Daniel Mananta Curhat Soal Operasi Tenggorokan & Niat Mundur dari Film A Man Called Ahok


Beritaterheboh.com - Daniel Mananta sempat berada di posisi dilema saat dipilih sutradara film A Man Called Ahok untuk menjadi pemeran utama. Di satu sisi Daniel bangga mendapat peran besar dalam sebuah film, namun di sisi lain ia merasa tak percaya diri dan berniat mundur.

“Ini yang gue pelajari. Tantangan terbesar gue, jujur nih ya adalah mengalahkan kekhawatiran di dalam diri sendiri. Karena gue adalah orang yang sering banget menghakimi diri sendiri, lebih parah dari orang di sekitar gue. Gue orang yang kritis banget, dan itu sudah mulai tidak sehat. Ketika dibilang kayak, Nil (Daniel), lo bakal jadi aktor untuk main film Pak Ahok, gue langsung bilang, kok lo dipilih? Lo memang pede kalau orang bandingin lo sama Pak Ahok? Lo memang bisa? Gue yang ngomong ke diri sendiri. Dan itu gue takut banget. Gue sempat ngomong ke manajer gue, bro, gue nggak pede, gue rasa ini lebih cocok orang lain. Apa kita mundur saja dari film ini?” cerita Daniel saat ditemui di Kantor Indigo, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (1/11).


“Manajer gue encourage sama gue, nih, mereka pilih lo karena mereka percaya sama lo. Kalau mereka saja sutradara film terkenal percaya sama lo, kenapa lo nggak percaya sama diri lo sendiri? Lo kan bukan orang film, lo presenter, jadi jangan menilai diri sendiri-lah,” lanjut Daniel menirukan obrolannya dengan sang manajer.

Daniel yang awalnya tak percaya diri akhirnya berubah pikiran. Ia berhasil melawan rasa takut dalam diri yang berlebihan, dan ia bisa dibilang berhasil memerankan karakter Ahok.

“Dari situ gue akhirnya mengalahkan kekhawatiran gue dan gue pede banget memainkan Pak Ahok selama syuting,” tutupnya. O vin

Tak Bisa Sembarangan, Ini Cara Daniel Mananta Keluarkan Suara Khas Ahok


Video cuplikan film A Man Called Ahok yang beredar beberapa waktu lalu, membuat Daniel Mananta menjadi bahan pembicaraan. Pasalnya suara pria yang sebelumnya dikenal sebagai VJ ini, dinilai sangat mirip dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang asli.

Ternyata suara ini keluar dari tenggorokannya, karena tindakan medis yang pernah dijalani Daniel Mananta.

"Tahun 2012 sempat ada tumor jinak di pita suara gue sehingga gua sempat kehilangan suara," tutur Daniel Mananta saat bertandang ke kantor Liputan6.com di Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Meski sudah menjalani operasi, suaranya sempat tak kembali untuk beberapa lama. Hal ini, jelas membuatnya terpuruk.

"Gue enggak mengira kalau saat paling depresi dalam hidup gue, saat gue jatuh banget. Itu akan digunakan Tuhan untuk sebuah film layar lebar," tutur Daniel Mananta.

Tidak Sakit Tenggorokan

Meski harus merekayasa suaranya agar menjadi serak selama syuting film yang akan tayang pada 8 November mendatang ini, Daniel Mananta mengaku tenggorokannya tak sakit atau mengalami masalah karenanya.

"Enggak sama sekali, aneh banget. Sempet kehilangan suara, tapi itu karena gue demam. Karena saat itu syuting panas-panas jadi gue drop," tuturnya.


Butuh Persiapan

Meski tak kesulitan menirukan suara Ahok, tapi Daniel Mananta tetap memiliki persiapan khusus untuk melakukan hal ini. "Untuk mendapatkan suara Ahok tersebut, jujur gue perlu preparation banget. Gue butuh sepuluh menit," tuturnya.

Pada lima menit pertama, Daniel akan mengubah gestur tubuhnya menjadi seperti Ahok. Ia bahkan mengenakan kacamata seperti Ahok, juga membutuhkan lokasi khusus untuk memperdalam karakternya.

"Jadi kalau misalnya sekarang gue disuruh bersuara seperti Ahok, yang ada cuma keluar suara Daniel lagi serak," kata dia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Daniel Mananta Curhat Soal Operasi Tenggorokan & Niat Mundur dari Film A Man Called Ahok"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.