KPK Anies-Sandi Tidur Nyenyak di Kisruh Lelang Mebel Sekolah Rp 87 Milliar Yang Bikin Tahun Ajaran baru Kacau


Beritaterheboh.com - Komite Pencegahan Korupsi (KPK) Anies-Sandi dinilai hanya tidur dan tak bekerja. 
Buktinya di kisruh lelang mebel sekolah senilai Rp 87 milliar, kerja KPK Anies-Sandi sama sekali tak terdengar.

Padahal terkait lelang mebel sekolah, KPK Anies-Sandi berperan mencegah korupsi. 

Direktur Center for Budget Analysis, Ucok Sky Khadafi, yang berkomentar pedas soal kinerja KPK Anies-Sandi terkait kisruh lelang mebel sekolah Rp 87 millliar. 

"KPK DKI (KPK Anies-Sandi) sepertinya lagi tidur nyenyak menikmati gaji dan tunjangan yang besar, serta terbuai dengan fasilitas negara lainnya. Ada soal lelang mebel mereka pura-pura tidak tahu begini. Mereka bingung sendiri. Sehingga ada penyimpangan lelang mebel di dekat mereka, jadi kelihatan seperti bukan persoalan bagi mereka (KPK Anies-Sandi)," kata Ucok dalam pesan singkatnya kepada Warta Kota, siang ini. 

Koordinator Investigasi Indonesian Corruption Watch (ICW), Febri Hendri, mengakui alasan gagal lelang mebel sekolah Rp 87 milliar memang aneh. 

Febri menuturkan, keanehan pertama adalah alasan syarat FSC yang mendadak dihilangkan sebelum tender, hanya karena cuma ada 1 peserta yang dapat memenuhi syarat tersebut. 

"Kenapa baru sekarang dicabut syarat itu. Lagipula itu sudah disyaratkan oleh PPK. Kalau alasannya hanya 1 yang lolos itu bukan masalah," kata Febri ketika dihubungi Warta Kota, Selasa (17/4/2018). 
Begitu juga Pokja tertentu BPPBJ DKI yang menyebut PT Araputra (perusahaan yang semestinya menang lelang) tak sesuai kualifikasi lelang karena merupaka perusahaan kecil, juga aneh. 

Sebab, kata Febri, Pokja tertentu BPPBJ DKI berpatokan pada Peraturan menteri. Padahal seharusnya acuannya adalah UU UKM. 

Febri mengatakan alasan gagal lelang Pokja tertentu BPPBJ DKI kurang tepat dan menunjukkan adanya kejanggalan. 

"Ini sudah seharusnya KPK Anies-Sandi turun dan ikut campur memberi saran. Kami dorong KPK Anies-Sandi untuk untuk turun tangan. Ini ada kaitannya dengan mencegah korupsi loh," kata Febri ketika dihubungi Warta Kota, Selasa (17/4/2018).

Menurut Febri, KPK Anies-Sandi harus menelaah apakah prosedur penetapan gagal lelang Pokja tertentu BPPBJ DKI sudah tepat atau tidak.

"Setelah itu KPK Anies-Sandi harus memberi rekomendasi ke Gubernur dan Wagub. Ini untuk mencegah korupsi dan ini masuk tupoksinya KPK Anies-Sandi," kata Febri. 
Sementara Ketua Pokja tertentu BPPBJ DKI, Firman, harus dicopot karena dinilai menggagalkan lelang dengan cara yang kasar dan brutal.


Terlalu kotor dan kasar itu caranya Pokja Tertentu BPPBJ DKI menggagalkan lelang," kata Ketua Komite Pemantau Parlemen Indonesia, Tom Pasaribu ketika dihubungi Warta Kota, Sabtu (14/4/2018).

Pokja Tertentu BPPBJ DKI menggagalkan lelang dengan cara memakai aturan berbeda dalam menentukan kualifikasi perusahaam kecil dan non kecil, serta membuat ketentuan yang mengada-ada terkait syarat berkas acara serah teriman (BAST).

Dengan cara itu, satu-satunya perusahaan yang layak menang, yakni PT Araputra Fortuna Perkasa, gagal memenangi lelang itu.

Sementara itu, Ketua KPK Anies-Sandi, Bambang Widjajanto, belum berkomentar terkait ungkapan tidur nyenyak ini. 
Dihubungi Warta Kota via whatsapp sejak Senin (16/4/2018), pria yang akrab disapa BW itu hanya membaca pesan, tetapi tidak menanggapinya.

Ditunggu hinga petang hari ini, BW tak juga merespons.

Gagalnya Lelang Mebel Sekolah Rp 87 Milliar Bikin Tahun Ajaran baru Kacau

Gagalnya lelang mebel sekolah Rp 87 milliar di Jakarta bakal bikin tahun ajaran baru (2018/2019) kacau.

Sekretaris Dewan Pendidikan DKI Jakarta, Syahrul Hasan, memastikan hal itu.

Syahrul mengatakan lelang mebel itu diperuntukkan untuk mengisi meja dan kursi baru di 118 sekolah yang baru direhab total dan berat.


Rehab total dan berat 118 sekolah dilakukan tahun 2016 dan rampung 2017.

Semestinya sejak akhir tahun 2017 mebel (meja dan kursi) baru sudah bisa diisi untuk, sehingga terpakai di gelaran ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2018.

Tapi ternyata tak bisa dilaksanakan dan terpaksa memakai mebel bekas di UNBK 2018.

"Sekarang untuk tahun ajaran baru nanti saja bisa belum tersedia ini mebel barunya," kata Syahrul ketika dihubungi Warta Kota, Minggu (15/4/2018).

Apalagi sampai memasuki pertengahan April 2018 ini lelang dinyatakan gagal, dan tak jelas kelanjutannya.

"118 sekolah yang direhab total itu kan ada yang ruang kelasnya ditambah dan sebagainya," ujar Syahrul.

Hal itu, kata Syahrul, akan berdampak bertambahnya jumlah siswa baru di masing-masing sekolah.

Dan adanya kelas baru itu membuat mebel baru harus sudah tersedia di tahun ajaran baru.

"Kalau mau pakai mebel lama gimana. Kan nggak cukup kalau mebel lama. Ruang kelasnya bertambah kok. Jumlaj muridnya juga tambah," ujar Syahrul.

Menurut Syahrul, Disdik DKI sudah salah langkah memakai skema lelang biasa di pengadaan meja dan kursi.


"Seharusnya pakai e-katalog saja seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Syahrul.

Syahrul pun menyalahkan Kadisdik DKI yang tak memprioritaskan anak didik dan mendahulukan urusan politik.

"Saya rasa sudah saatnya Pak Sopan Andrianto (Kadisdik DKI) mundur dari jabatannya. Kalau tak mau mundur ya harus dicopot," kata Syahrul.

Lelang Mebel Rp 87 Milliar Gagal, 118 Sekolah Pakai Meja-Kursi Bekas Untuk UNBK


Lelang pengadaan mebel untuk 118 sekolah di Jakarta senilai Rp 87,3 milliar sudah dinyatakan gagal lelang.

Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Susi Nurhati, membenarkan status gagal lelang pengadaan mebel 118 sekolah.

Tapi belum diketahui apakah akan diadakan lelang ulang atau evaluasi ulang.


"Belum tau, masih mau dirapatkan dulu (keputusan lelang ulang atau evaluasi)," kata Susi ketika dihubungi Warta Kota, Jumat (13/4/2018).

Baca: DPRD Salahkan Kadisdik DKI dan Kepala BPPBJ Soal Gagal Lelang Mebel di 118 Sekolah

Baca: Kalau Disdik DKI Tak Lakukan Ini, Siswa 118 Sekolah Kerjakan UNBK di Lantai

Sementara bagi Disdik DKI, kegagalan lelang mebel bakal berakibat fatal apabila Disdik DKItak menyimpan mebel (meja dan bangku) 118 sekolah yang direhab total tahun 2016 lalu.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, kini bersyukur mebel (meja dan bangku) lama 118 sekolah yang direhab berat dan total tahun 2016 lalu belum dihapus asetnya dan masih tersimpan di gudang.

Murid 118 sekolah itu bisa saja harus mengerjakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di lantai apabila mebel itu sudah dihapus asetnya.

Mebel itu kini kembali dikeluarkan dari gudang dan dipakai lagi untuk pelaksanaan UNBK 2018.

"Untung saja kemarin aset mebel sekolah itu tak langsung dihilangkan," kata Bowo ketika dihubungi Warta Kota, Jumat (13/4/2018).

Bowo pun tak menampik ketika Warta Kota menyebut siswa 156 sekolah itu terancam mengerjakan UNBK di lantai apabila aset mebel itu keburu dihapus.

Berdasarkan laman LPSE, seharusnya antara Maret - April 2018 sudah ada pemenang lelang mebel 118 sekolah itu.

Tapi dengan status gagal lelang ini, dipastikan penetapan pemenang akan mundur lagi beberapa bulan.(wartakota)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KPK Anies-Sandi Tidur Nyenyak di Kisruh Lelang Mebel Sekolah Rp 87 Milliar Yang Bikin Tahun Ajaran baru Kacau "

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.