjanya, bukan kaget plus bingung tak tahu bagaimana mewujudkannya sehingga diam bisu. Semoga saya salah.

Satu per satu program mereka mulai berguguran. Lebih tepatnya apa yang mereka sampaikan semasa kampanye mulai tidak sesuai dengan apa yang terjadi sekarang. Program kerja mereka mulai tidak konsisten. Saya tak tahu program mana lagi yang akan menjadi korban ketidakkonsistenan mereka. Apa kabar suara 58 persen, bagaimana pendapat Anda tentang ini?

Dan saya teringat satu hal, kalau tidak salah Sandiaga juga janji lho akan lari pagi ke Balai Kota sekali dalam sepekan. Mari kita lihat sekonsisten apa Sandiaga dalam melakukan janjinya.(seword.com, by: xhardy)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memalukan..! Satu Lagi Program Oke Oce Dibatalkan"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.