Bagai Ditempeleng Bolak-balik, Jawaban Menohok PKS Gara-gara Prabowo Tak Tepati Kursi Wagub DKI Jakarta


Beritaterheboh.com - Pasca mundurnya Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno untuk maju ke pemilihan presiden, hingga kini partai Gerindra dan PKS terus berpolemik dalam menentukan sikap memilih sosok wagub DKI Jakarta pengganti Sandi. Sementara persoalan yang dihadapi Pemprov DKI kini kian berat.


Ancaman PKS mematikan mesin partai untuk tidak mendukung Prabowo-Sandi pun terus menggema.


Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi menegaskan bahwa hampir seluruh kader, terutama kader muda PKS DKI Jakarta mengancam akan melakukan hal tersebut jika posisi Wakil Gubernur DKI yang ditinggalkan Sandi hampir tiga bulan itu tidak diberikan kepada partainya.


Menurut Abdurrahman, kader-kader PKS Jakarta tetap akan memegang janji Gerindra yang akan menyerahkan posisi wakil Anies Baswedan di Jakarta kepada partainya.


Apalagi keputusan tingkat tinggi yang dihasilkan oleh Gerindra dan PKS memutuskan agar koalisi bergerak memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 dan kursi Wagub DKI diserahkan kepada PKS.


“Jadi itu hasil keputusan tingkat pusat atau tingkat tinggi. Menangkan Prabowo-Sandi dan Wagub DKI untuk PKS. itu janjinya,” tegas Abdurrahman, Senin (29/10).


“Kalau mau jadi presiden atau pemimpin tingkat nasional harus bisa tunaikan janji yang diberikan. Tingkat daerah aja kita tagih, apalagi nasional. Lagian jenderal itu pantang ingkar janji,” tegasnya kembali.


Menurut Abdurrahman, jika masalah Wagub DKI ini terus terulur, maka nuansa koalisi Gerindra-PKS dari Jakarta hingga pusat dipastikan akan rusak. Selain itu, lanjut dia mengatakan pelayanan terhadap umat, terkhusus warga DKI akan terbengkalai.




“Kader PKS sudah kesal, kok urusan Wagub DKI saja tidak bisa komitmen karena awalnya yang dijanjiin PKS,” jelas dia.


Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Luky Sandra Amalia mengungkapkan kekecewaannya kepada Gerindra dan PKS yang terus berpolemik soal wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.


Menurut dia, polemik tersebut membuktikan bahwa kedua partai tak peduli dengan kepentingan warga ibu kota. “Parpol kembali meletakan semata kepentingan politik partai atau mengakomodasi masyarakat Jakarta, maunya apa. Perilaku politik seperti ini jelas tidak bagus karena merugikan publik, ” ujarnya di Jakarta, Senin (29/10).


Ia mengaku heran karenea sampai saat ini Prabowo selaku ketua umum Partai Gerindra belum memberikan instruksi mengenai pengganti Sandiaga. Di sisi lain, PKS tak mau kehilangan kesempatan mendudukkan orangnya sebagai wagub.


Ketidaktegasan Prabowo tersebut justru membuat PKS terus bermain mata agar mendapat kursi Wagub.


Sebelumnya, Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai ada sandiwara politik dari PKS dan Gerindra. Jerry menduga, kedua partai akan terus bersandiwara hingga pilpres 2019 nanti. Tentu saja, warga Jakarta yang dirugikan.


“Seperti ada unsur kesengajaan atau sebuah sandiwara politik yang dimainkan sampai tahun depan. Saya curiga mereka menunggu hasil Pilpres baru diumumkan, siapa yang jadi wakil gubernur,” kata dia.


Dia curiga, kalau pun kemudian koalisis Prabowo-Sandiaga kalah di Pilpres, maka Sandiaga akan kembali lagi menjadi wakil gubernur.


Menurut Jerry, jika skenario itu terjadi, sungguh tidak etis. Alhasil, sudah seharusnya Gerindra dan PKS segera menunjuk siapa pengganti Sandiaga. Pasalnya, Jakarta memerlukan perbaikan dan percepatan pelayanan publik.


“Kalau Sandiaga kalah bisa saja dia balik menjadi wagub DKI Jakarta. Sudah seharusnya dipercepat jangan tunggu sampai tahun depan,” kata dia.(CNNindonesia.com/Jakartabisnis.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bagai Ditempeleng Bolak-balik, Jawaban Menohok PKS Gara-gara Prabowo Tak Tepati Kursi Wagub DKI Jakarta"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.