Lion Air Jatuh Boyong 179 Penumpang, 7 di Antaranya Pejabat, Pegawai BPK hingga DPRD. Ini Data-datanya!


Beritaterheboh.com - Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan terdapat beberapa pejabat daerah yang berada dalam pesawat Lion Air JT610 yang hilang kontak pada Senin (29/10/2018) pagi.

Hingga saat ini berdasarkan informasi yang beredar jumlah penumpang dalam pesawat tersebut sebanyak 179 orang terdiri dari 124 penumpang laki-laki, 54 orang perempuan 2 bayi, dan 1 anak-anak.

Ia mengatakan pejabat daerah tersebut antara lain, para anggota Dwwan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Anggota Kepolisian, Badan Pemeriksa Keuangan dan lainnya.
"Belum dapat kita pastikan tapi ada anggota DPRD, dari kepolisian serta BPK juga," ujarnya.
Berdasarkan data manifes penumpang yang diterima DPRD Babel sementara ini ada 7 yang diketahui menjadi korban.



Mereka adalah M Syafei selaku pendamping, Tessa Kausar, Notulen Komisi 4, HK Djunaidi, Komisi 4, Muktar Rasyid, Dollar, Eling Sutikno, Murdiman.

Sementara untuk anggota dewan lainnya, Mugni belum diketahui kabarnya.
"Data itu manifes penumpang yang memang pesan tiket melalui staf DPRD," kata Syaifuddin, Sekwan Babel.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 kru pesawat.


Lokasi Jatuh Pesawat
Pesawat Lion Air JT610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak pada Senin (29/10/2018) pagi.

Saat ini manajemen Lion Air masih menyelidiki kabar mengenai pesawat yang hilang kontak tersebut.

Dilansir dari situs FlightRadar, penerbangan itu menggunakan pesawat dengan kode B38M, yaitu dengan pesawat Boeing 737 MAX 8. Adapun, registrasi pesawat adalah PK LQP.

Dilansir dari situs Planespotter.net, pesawat tersebut terbilang baru. Sebab, data di situs itu mengungkapkan pesawat baru diterima Lion Air pada Agustus 2018. 

Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, sekitar pukul 06.10 WIB. Sedianya, pesawat mendarat di Bandara Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB.

Sejauh ini status pesawat masih belum diketahui atau unknown. Terakhir, pesawat itu diketahui berada di koordinat 05 48.934 S 107 07.384 E.

Lion Air juga belum menjelaskan berapa jumlah penumpang dan awak pesawat yang ada dalam pesawat tersebut.

Pihak AirNav Indonesia yang dihubungi Kompas.com juga mengaku bahwa pihaknya sudah menerima laporan pesawat Lion Air JT-610 hilang kontak.

Sedangkan, Kepala Kantor SAR Pangkal Pinang, Danang Priandoko mengatakan, pesawat hilang kontak di perairan laut Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

"Pesawat menuju Pangkal Pinang, namun hilang kontak beberapa menit setelah berangkat," kata Danang saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin. 

Hingga saat ini belum diketahui kepastian mengenai pesawat tersebut.

Keterangan Basarnas Posisi Pesawat

Pesawat Lion Air JT 610 penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang yang sebelumnya dikabarkan jatuh, dipastikan Basarnas mengalami kecelakaan.

"Sudah dipastikan jatuh," kata Humas Basarnas Yusuf Latif kepada Kompas.com, Senin (29/10/2018) pagi.

Menurut dia, pesawat itu jatuh di perairan dekat daerah Karawang, Jawa Barat. "Di daerah Karawang, jumlah penumpang belum diketahui," tambahnya.

Pesawat Lion Air itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB tujuan Pangkal Pinang. Kemudian mengalami hilang contact pukul 06.33 WIB.

Anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), memastikan ada pesawat Lion Air tersebut jatuh di dekat fasilitas mereka yang berada di lepas pantai di utara Bekasi, Jawa Barat.

Lokasi jatuhnya pesawat di dekat fasilitas milik PHE ONWJ namun tidak terkena sarana dan prasarana Pertamina di sana.

"Informasi dari lapangan, pesawat jatuh di lapangan Mike blok ONWJ, tapi masih jauh dari fasilitas anjungan kami," kata VP Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/10/2018) pagi.

Ifki menjelaskan, informasi adanya pesawat jatuh diterima pukul 06.33 WIB.

Menurut laporan dari petugas PHE di lapangan, mereka melihat adanya puing-puing pesawat, bahkan kursi duduk penumpang yang terlepas.

Dari informasi terkini, sudah ada personel Satpol Air yang menuju ke lokasi jatuhnya pesawat. Pihak Pertamina Hulu Energi juga telah mengerahkan tim tanggap darurat untuk menuju ke lokasi.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang dikabarkan hilang kontak saat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.10 WIB pagi ini.

Sedianya, pesawat tersebut tiba di Bandara Depati Amir pukul 07.20 WIB, tapi sampai sekarang belum ada kepastian terhadap informasi tersebut.(*)


Data manifes penumpang viral di medsos







 Daftar nama PNS (Kemenkeu/BPK/BPKP) yang ada di dalam pesawat Lion Air JT-610

Pegawai Ditjen Kekayaan Negara :
1. Reni Ariyanti - Kepala KPKNL Pangkal Pinang (DJKN)
2. Dwinanto - Kepala Seksi (DJKN)
3. M. Jufri - Kepala Seksi (DJKN)

Pegawai Ditjen Perbendaharaan :
1. Abdul Khaer, Kasi PPA 2 b
2. Eko Sutanto, Kasi PSAPP
3. M. Fadillah, Kasi ASPLK
4. Joyo Nuroso, Kasubag Umum KPPN Pangkalpinang
 5. Ahmad Endang Rochmana, Kasubag Keuangan Kanwil

Pegawai Ditjen Pajak
KPP Pratama Bangka :
1. Pratomo Wira Dewanto
2. Hesti Nuraini
3. Maria Ulfa
4. Rivandi Pranata
5. Junior Priadi

KPP Pratama Pangkalpinang : 
1. Achmad Sukron Hadi
2. Tri Haska Hafidi

Kasi:
1. Firmansyah Akbar (Kasi Penagihan)
2. Rr. Savitri Wulurastuti (Kasi Wk. I)
3. Ari Budiastuti (Kasi Eksten)
4. IGA Ngurah Metta Kurnia (Kasuki)

AR:
1. Nicko Yogha Marent Utama


Pegawai BPK:
1. Harwinoko
2. Imam Riyanto
3. Dicky Jatnikan
4. Ahmad Shobih
5. Yunita Sapitri
6. Zuiva Puspitaningrum
7. Yoga Perdana
8. Yulia Silvianti
9. Martua Sahata
10. Riski Amelia


Pegawai BPKP:
1. Haris Budianto


Beritaterheboh.com/Tribunnews.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lion Air Jatuh Boyong 179 Penumpang, 7 di Antaranya Pejabat, Pegawai BPK hingga DPRD. Ini Data-datanya!"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.