Teori Cocoklogi Maaher At-Tuwailibi Sebut Bom Surabaya Settingan, Terbantahkan Telak Analisis Ali Fauzi Adik Amrozi



Beritaterheboh.com - Ustaz Maaher angkat bicara terkait serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya Jawa Timur, Minggu (13/5/18) kemarin.


Lewat video yang diunggah di youtube dan Facebook Ustadz Maaher At-Thuwailibi, ia mengatakan bahwa dalam syariat jihad, ada lima hal yang tidak boleh dilakukan.


Pertama, tidak boleh membunuh anak-anak.



 Kedua, tidak boleh membunuh orang tua jompo.


Ketiga, tidak boleh membunuh para wanita.


Keempat, tidak boleh merusak tanaman dan pepohonan.


Dan kelima, tidak boleh merusak rumah ibadah, apalagi melakukan pengeboman di rumah-rumah ibadah non muslim orang kafir.


Menurut Ustaz Maaher, empat mazhab dalam Islam sepakati bahwa lima hal itu tidak boleh dilakukan dalam konteks jihad atau peperangan.


“Pertanyaan besar yang perlu kita renungkan, bagaimana mungkin ada jihad dilakukan dengan cara melakukan pengeboman di rumah ibadah orang kafir, melakukan pengrusakan di rumah ibadah non muslim, orang kafir. Ini bukan jihad fisabilillah,” ucap Maaher.


Ustaz Maaher menyebut pengeboman di gereja bukan jihad, melainkan tindak terorisme dan radikalisme.


Menurutnya, Islam bukan terorisme dan Islam bukan radikalisme.


“Ini settingan yang sengaja dibuat untuk membuat Islam ini menjadi tercoreng, citranya menjadi jelek dan buruk. Padahal Islam agama yang rahmatan lil alamin,” tandas Ustaz Maaher.





Statemen Ustadz Maaher At-Thuwailibi ini sebenarnya menjurus kepada siapa?

Siapa yang menseting untuk menjelek-jelekan agama islam?
Polisi kah?

Apakah anda percaya Ustadz Maaher At-Thuwailibi ataukah analisis Ali Fauzi Adik Amrozi yang Juga Mantan Dedengkot JI


Berikut analisis Ali Fauzi:

Ditemui Tribunjatim.com, Minggu (13/5) siang ini, Manzi, panggilan lapangan Ali Fauzi saat di medan tempur, mengungkapkan, teror bom yang meledak di tiga gereja di Surabaya itu adalah bagian dari balas dendam terkait dengan peristiwa di Mako Brimob.

Munuculnya rekaman di video, Instagram, yang menunjukkan bagaimana seorang anggota polisi menyuapi makan napiter dengan kedua tangan diborgol dalam bus dalam perjalanan menuju Nusakambangan, menjadi penyulut kemarahan mereka yang sejalan dengan para napiter.


“Jadi kelompok ini sangat terprovokasi dengan video yang beredar luas itu,” ungkap Ali Fauzi.


Kelompok teroris mana yang beraksi di Surabaya meledakkan bom di tiga gereja ?


Ali Fauzi memantapkan keyakinannya bahwa pelakunya adalah kelompok yang bergerak dalam medio empat hingga lima tahun terakhir.


“Kelompok ini berafiliasi dengan ISIS,” tandasnya.


Tapi mengapa yang jadi sasarannya gereja, Ali membeberkan, sesungguhnya aksi serupa pernah tahun 2000.


Saat itu, gerakan serentak terjadi di sembilan kota termasuk di antaranya di Batam, Pekanbaru, Mojokerto, Bandung, dan Jakarta dengan pengiriman 25 paket bom.


“Yang beda, modelnya antara dulu dan sekarang,” katanya.


Dalam kejadian ini, menurut Ali Fauzi, polisi tidak berarti kecolongan.


Karena pada dasarnya polisi tahu akan ada balasan, hanya tidak diketahui pasti kapan dan dimana akan terjadi.


Negara mana pun bisa mengalami kejadian seperti ini, termasuk di Amerika Serikat.


Jika kelompok teroris mendapat tekanan, maka yang di bawah akan bergerak.


“Mungkin polisi tahu, tapi di mana dan kapan,” katanya.


Kelompok pengebom ini, menurutnya tidak masuk dalam perakit bom besar. Kalaupun ada kebakaran itu hanya efek samping.


Bukan karena efek residunya. Yang muncul api dan terbakar itu ban, tangki bensin dan lainnya.


Sedangkan asap yang membumbung tinggi itu juga akibat efek samping benda-benda seperti ban yang terbakar.


Asap tinggi itu bukan efek residu, makanya warna asapnya hitam bukan putih.


Sementara dominan warna asap yang muncul tadi itu hitam.


“Kalau warna asap juga bisa dipelajari bahan peledaknya dari apa. Tergantung bahannya,” ungkap Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian ini.


Polisi yang olah TKP akan bisa melihat benar apakah itu dampak residu atau bukan.


Dan bisa dicocokkan dengan bahan-bahan yang terbakar di sekitar kejadian.


Jika ada kesamaan pola, maka dengan mudan untuk mengidentifikasinya.


Apakah sama dengan yang dulu (kelompok insiden tahun 2000-an, red) yang berafiliasi dengan ISIS atau tidak.


“Bom dari kelompok baru atau lama,” katanya.


Ali Fauzi menambahkan analisis mendalam yang bisa dipakai jalan dalam proses penyelidikan oleh polisi.


Ia juga menambahkan perihal pelaku bom bunuh yang ternyata seorang perempuan.


Bisa jadi perempuan itu anggota keluarganya, mungkin suaminya masih dalam tahanan, atau anaknya juga dipenjara.


Penjelasan Ali Fauzi terlihat cocok dengan penjelasan dari salah satu akun berikut ini:


1. Ada perbedaan besar antara aksi terorisme dulu dan sekarang. Dulu, aksi2 terorisme dilakukan dg perhitungan yg sangat matang dg bom yg memiliki daya ledak yg sangat besar, contoh Bom Bali, Kedubes Aussie, Marriot dll.



. 2. Sekarang, pola2 aksi terorisme berbeda. Beberapa kejadian seperti serangan bom panci yg gagal di bandung, serangan di thamrin, atau di kampung melayu serta penusukan polisi2 secara individu menunjukkan bahwa para pelaku lebih bermodal nekat daripada otak

3. Mengapa bisa berbeda? Hal ini bisa dijelaskan berdasarkan fakta bahwa pelaku2nya memang berasal dr organisasi atau ideologi yg berbeda. Dulu, para teroris merupakan bagian dari jaringan JI (Jamaah Islamiyah). Sekarang, para teroris merupakan anggota JAD (Jamaah Anshar Daulah)



4. JI memiliki jaringan yg sama dg Alqaidah sedangkan JAD merupakan anak cabang ISIS. kedua organisasi ini memiliki pebedaan yg sangat mendasar dalam tujuan maupun cara mewujudkan tujuan tersebut. Di timur tengah sana, Alqaidah dan ISIS saling bertempur satu sama lain


5.  Alqaidah memiliki tujuan untuk menghancurkan dominasi Amerika yg menurut mereka sedang menjajah negeri2 muslim. Sehingga sasaran mereka lebih ditujukan kepada representasi dari Amerika dan sekutunya itu sendiri. Hal ini dpt kita lihat dr kasus bom Bali, Kedubes Aussie, & mariot


6  ISIS memiliki tujuan untuk mendirikan daulah (negara) dan mereka percaya bahwa satu2nya daulah yg sah di mata Allah adalah daulah mereka. Oleh karena itu, siapapun yg menolak sumpah setia kpd khalifahnya, dihukumi kafir dan sah untuk dibunuh


7. Karena menganggap sebagai satu2nya negara yg sah, NKRI pun dianggap sebagai penyimpangan dan harus dilenyapkan. Untuk itu, maka aparat keamanan harus dihabisi terlebih dahulu sebelum menggabungkan NKRI dlm wilayah ISIS. Hal tsbt jg berlaku untuk negara2 mayoritas muslim yg lain


8. Meskipun seringkali memakan korban sipil yg muslim, Alqaidah tidak pernah (secara teori) memiliki niat untuk menyasar umat muslim. Konon Amrozi cs (para pelaku bom bali 1) berpuasa selama 2 bulan berturut2 setelah mereka mengetahui bahwa ada korban muslim dlm aksi mereka


9. Tentu puasa 2 bulan tsbt tidak bisa membenarkan aksi mereka. Namun, dari sini kita bisa melihat perbedaan tajam antara Alqaidah dan ISIS dalam memandang sasarannya. ISIS tidak akan pernah bepuasa untuk korbannya. Karena bagi mereka "yang lain" adalah "yang sah" untuk dibunuh

10. Sedangkan untuk perkara bom, para anggota JI memiliki pengetahuan yg lebih memadai tentang bagaimana cara merakit/membuat bom secara lebih canggih dan lebih berbahaya. Mereka mempelajari itu semua dari camp2 yg pernah mereka datangi di Afghanistan



11. Tahun 80an, banyak org2 Indonesia pergi ke Afghanistan untuk berjihad melawan Soviet. Sebagai salah satu negara adidaya waktu itu, berperang melawan Soviet bukan hal yg mudah. Sangat berdarah2 dan menghabiskan biaya yg tidak sedikit

12. Namun hal itu justru memberikan pengalaman berharga yg membuat mereka menjadi kombatan yg tangguh dan tidak takut mati. Pengalaman berharga juga didapat dari pelatihan2 bom yg mereka jalani selama berada di sana


13. Orang2 indonesia ini mendapatkan pelatihan perakitan bom dr instruktur2 yg kompeten yg mewarisi ilmu perakitan bom dari para prajurit Soviet yg ditawan dan CIA (kita tahu di masa itu bahwa Soviet adalah musuh besar Amerika)


14. Ketika mereka pulang ke tanah air, sebagian membentuk kelompok bernama JI dan melakukan aksi teror di Indonesia. Berbekal ilmu & pengalaman dr afghan sana, mereka mampu menyerang sasaran dg bom canggih yg memakan bnyak korban jiwa. Sesuatu hal yg blum dimiliki oleh JAD


15. Saya pernah berbincang dg para mantan anggota JI, baik yg masih ditahan maupun sudah bebas. Bahwa mereka sering mendapatkan pesan dari anggota JAD yg bernada bujukan maupun ancaman untuk membagikan ilmu perakitan bomnya kepada anggota JAD. Tentu saja mereka menolak


16. Dan semoga mereka tetap menolaknya karena bisa dibayangkan betapa dahsyat kerusakan yg ditimbulkan jika org2 JAD mewarisi ilmu dari JI ini. Kini JI sendri sudah bubar dan banyak dr anggotanya yg bertobat dan ikrar sumpah setia kepada NKRI


17. ketika saya bertemu dg salah satu pelaku utama bom bali yg masih ditahan dan sudah bertobat, saya pernah bertanya kpd dia mengapa tdk mengajukan grasi kpd presiden? krna telah bnyak berjasa dlm membantu polisi dlm membongkar jaringan teroris dan "men-tobatkan" anggota JI yg lain


18. Dia menjawabnya dengan "saya malu dan merasa tidak pantas melakukan hal itu setelah apa yg saya lakukan kpd rakyat bali dan indonesia"


19. Teror mako brimob dan surabaya telah menujukkan kepada kita level yg lebih sadis dan berbahaya yg bahkan berada di luar nalar para teroris lama. Ketika satu kluarga dilibatkan dlm aksi bom bunuh diri. Hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh anggota JI



20. Ratusan orang simpatisan ISIS telah pulang ke Indonesia. Mereka datang dg ideologi yg sangat berbahaya dan siap menjadikan indonesia sbg pusat ISIS selanjutnya. Dibutuhkan tindakan yg cepat dan efektif yg tdk hanya melibatkan pihak keamanan, namun juga pemerintah & masyarakat


21. jangan pernah ragu untuk melakukan tindakan tegas yg dirasa perlu. Karena mereka pun tidak ragu memenggal kepala tawanannya. Jangan takut & tetap bersatu. Indonesia tdk boleh takut melawan aksi teror. Mari jadikan Indonesia menjadi kuburan terakhir teroris. Sekali & selamanya .
. .
. .

Beritaterheboh.com 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Teori Cocoklogi Maaher At-Tuwailibi Sebut Bom Surabaya Settingan, Terbantahkan Telak Analisis Ali Fauzi Adik Amrozi "

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.