PNS di Cirebon Sebar Hoax Jokowi Anti Islam, Kemenag Siapkan Sanksi

 

Beritaterheboh.com - Seorang PNS Kementerian Agama bernama Maskum mengaku menyebarkan hoax lalu membuat surat permintaan maaf. Kemenag kini menyiapkan sanksi untuk PNS di Cirebon itu.


"Sdr Maskum sudah membuat pernyataan bersalah atas apa yang dilakukan. Sabar, semuanya segera berproses. Sanksi disiplin pegawai jelas akan kita kenakan ke ybs," tulis Kemenag lewat akun Twitter yang terverifikasi, Kamis (28/12/2017).


PNS di Cirebon Sebar Hoax, Kemenag Siapkan Sanksi

Penjelasan itu disampaikan Kemenag menjawab pertanyaan pengguna media sosial. Sebelumnya, surat permintaan maaf Maskum lebih dahulu beredar. Berikut isi suratnya:

 
PNS di Cirebon Sebar Hoax, Kemenag Siapkan Sanksi

SURAT PERNYATAAN

Yang bertandatangan di bawah ini saya
Nama: Maskum
Tempat Tanggal Lahir: Kuningan, 21 April 1967

Dengan ini saya menyatakan bahwa saya berjanji di hadapan Pejabat Kementrian Agama Kabupaten Cirebon bahwa saya tidak akan mengulangi membagikan info yang belum tentu kebenarannya (Hoax). Hal tersebut terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan saya untuk mengidentifikasi kebenaran dari berita yang marak beredar di media sosial. Berita yang telah saya bagikan dalam grup whatsapp Aksi bela Islam Arahman adalah berasal dari grup whatsapp lain (yang saya tidak ingat nama grupnya)dan benar-benar bukan saya yang membuatnya

Adapun postingan yang muncul mengenai penjualan tanah di kelurahan Sukapura kecamatan Kejaksaan adalah tanah milik orang lain yang meminta untuk menjualkan tanahnya kepada saya

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan saya meminta maaf kepada pihak-pihak yang telah merasa dirugikan dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi

Cirebon, 28 Desember 2017

 
Yang membuat pernyataan,
(ditandatangani)

 
Maskum


(detik.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PNS di Cirebon Sebar Hoax Jokowi Anti Islam, Kemenag Siapkan Sanksi"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.