Sibuk Kampanye, Sandiaga Cocoklogi Dengan Pilpres Malaysia Sementara Program Kerja DKI Mandek 7 Bulan. Simak Faktanya!


Beritaterheboh.com - Hasil Pemilu Malaysia 2018 disambut positif banyak politikus di Indonesia. Terutama mereka yang berasal dari kubu oposisi.Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno mengatakan, kondisi Malaysia sama persis dengan Indonesia yang akan menggelar pemilihan umum tahun depan.

"Yang terjadi di Malaysia itu adalah isu ekonomi terutama biaya hidup. Biaya hidup semakin tinggi, rakyat semakin terbebani, kejadiannya sama di sini," ujarnya di The Kemuning, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/5).

Dalam kacamata Sandi, pemerintahan Jokowi-JK saat ini belum dapat mengentaskan berbagai masalah ketimpangan ekonomi di masyarakat.

Menurut dia, hal yang sama terjadi di Malaysia selama rezim Najib Razak berkuasa. Karenanya, Sandi yakin kemenangan Mahathir di Malaysia juga akan berulang di Indonesia.

Sandi yakin dengan sumbangsih dari sekretariat bersama antara PAN, PKS dan Partai Gerindra, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dapat menjadi Presiden dalam Pemilu nanti dan mengentaskan masalah tersebut.

"Pemerintah sekarang belum bisa menghadirkan lapangan kerja, belum bisa hadirkan stabilitas harga dan biaya hidup, sekber ada sumbangsih dan Insyaallah Pak Prabowo presiden RI 2019," jelasnya.

"Sumbangsih ini juga diberikan kepada nanti Pak Presiden dan Cawapres yang akan diputuskan pimpinan partai kita beri sumbangsih dalam bentuk satu pemikiran gagasan yang menghasilkan satu lapangan kerja, biaya hidup terjangkau, percepatan pembangunan dengan pemerintahan bersih," demikian Sandi. (sam/rmol)


Sibuk kampanye Anies Diprotes Prgram kerja Mandek

Pengamat kebijakan publik, Amir Hamzah menegaskan, hal itu penting dilakukan agar program kerja yang masih mandek selama 7 bulan pemerintahan ini bisa berjalan.

"Lazim diberikan oleh pemerintah, mereka yang sedang berkuasa biasanya buat peraturan dengan maksud untuk melestarikan masa jabatannya dia. Kita lihat era Jokowi, Ahok dan Djarot. Ini alasan sampe bulan ke 7 Anies-Sandi belum merubah eselon 2 dan eselon 3 banyak yang memasuki pensiun. Penggantian dapat membantu program kerja berjalan cepat," ujarnya dalam diskusi KAHMI JAYA, Jalan Cipinang Baru, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (10/5).

Menurut Amir, hal ini tidak bisa dibiarkan karena banyak dari pejabat yang saat ini menjabat adalah orang-orangnya pemerintahan Ahok dan Djarot. 

Sehingga, kedepannya akan sulit mengompakkan mereka semua untuk satu visi dan misi.

Harapannya, dengan pergantian pejabat eselon di pemerintahan DKI Jakarta mampu mempercepat jalannya program kerja Anies-Sandi untuk membangun kota Jakarta.

"Jika pemerintahan Anies-Sandi Perlu diganti karena posisi pejabat pemerintah yang dilakukan oleh Ahok ada kesengajaan. Jadi sudah saatnya diganti, udah saya katakan kepada Taufik dan Syarif," demikian Amir.

Dalam diskusi tersebut, turut hadir Syarief sekretaris komisi A DPRD DKI Jakarta dari fraksi Gerindra. [Rmol] 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sibuk Kampanye, Sandiaga Cocoklogi Dengan Pilpres Malaysia Sementara Program Kerja DKI Mandek 7 Bulan. Simak Faktanya!"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.