Sebelum Mayat dalam Box Dibawa ke Masjid, Korban dan Pelaku Berduaan di Kamar. Pengakuan Kakaknya Bikin Tercengang!


Beritaterheboh.com - Polisi masih mendalami kasus mayat dalam box yang dititipkan Riyadi di musala Al Musyarrofah, Jalan Bakti, RT 03, Desa Pemakuan Laut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (10/6/2016).

Polisi telah menangkap pelaku di tempat tinggalnya di Jalan Sultan Adam, Kota Banjarmasin, Minggu malam (10/6) sekitar pukul 21.00 wita.

Penangkapan Riyadi membuat geger para tetangga. Di mata tetangga, Riyadi dikenal sebagai pria yang baik dan ramah. Ia tinggal ngekos selama satu tahun terakhir.


Ani, pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah pemilik kos mengatakan, sebelum mayat dalam box dibawa ke musala Al Musyarrofah, ia melihat korban masuk ke kamar pelaku pada Sabtu pagi (9/6).

Di dalam kamar, pelaku dan korban hanya berduaan. Wanita berusia sekitar 55 tahun itu mengaku kaget saat mengetahui korban meninggal dalam kondisi tragis.

“Sabtu pagi dia (korban) ke sini. Saya lihat masuk ke kamar Riyadi. Pas tadi pagi, dapat kabar kalau korban meninggal,” ucap wanita berjilbab tersebut.

Ani menduga pelaku dan korban memiliki hubungan istimewa. Namun, Ani tak pernah menanyakan hubungan pelaku dan korban. Ani pun tak tahu apa yang dilakukan korban dan pelaku di dalam kamar.

“Saya hanya bantu-bantu di sini. Bantu bersihin rumah pemilik kost. Saya gak pernah nanya-nanya hubungan mereka,” tambah Ani.


Direktur Reskrimum Polda Kalimantan Selatan, Kombes Sofyan Hidayat yang turun langsung memimpin penangkapan pelaku belum bersedia memberikan pernyataan.

“Nanti ya, nanti Pak Kapolda (yang memberikan keterangan),” ucap Kombes Sofyan Hidayat di lokasi penangkapan pelaku, seperti terekam dalam video yang diposting di Facebook Bpos Online.



Linda Wati merupakan anak bungsu dari enam besaudara. Wanita berusia 32 tahun itu tinggal di Desa Anjir Serapat Timur, Jalan Trans Kalimantan Kilometer 14, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Lind Wati diketahui bekerja di perusahaan PT Plywood Tanjung Selatan (TS), Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalteng).


Kakak kandung korban, Baimunah (44) tak pernah menyangka adiknya mengalami nasib tragis. Baimunah mengaku tidak punya firasat buruk sebelum kematian adik tercintanya itu.

“Tidak ada firasat buruk tentang adik saya, cuma dapat telepon dari pihak kepolisian, disuruh menjenguk di RSUD Ulin Banjarmasin,” kata Baimunah.


Ia menambahkan, korban sehari-hari bekerja di perusahaan Plywood di PT Tanjung Selatan, di Desa Beringin, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Ia menggunakan sepeda motor saat berangkat kerja.

“Dia sering memakai kendaraan Yamaha MX, dia juga pakai perhiasan, ” ujar Baimunah.

Diduga, sepeda motor korban dipakai oleh pelaku ketika mengantarkan boks plastik berisi mayat ke Musala Al Musyaroffah.

“Linda itu orangnya pendiam enggak banyak omong, dia udah lama kerja di TS,” tambah Baimunah.

Jasad Linda Wati ditemukan di dalam musalla Al Musyarafah, Pemakuan Laut, RT 03 Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Sekujur tubuh korban terlipat dalam box plastik itu.(Pojoksatu.id)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sebelum Mayat dalam Box Dibawa ke Masjid, Korban dan Pelaku Berduaan di Kamar. Pengakuan Kakaknya Bikin Tercengang!"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.