Kritik Aksi Zaadit, PMII UI Bongkar Aksi Zaadit adalah Aksi Pesanan!


Beritaterheboh.com - Sebagai bentuk kritik atas inisiden kartu kuning oleh Ketua BEM UI ke Jokowi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (PMII-UI) melakukan aksi penggalangan donasi untuk penderita gizi buruk suku Asmat di Papua.

Penggalangan dana dilakukan di Balairung UI, Depok, bersamaan dengan acara wisuda Universitas Indonesia (UI), Sabtu (3/2/2018).

Selain itu PMII UI juga menggalang dukungan untuk gizi buruk melalui tanda tangan dan penulisan harapan para pengunjung di acara wisuda UI.

"Hal ini juga merupakan kritik PMII UI kepada gerakan mahasiswa yang hanya gencar menuntut saja. Sangat penting adanya transformasi gerakan mahasiswa yang mengedepankan manfaat secara langsung ke masyarakat, tidak lagi hanya beretorika belaka," kata Ketua PMII UI Ahmad Luthfi kepada Warta Kota, Sabtu.

Baca: Jumlah Donasi yang Dikumpulkan PMII UI untuk Papua

Selain itu, kata Luthfi, PMII UI juga mendorong pemerintah untuk terus merealisasikan program-program yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan.

"Aksi ini juga merupakan bentuk kritik cerdas PMII UI kepada pemerintah," kata Luthfi.

Menurutnya antusia para pengunjung dalam memberikan donasi dan menuliskan harapan dan membubuhkan tanda tangannya di kain kuning yang tersedia, cukup tinggi.

"Hal ini merupakan bentuk kepedulian kongkrit PMII UI atas masalah Gizi Buruk yang terjadi di Papua. Rencananya, donasi yang terkumpul ini akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU)," kata Luthfi.

"Sebagai organ gerakan dan agen perubahaan, sudah seyogianya mahasiswa memberikan aksi nyata dan tidak hanya berorasi menuntut pemerintah saja," kata Luthfi.

Ia menjelaskan PMII UI telah mengadakan Focus Group discussion (FGD) dengan Ikatan Mahasiswa Papua Universitas Indonesia (IMAPA UI) pada 25 Desember 2017 terkait masalah-masalah yang terjadi di Papua.

"PMII UI sangat concern untuk turun langsung membantu saudara-saudara di Papua. Sesuai dengan visi membela kaum mustadz’afin atau masyarakat yang lemah, PMII UI terlibat secara aktif dalam isu-isu sosial yang terjadi," katanya.

Beberapa aksi sosial PMII di UI antara lain penggalangan donasi untuk Palestina dan bantuan korban bencana alam ke berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya Luthfi mewakili Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (PMII-UI) mengecam keras aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Zaadit Taqwa yang mengacungkan kartu kuning ke arah Presiden Jokowi dalam dies natalis ke-68 Universitas Indonesia, di Balairung UI, Depok, Jumat (2/2/2018).

Menurut Luthfi aksi Zaadit sangat memalukan dan menjatuhkan martabat UI.

"Aksinya itu kami rasakan telah menjatuhkan kehormatan UI. Selain itu apa yang dia (Zaadit-Red) lakukan, juga telah menggadaikan marwahnya sebagai Ketua BEM UI," kata Luthfi kepada Warta Kota, Jumat (2/2/2018).

Bahkan kata Luthfi apa yang dilakukan Ketua BEM UI tersebut terindikasi kuat adalah pesanan dari kelompok tertentu yang selama ini mendiskreditkan kepemimpinan Jokowi.

"Indikasinya Ketua Bem UI ini jadi perpanjangan tangannya kelompok tertentu itu. Tuntutan yang diajukan BEM UI, seperti isu gizi buruk di Papua dan PLT gubernur sangat politis. Indikasinya jelas ini isu pesanan," kata Luthfi.

Menurut Luthfi banyak kelompok dan organisasi mahasiswa di UI yang tidak sepakat dengan BEM UI dan menolak serta mengecam aksi Ketua BEM UI kepada Presiden Jokowi dalam acara dies natalis UI, Jumat pagi tadi.

Seperti diketahui Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam dies natalis ke-68 Universitas Indonesia, di Balairung UI, Jumat (2/2/2018) diwarnai insiden unik.

Jokowi dikartu kuningkan oleh Ketua BEM UI 2018 Zaadit Taqwa yang duduk di barisan depan acara.(Wartakota.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kritik Aksi Zaadit, PMII UI Bongkar Aksi Zaadit adalah Aksi Pesanan!"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.