Habis Kesabaran! PKS Ngotot Ingin Jatah Cawapres ke Gerindra


Beritaterheboh.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap ngotot meminta jatah posisi calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto. Permintaan ini ditegaskan kembali setelah Partai Gerindra secara resmi mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Permintaan ini menjadi salah satu syarat koalisi PKS untuk mendukung Prabowo dan Gerindra dalam Pilpres 2019.

Menurut Politikus PKS Mahfudz Sidiq, koalisi dengan Gerindra sudah sangat panjang sejak pilpres 2014 akan tetapi tidak mendapat posisi penting dalam koalisi pilpres maupun pilkada.
Posisi PKS hanya sebagai penggembira saja.

Bahkan Ketua Umum PKS Sohibul Iman menyampaikan bahwa hal tersebut adalah persyaratan yang diajukan PKS untuk mendukung Prabowo maju di Pilpres tahun depan.

“Kami sudah menyodorkan sembilan nama yang kami miliki, dan Pak Prabowo sudah tahu nama-nama ini. Kami sampaikan ke Pak Prabowo, kalau Gerindra ingin berkoalisi dengan PKS, maka salah satu syaratnya, PKS minta cawapres diambil dari sembilan nama itu,” ujar Sohibul Iman.

Sohibul mengaku tidak ingin berandai-andai jika Prabowo malah tidak menjadikan kader PKS sebagai cawapres. Menurut Sohibul, sebagai Presiden PKS, dirinya saat ini sedang berusaha keras supaya keputusan majelis syuro agar kader PKS menjadi cawapres, bisa terlaksana. “Saya kan berjuang bagaimana salah satu kader PKS jadi cawapres,” ujarnya.



Manuver Prabowo Jadi Tanda Tanya di Benak Mahfudz Siddiq

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq beserta internal partainya menyoroti serangkaian pertemuan yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. 

Manuver politik yang dilakukan Prabowo memunculkan pertanyaan di sejumlah kalangan PKS tentang maksud dan tujuan Prabowo mendatangi sejumlah elite politik di luar PKS.

"Terus terang PKS memunculkan tanda tanya. Apakah (Prabowo) sudah gak percaya, atau mencari partner baru," kata Mahfudz Siddiq di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/7). 

Mahfudz menyatakan PKS saat ini tidak mau berandai-andai untuk membuka komunikasi dengan partai politik lainnya. PKS akan terus memegang komitmennya menjalin koalisi dengan Gerindra. 


"Maka kewajiban mutlak PKS dengan Gerindra (memilih) satu dari sembilan nama yang sudah diajukan sebagai cawapres. Saya pikir itu posisi PKS, tinggal seni meyakinkan Pak Prabowo. Lebih fokus merangkai strategi," kata Mahfudz. 

PKS telah menyodorkan sembilan nama sebagai cawapres Prabowo. Mereka adalah mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS saat ini Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, mantan Menkominfo Tifatul Sembiring, Muzzamil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.

Mahfudz menyatakan saat ini dari sembilan nama yang sudah mengerucut menjadi dua nama, yaitu Aher dan Salim Segaf Al Jufri. Ia menganggap penyaringan dua nama ini bisa memudahkan Prabowo untuk memilih. 

"Sudah mengerucut kedua nama yaitu Salim pimpinan majelis syuro dan Aher mantan gubernur Jabar. Jadi sudah berkurang pusingnya, dari sembilan jadi tinggal pilih dua. Nah kalau pilih dua, tidur sebentar, ilhamnya dapat," kata Mahfudz

Prabowo belakangan ini menjalin pertemuan dengan sejumlah elite politik. Terakhir, Prabowo melakukan pertemuan dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani pada Selasa kemarin (17/7). 

Prabowo pun saat ini dijadwalkan bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang tengah sakit dan dirawat di RSPAD. (CNNIndonesia.com/beritaterheboh.com)

Berikut videonya:






sumber video: 20.detik.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Habis Kesabaran! PKS Ngotot Ingin Jatah Cawapres ke Gerindra"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.