Viral Penjelasan Craig Chesner dari Eastern Illinois University soal Korban KM Sinar Bangun di Danau Toba. Ini Penjelasannya!


Beritaterheboh.com - DANAU TOBA adalah tujuan wisata populer di Sumatera Utara.

Danau ini luasnya lebih dari 1.145 km persegi dan memiliki kedalaman sekitar 500 meter lebih, yang dikelilingi sedikitnya 7 kabupaten/kota.

Ini adalah salah satu danau yang terbesar di dunia.


Melansir wikipedia, Danau ini mengisi kaldera sebuah gunung berapi kuno yang meletus sekitar 74.000 tahun yang lalu di salah satu letusan terbesar dalam sejarah.

Banyak feri menghubungkan pelabuhan kecil di sepanjang pantai danau ke pulau Samosir yang indah, yang menawarkan hutan, air terjun, dan bukit-bukit.

TRAGEDI DI DANAU TOBA  

KM SINAR BANGUN

Panjang: 17.45 m


Menyelamatkan: (18) | Mayat ditemukan: (3) | Hilang: (193).  *Informasi dari data terakhir disebutkan total jumlah penumpang sebanyak 188 orang. Di antaranya 21 selamat, 3 meninggal dunia, dan 164 belum ditemukan.


Danau ini dikelilingi oleh lereng curam yang turun ke garis pantai dan jauh di bawah permukaan danau.

Kaldera terbentuk 74.000 tahun yang lalu ketika letusan super meninggalkan kawah besar yang diisi dengan air selama ratusan tahun.

Ribuan tahun kemudian, dari tengah-tengah danau berangsur-angsur muncul pulau Samosir, naik 700 meter di atas permukaan danau yang sekarang.


Sekitar sepuluh tahun yang lalu, detail dasar danau pada dasarnya tidak diketahui, dan masih belum sepenuhnya disurvei.

Namun, pada tahun 2005 dan 2008, tim ahli geologi yang dipimpin oleh Craig A. Chesner dari Eastern Illinois University meneliti sekitar 600 kilometer danau dengan menggunakan peralatan sonar.

Hasil survei tersebut membentuk basis data batimetrik dalam peta ini.


Tempat Peristirahatan Terakhir

Setelah dihentikannya pencarian dan pengevakuasian jasad para korban, dalam pemberitaan Tribun-Medan.com sebelumnya, sebuah monumen akan didirikan oleh pemerintah.

Pembangunan monumen itu kata Bupati Simalungun, JR Saragih, untuk mengenang para korban KM Sinar Bangun.

Craig Chesner, seorang ahli geologi dari Eastern Illinois University yang pernah melakukan survei dan penelitian terhadap Danau Toba pada tahun 2012, mengatakan bahwa feri KM Sinar Bangun itu tenggelam "di bagian paling terdalam seluruh danau".


"Jika kapal feri tersebut tenggelam di kedalaman 450 meter dari permukaan air, itu tidak mungkin bertengger di dinding kaldera yang curam, tetapi mungkin terletak di lantai dasar yang relatif datar dari sebuah palung yang agak sempit tidak jauh dari pangkal tembok." jelas Chesner yang dilansir dari straitstimes.

Menurut Chesner, feri KM Sinar Bangun yang beristirahat di kedalaman 450 meter di bawah air itu merupakan 10 kali lebih dalam posisinya dari tragedi tenggelamnya kapal feri Sewol di perairan Laut Kuning, Korea Selatan pada tahun 2014 lalu.

"Saat itu 304 orang penumpang meninggal dunia dari total 476 penumpang yang ditemukan. Butuh waktu hampir tiga tahun untuk mengangkat puing-puing feri Sewol. Namun, ini lebih jauh kedalamannya seperti tenggelamnya Titanic di laut terbuka," katanya. 

Sementara itu, menurut Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Muhammad Ilyas, tim telah mempertimbangkan untuk meminjam kendaraan bawah air yang lebih berat dari Singapura untuk mengambil korban dan kapal, tetapi rencana itu dibatalkan karena akan memakan waktu lebih dari tiga minggu merakitnya di Danau Toba, karena perairan Danau Toba bukan laut terbuka. "Jadi proses untuk menurunkan alat yang lebih berat akan memakan waktu cukup lama dan biaya cukup mahal," jelasnya kepada straitstimes. 



Operasi pencarian

Tim dari Basarnas pun menggunakan kendaraan bawah permukaan air yang dioperasikan dari jarak jauh (Remotely Operated Vehicle {ROV}) untuk menemukan jasad dan bangkai kapal.

Selama pencarian di bawah air, ROV pun menemukan visual posisi kapal dan jasad di kedalaman 450 meter.

Namun, selanjutnya operasi pencarian dan pengangkatan jasad yang disebutnya sebanyak 164 orang itu dihentikan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Penghentian itu tepatnya pada hari Senin, 2 Juli 2018, dua minggu setelah kapal feri itu tenggelam.


Terlepas dari pro dan kontra di masyarakat, tentu pemerintah punya pertimbangan tersendiri dalam menghentikan proses evakuasi jasad dan bangkai kapal tersebut ke permukaan. 


Masa lalu yang bermasalah

Indonesia sering menderita tenggelamnya kapal, dengan aturan dasar keselamatan sering dilanggar dan kapal-kapal kelebihan muatan.

Menurut catatan Baird Maritime Passenger Vessel Accident Database yang dilansir reuters  telah terjadi lebih dari 600 (645) kecelakaan kapal penumpang yang mengakibatkan lebih dari 33.000 (33.703) korban jiwa sejak tahun 2000.

Dari insiden kecelakaan kapal tersebut, Indonesia menyumbang lebih banyak daripada negara lain.

Indonesia mendominasi hampir seperempat insiden.

Sementara diikuti oleh Filipina, Bangladesh, dan China.


Berikut jumlah data insiden kapal penumpang sejak tahun 2000 yang mengakibatkan kematian penumpang.

Dalam laporan Reuters, Indonesia disebutkan memiliki jumlah insiden tertinggi yang tercatat oleh negara mana pun. Di dunia, negara-negara di Asia merupakan setengah dari insiden tersebut.

Selain itu juga dari Afrika dan Amerika Tengah.

Kapal Tenggelam

Dari sekitar 51% insiden kecelakaan tersebut menyebabkan kapal tersebut tenggelam.


Kelebihan Muatan (Overloading)

Dari insiden kecelakaan ini, sekitar 17% disebabkan karena kelebihan muatan (overloading).

Hal ini diduga menjadi faktor tenggelamnya Danau Toba, selain terjangan ombak dan angin kencang.

Dari penjelasan Kementerian Perhubungan, bahwa kapasitas KM Sinar Bangun seharusnya 40 orang, tapi naik menjadi lima kali lipat.


Kematian

Sebagian besar kematian karena kecelakaan yang disebabkan kelebihan muatan (overloading).

Hampir 14.000 orang tewas dalam insiden tersebut sejak tahun 2000.

Itu sekitar 41% dari total kematian pada periode yang sama.



(Sumber: fingfx.thomsonreuters.com/straitstimes.com/Tribun-medan.com)







Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Viral Penjelasan Craig Chesner dari Eastern Illinois University soal Korban KM Sinar Bangun di Danau Toba. Ini Penjelasannya!"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.