Kapolda Sumsel Ungkap Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Palembang, Bukti-bukti Ini Jadi Petunjuk!


Beritaterheboh.com - Peristiwa yang menewaskan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak di Perumahan Vila Kebun Sirih, Palembang, Sumsel, pada Rabu (24/10) dipastikan murni bunuh diri.

"Labfor memastikan baik di tangan, punggung tangan maupun di telapak tangan, itu gone short residunya ditemukan."

"Dan dipastikan bahwa si Fransiskus Xaverius Ong itulah yang menembakkan senjata, dengan kata lain dialah yang membunuh ketiganya dan dirinya sendiri," kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kamis (25/10) sore.


Zulkarnain menambahkan, kepolisian juga menemukan surat wasiat yang ditinggalkan mendiang terakhir kali adalah benar jika itu tulisan tangan FX Ong.

"Berdasarkan hasil Pengolahan dan pembuktian secara ilmiah, surat wasiat yang ditinggalkan ada kecocokan dengan buku agenda yang kita temukan dan kita bandingkan, dan sama." Tambahnya.

Ia juga menjelaskan jika dengan hasil investgasi ilmiah ini tidak mungkin ada orang yang merekayasa

"Labfor sudah memastikan itu adalah tulisan tangan dia, artinya tidak mungkin ada orang yang merekayasa," jelasnya.


Selain itu senjata yang digunakan adalah senjata yang sudah dimodifikasi.

"Senjata api yang digunakan untuk melakukan bunuh diri, itu merupakan senjata modifikasi."

"Karena gagangnya asli tetapi larasnya tidak ada alur dan dipastikan itu senjata rakitan dan peluru pabrikan," ungkapnya.


"Dari labfor berdasarkan hasil dan bukti-bukti tersebut dan hiporesis penyidik bahwa ini kasus bunuh diri" tandasnya.

Menurut Zulkarnain, Fransiskus sudah matang untuk melancarkan aksi bunuh diri. Sedangkan senjata yang dipakai, merupakan senjata pabrikan yang sudah dimodifikasi. 

Zulkarnain mengatakan, sebelum bunuh diri, Frans menembak anaknya terlebih dahulu, lalu istrinya dan terakhir dirinya.

"Untuk senjata api. memang gagangnya itu pabrikan, tapi yang lainnya rakitan ya," imbuhnya.

Saat bunuh diri, memang ada 2 pembantu Frans di rumah tersebut. Namun, 2 pembantunya tak mendengar suara letusan senjata itu.

"Jadi kenapa suara tembakan tidak ada terdengar, ya mungkin karena pembantu sedang tidur. Revolver juga suaranya tak terlalu keras, apalagi di kamarkan," tutupnya.

Aksi bunuh diri sekeluarga ini terjadi pada Rabu (24/10) di kediaman korban, Jalan Said Toyib, Kompleks Villa Kebun Sirih, Palembang. Fransiskus Ong, Margareth (43), Rafael (18) dan Ketty (11) tewas dengan luka tembak di kepala. 



Polisi Pastikan Fransiscus Tembak Istri dan Anak Sebelum Bunuh Diri


Autopsi terhadap satu keluarga yang ditemukan tewas tertembak di Palembang, Sumatera Selatan, telah selesai. Polisi memastikan Fransiscus menembak istri dan anaknya, lalu bunuh diri.

"Hasil autopsi telah selesai semua, dapat disimpulkan bahwa Fransiscus Xaverius bunuh diri. Namun sebelum dia nembak diri sendiri, istri dan kedua anaknya lebih dulu dia tembak," kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain, Kamis (25/10/2018).


Kesimpulan ini diambil usai tim forensik memeriksa senjata api yang ditemukan di tangan Fransiscus. Bahkan hasil dari penelitian gun shoot recidu (GSR), ada ditemukan mesiu di tangan Fransiscus.

"Seperti hipotesis di awal dia ini bunuh diri. Ya sesuai dengan hasil Puslabfor, Fransiscus ini memegang senjata dan ditemukan di tanganya ada mesiu usai melepaskan tembakan," kata Zulkarnain.

Dengan bukti itu, Zulkarnain memastikan Margareth (43), Rafael (18) dan Ketty (11) tewas di tangan Frans. Tidak hanya itu, senjata yang digunakan juga merupakan senjata api rakitan. 

"Dengan hasil ini, dapat saya simpulkan. Pertama jika ini murni bunuh diri. Kedua, senjata yang dia pakai juga rakitan. Dan yang terakhir terbukti jika tulisan lembar kertas itu tulisan Fransiscus Ong," tegas mantan Kapolda Riau tersebut.


Sebagaimana diketahui, warga di Jalan Said Toyib, Kompleks Villa Kebun Sirih, Palembang, mendadak heboh setelah adanya penemuan satu keluarga yang tewas.

Korban ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu pembantunya Dewi akan membangunkan Ketty dan Rafael saat sarapan dan berangkat sekolah.

Pengakuan ART

Isu adanya kehadiran orang ketiga hingga memicu perceraian pun kini terus digali oleh Polresta Palembang.

Itu berdasarkan keterangan dari dua asisten rumah tangga korban, Dewi (28) dan Sarah Perdinanti (20).

Menurut Sarah, beberapa waktu belakangan, FX Ong yang akrab dipanggil Koko itu memang mengalami kondisi rumah tangga tak harmonis bersama istrinya, Margaret Yentin Liana (43).

Baca: Satu Keluarga Tewas, Polisi Temukan Surat Wasiat: Aku Sudah Sangat Lelah, Maafkan Aku

FX Ong diduga memiliki wanita idaman lain sehingga membuat Margaret hendak menggugat cerai suaminya tersebut.

“Cece (Margaret) sering buka HP Koko (FX Ong) dan pernah lihat ada wanita lain. Mamanya Cece cerita ke orang lain, sehingga sering ribut,” kata Sarah, usai menjalani pemeriksaan di Polda Sumsel, Rabu malam (24/10/2018).


Perebutan hak asuh anak antara Margaret dan FX Ong, menurut Sarah, sering membuat keduanya bertengkar. Sebab, FX Ong enggan melepaskan hak asuh anak mereka kepada istrinya tersebut. Advertisment “Koko enggak mau anaknya diasuh Cece, jadi suka ribut begitu (soal hak asuh anak) ”ujarnya.

(detik.com/Tribunnews.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kapolda Sumsel Ungkap Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Palembang, Bukti-bukti Ini Jadi Petunjuk!"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.