Detik-detik Memalukan! Kasatgas Pangan Polri Skak Mardani Ali Sera di Mata Nazwa Soal Harga Telur 11 Ribu


Beritaterheboh.com - Pernah dengar Mardani Ali Sera bilang kalau harga telur turun jadi Rp 11.000 maka gerakan makar 2019 ganti presiden akan mati? Nah di bawah ini akan saya cantumkan pernyataan Mardani.

"Tagar ini akan mati ketika harga telur Rp 11 ribu, harga daging Rp 50 ribu, harga listrik murah. Karena ketidakpuasan sama pemerintah tinggi, (maka) tagar ini naik. Tapi kalau kepuasan terhadap pemerintah tinggi, tagar ini nggak ada, hilang dengan sendirinya." (Mardani Ali Sera, Detik)

Melihat pernyataan Mardani di atas sepertinya baik sekali perjuangan gerakan makar ini, ya kan, harga telur Rp 11.000, daging Rp 50.000, harga listrik murah. Rakyat pasti berterima kasih sekali kepada Mardani. Siapa tidak akan tergiur dengan tawaran seperti itu? Sama seperti tukang obat kuat jual kuat dijamin tahan semalaman, langsung banyak pembeli. Setelah dicoba ternyata se-menit sudah tumbang.

Demikian juga tawaran Mardani, hanya mimpi di siang bolong dan menyesatkan. Kalau sekarang harga telur ayam di tingkat peternak kisaran Rp 17.000 – 19.000 /kg dengan biaya pakan Rp 5.000 – 6.000 /kg maka harga telur di pasar kisaran Rp 23.000 – 25.000 /kg.

Bayangkan kalau harga telur ayam Rp 11.000 /kg berapa harga telur ayam di peternak. Bisa jadi harga di peternak jadi kisaran Rp 5.000 – 7.000 /kg dengan biaya pakan Rp 5.000 /kg. Akibatnya, peternak ayam petelur akan gulung tikar. 

Sontak saja statemen Mardani langsung kena skak mat Kasatgas Pangan Mabes Polri Irjen Setyo Waskito pada acara mata Najwa 5/9/2018, berikut video dibawah ini mulai menit 11.01




Menurut Athung, Sekjen Pinsar Petelur Nasional seperti dikutip dari Kumparan (24/7/2018), biaya produksi telur per kilogram adalah sebesar Rp. 19 ribu. Sedangkan Mardani ingin pemerintah membuat harga jual telur ayam sebesar Rp. 11 ribu.

Apakah peternak harus jual rugi?

Harga sapi hidup di tingkat peternak adalah menurut Nanang Purus Subendro seorang peternak sapi di Lampung kepada bisnis.com (29 Mei 2017) adalah Rp. 45 ribu per kilogram. Menurut Nanang dengan harga sebesar itu peternak cuma untung sedikit. Mardani menginginkan harga daging di angka Rp 50 ribu per kg.

Yang harus diketahui adalah bahwa dari sapi hidup hanya bisa diperoleh daging kualitas bagus yang bisa dijual dengan harga tinggi adalah sekitar 40%. Hal ini disampaikan oleh Ferry Kurniawan seorang pengusaha penggemukan sapi dalam diskusi di Smesco (detik 5 Juni 2017).

Jadi misalnya sapi hidup seberat 300 kg hanya bisa menghasilkan daging dengan harga tinggi sebesar 120 kg. Bagaimana mungkin bisa dijual dengan harga Rp 50 ribu per kg?

Apakah pedagang dan peternak harus jual rugi?

Saya tidak bisa menjawab bagaimana caranya keinginan menjual telur seharga 11 ribu per kg dan daging sapi seharga 50 ribu per kg bisa terwujud. Dengan kenyataan modal produksinya lebih dari itu.

Mungkin ada diantara pembaca yang bisa menjawab?

(Seword.com/Kompasiana.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Detik-detik Memalukan! Kasatgas Pangan Polri Skak Mardani Ali Sera di Mata Nazwa Soal Harga Telur 11 Ribu"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.