Ditanya Alasan Tidak Menonton Piala Dunia, Prabowo Subianto Curhat Jujur, Saya Sedih dan Prihatin


Beritaterheboh.com - Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto menjawab pertanyaan dari Wakil Ketua Umum Gerindra, Sugiono soal pertandingan Piala Dunia.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Facebook Prabowo Subianto yang ia unggah pada Selasa (19/6/2018).

Di awal video tersebut, Prabowo Subianto menyapa para kader dan simpatisan partai Gerindra.

Tampak ia didampingi 6 kader Gerindra di tingkat pengurus pusat.

Dalam video tersebut, Prabowo mengatakan meski usia mencapai 60-an tahun, ia mengaku masih berjiwa muda.

Pada menit ke 13.00 Sugiono menanyakan perihal pertandingan Piala Dunia.


"Satu hal pak, saya beralih, saya menanyakan soal sesuatu yang lagi trending, soal Piala Dunia pak, bapak tidak menonton dan menyempatkan waktu untuk menonton pertandingan Colombia dan Jepang, kenapa pak?

"Saya sangat suka bola, saya cinta bola, dan ada satu niatan saya, jika saya pensiun dan dapat rezeki saya ingin membangun klub bola terbaik di Indonesia.

Tapi terus terang jika saya melihat Piala Dunia, saya merasa sedih, karena bangsa Indonesia negara keempat terbesar di dunia tidak ada di Piala Dunia itu, dulu waktu kita masih miskin, kita sempat muncul diPiala Dunia itu, kita dulu melawan Uni Soviet, terus terang kalau pertandingan bola di tingkat dunia, terimakasih kepada saudara- saudara yang masih live dengan kita padahal ada pertandingan Piala Dunia.

Tapi Insha Allah jika Gerindra yang memimpin, klub bola Indonesia bisa jadi yang terhebat," ujar Prabowo.

Setelah itu Sugiono melanjutkan pertanyaannya soal penurunan prestasi Indonesia di bidang olahraga.

"Saya memang kalau melihat, kemampuan bangsa Indonesia, tidak kalah dengan bangsa lain, contoh pengalaman saya, waktu saya jadi tentara, saya belajar dari mana-mana, saya belajar dari pasukan khusus Jerman, Amerika, Inggris, Australi, Korea Selatan, dan saya coba ambil ilmu dari mereka, dan saya terapkan di TNI dan Kopasus dan Kostrad.

Dan ternyata prajurit-prajurit Indonesia tidak kalah, nembak, lari tidak kalah kita, meski secara postur tubuh kalah, namun secara kelincahan kita tidak kalah.

Saya bangga, mereka bertanding di kejuaraan militer Australia yang diikuti semua negara, TNI juara, dan juara itu sudah berkali-kali, sudah 15 kali juara.

"Terus pengalaman naik gunung Everest dan kita negara pertama di Asia Tenggara yang bisa mencapai puncak itu, padahal persiapannya cuma 5 bulan, " ujar Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo mengaku berterima kasih kepada simpatisannya yang mendukung dirinya.

"Bapak saya kader bapak dari Sawahan Surabaya, nama saya Detsu, kami bangga menjadi kadermu, bapak adalah payung rakyat, harapan kami sebagai rakyat kecil berada di pundak bapak, kami siap mengawal bapak sebagai pemimpin bangsa dan pemimpin kami."

menanggapi komentar tersebut, Prabowo lantas memberikan tanggapan.

"Saudara Detsu dari sawahan, terimakasih pernyataan dukungan kepada saya, tapi saudara-saudara, saya ingatkan saya setia kepada orang, saya berterima kasih, berbesar hati, tetapi seharusnya saudara-saudara harus setia kepada bangsa dan negara, Prabowo itu hanya alat, ingat ya, saya tidak merendahkan diri, saya bicara apa adanya, rakyat harus bersatu, saya bagian dari anda, dan anda bagian dari saya, jangan menggantungkan diri dari saya, kalau saya sendiri apa kekuatan saya, kalau kita bersama-sama kita akan selamatkan bangsa dan negara kita, dan rakyat kita, percayalah kalau anda bersatu bersama saya, kita bisa melaksanakan yang terbaik untuk bangsa kita," ujar Prabowo.

 Simak selengkapnya:



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ditanya Alasan Tidak Menonton Piala Dunia, Prabowo Subianto Curhat Jujur, Saya Sedih dan Prihatin"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.