Belum Nembak Sudah Sakit Hati, Kisah Asmara Dokter Ganteng Ini Endingnya Nyesek!


Beritaterheboh.com - Pertemuan dengan wanita di wilayah Garut membuat perasaan dokter satu ini menjadi tiada menentu.

Senyum wanita serta paparan pandangan mata padanya selalu membuat dada terus bedegup kencang.

Sampai ketika mereka berdua dipertemukan di UGD.

Pertemuan mereka berlangsung selama lima minggu.

Setiap harinya dilalu dengan rasa senang serta suka cita.

Akun Twitter @GiaPratamaMD kembali menyuguhkan pengalamannya ketika menjalani koas.

Kali ini soal kisah asmara.

Simak cerita lengkapnya di bawah ini :

Hari pertama, saya bersama tim baru berisi 6 org mendatangi Gedung Instalasi Bedah sentral, disini kita akan menghabiskan waktu 10 minggu bersama. Stase Bedah itu terdiri dari 2 tim, tim pertama adalah tim yg sudah menjalankan stase 5 minggu yg juga berisi 6 org.

Ketika kita masuk ruang koas, 6 'senior' kami sudah ada di dlm. Kita ucapkan salam lalu disambut oleh mereka. Kita salam2an mengenalkan diri, krna byk adek kelas angkatan di tim 'senior' kami. suasananya mirip sama Lebaran.

Saat sedang salam2an, mata saya terpaku pada seseorang yg duduk dipaling ujung, ada koas perempuan berjilbab merah, bermata sayu tertutupi kacamatanya, kulit cerah yg kontras dengan bibirnya yang sedang senyum. Jantung saya berdetak lbh cepat dari biasanya.

"Hallo ka,aku Scarlett"(bkn nama aslinya(Yaiyalah masa gw tulis aslinya!Wong dia follower gw))"Oh hallo,saya Gia, Gia Pratama" jwb saya sambil mencoba setenang mungkin, "Ka,ga perlu nyebutin nama juga kali,siapa yg ga kenal kk?" sambil ketawa kecil. Jantung saya ga karuan lagi.

Dia ketua tim senior saya ketua tim junior.Kita duduk bareng untuk mendiskusikan pembagian tugas di stase bedah, pembekalan singkat alur siklus stase dijelaskan oleh dia, bukan oleh konsulen. "Jadi di Bedah tu ada 3 konsulen,1 Orthopedi,2 bedah umum" jelasnya sambil tetep senyum.

6 orang kita bagi jadi 3 pos bergantian setiap minggunya. 2 orang di Poli, 2 org di O.K, 2 org jaga ruangan. Masing2 ditemenin sama 2 org tim senior. "Ka Gia nanti sama aku ya" kata Scarlett lsambil melepaskan senyumannya yg membius. Tuhan tolong hamba.

Malam itu kita jaga IGD berdua, saya dtng beberapa mnt lbh awal krna ini jaga perdana saya di rsud. Saya buka Pintu IGD, saya liat kondisi IGD, adrenalin saya tiba2 mengalir deras, mirip seperti Theoden of Rohan pertama kali melihat Gondor dikepung Ratusan ribu Orcs. Battlefield.

Belasan bed penuh pasien mengerang2 kesakitan, Lantai IGD penuh oleh byk velbed digelar utk pasien yg tdk kebagian tmpt tidur. Petugas lalu lalang tdk ada yg duduk. Jeritan anak2 diinfus, jeritan pasien di ruang tindakan dan suara orang muntah, bercampur baur jadi satu.

Sangat jauh berbeda dengan IGD tempat saya bekerja skrg. Yg selalu bersih, dingin dan wangi. Disana Aroma darah bercampur bau keringat dan cairan tubuh manusia lainnya menyerbak menjadi santapan hidung kita setiap saat. "Hai ka!!" kata scarlett membuyarkan lamunan saya.

Saya bukan org terpintar diangkatan saya, tapi sepertinya Scarlett iya. Dia tau semua teori diagnosis dan terapi,sedangkan saya suka dan jago tindakan. Kita jadi kolaborasi dahsyat di IGD. "Ka,ntar klo mau makan gantian aja ya,kita ga bisa keluar mkn barengan" jelasnya.

Gruduk3x! Tiba2 suara blankar masuk bawa pasien baru ke IGD. Perempuan dengan wajah penuh darah.Perawat bicara "Dok,pasien umur 20 thn, baru ditemukan setengah jam oleh keluarganya di kamar,kondisi kesadaran berkurang", saya sama scarlet lgs periksa. "Kk tensi, km cek yg lain ya"

Pasien gelisah,Tensi mulai turun, nadi melambat, pasien meneteskan byk liur, mual2, keringet dingin. "Ka,ini keracunan Baygon" kata scarlett sambil pasang muka serius, alisnya berkerut sambil menyenteri pupil mata pasien. Cantiknya berpendar kemana2.

"Org ini emg udh niat utk meninggal, tapi ga boleh kita biarin,ayo kita gagalin racunnya" saya kebawa serius."Ok ka,kita bilas lambung", saya ambil selang NGT lalu saya mskkan ke hidungnya trus smpe ke lambungnya. Selang itu dihubungkan ke corong yg saya gantung ke tiang infusan.

Saya masukkan berliter2 air ke corong itu,memaksa perempuan ini memuntahkan semua isi lambungnya berkali2,"suntikin sulfas atropin ka". "Beres lett"."abis itu kita jahit dahinya ya ka,itu sumber pendarahannya,kk pasng infus nanti aku yg bikin resep skrg aku isi status medis dulu"

Saat dia balik badan, saya liat, itu kenapa gerakannya jadi tampak slow motion gitu. Saya menampar pelan pipi saya sendiri sambil ngomong "wooi fokus woi!".

Robekan di dahi itu terjadi akibat benturan ke ujung meja kamar saat dia terjatuh pasca minum baygon. Setelah 1 jam di IGD dengan infus sudah terpasang pasien jauh membaik kondisinya, kita berdua Toss2an, first case nicely done.

"Dokterrrrr!! " tiba2 Pasien td berteriak, dia bener2 sudah sadar full. Kita berdua lari kesana. "Ya, bu. " jwb saya dgn nada khawatir.. "Kenapa saya ga dibiarkan mati?!" tanyanya dengan marah. Kita berdua hanya bisa lirik2an.

5 minggu saya jalani stase bareng Scarlett, kerja bareng belajar bareng and oh boy it was joyfull time for me, setiap saya masuk ruang o.k setelah cuci tangan, dia yg masangin baju steril saya yg ngiketin ke belakang, begitu pula klo giliran dia yg tugas, saya yg masangin.

Tapi hubungan kita hanya sebatas itu, dan hanya di rmh sakit, saya ga pernah ngajak dia makan bareng di luar rs, secemen itu memang saya dulu. I'm trying to be cool and act profesional but a feeling grew and I cant ignore it.

Minggu terakhir dia di stase ini, itu minggu ke 5 saya. Penuh sama persiapan ujian, saya full bantuin dia, persiapan contoh kasus, latian tanya jawab, sama nemenin bikin referat.capek buy I enjoyed everysecond of it.

Sampe di hari akhir dia ujian, saya tungguin dia selesai. Keluar dari ruangan, mukanya happy bangeet. "Ka, alhamdulillah lancaar, konsulennya seneng semua, semoga dpt A ya". Auranya makin2.

"Waww, selamat ya, kk sih ga kaget klo nanti nilai km bagus". Again, I said it as cool as possible. "Ka sore ini aku pulang ke jakarta". Degg, my God, pulang? "Aku lanjut stase PH di jkt". Serius jd ga balik ke garut dlm waktu dekat? Kata hati saya.

Kayaknya harus saya ungkapin perasaan saya hari ini juga, ga ada waktu lagi, ga mungkin saya tunda. "Ok nanti sore kk anterin ke tempat km dijemput ya". Sambil saya senyum. "Thank you kaaa"

Sore itu hujan cukup deras, Garut itu dingin, apalagi kalau hujan seperti ini, apalagi kalau mau nembak cewe, itu tangan udh kebas ga jelas. Saya bawa payung besar dtg ke tempatnya trus kita jalan berdua dgn kopernya menuju pinggir jalan tempatdia bakal dijemput.

Bener2 suasana yang sempurna, dibawah payung hujan2an berdua, dan dia mau pamit. I guess its really perfect time to say it. Kepala udh penuh sama skenario dan teks ucapan yg siap diutarakan. 5 menit nunggu dipinggir jalan, mulut saya masih kaku.

Tiba2 Mobil SUV biru datang menghampiri kita berdua, kacanya dibuka, "Haii Scarlett udh siap pulang?" kata org di dlmnya, "Haaaaiiii udh siap dong" Scarlett ceria banget menyambutnya."Ka Gia, kenalin ini Pacar aku, pacar kenalin ini Ka Gia"....

Saya bisa mendengar suara "KREKK!!" di hati saya. Kepala lgs terasa enteng melayang, badan seperti tanpa nyawa. Bunyi Jantung hilang entah kemana. Saya cuma bisa bilang "halloo". "Thank you ya ka udh nganterin Scarlett". Saya senyum dan mengangguk.

Scarlett naik mobil itu buka kaca lalu dadah2 dengan semangat, "Semangat ya ka Gia, pasti kk dpt A juga". Lalu mobil itu jalan, pergi menjauh di gelapnya senja sore saat itu. Saya disana, berdiri membeku, dan menurunkan payung krna tdk ada lagi fungsinya.

Hujan tdk mereda,saya basah kuyup tapi saya belum mampu juga bergerak. Bila itu terjadi saat ini mungkin tiba2 terdngar suara Bianca Jodie di kepala..
"I'm jealous of the raiiin...
That falls upon your skiiin...
It's closer than my hands have been...
Oo Im jealous of the rain"

"Cause I wished you the best of
All this world could give
And I told you when you left me
There's nothing to forgive...
But I always thought you'd come back,tell me all you found was
Heartbreak and misery
It's hard for me to say, I'm jealous of the way, You're happy without me.." .
. .
. .
. .
. .

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Belum Nembak Sudah Sakit Hati, Kisah Asmara Dokter Ganteng Ini Endingnya Nyesek!"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.