Bikin Merinding! Cerita Korban Tsunami Yang Juga Nonton Konser Seventeen, Terlempar Ratusan Meter dan Pegangan Pohon


Beritaterheboh.com - Tsunami Selat Sunda merenggut ratusan jiwa. Salah seorang korban selamat, menceritakan dasyatnya terjangan tsunami yang menewaskan istri dan seorang anaknya itu.

"Itu sudah hari kedua, sudah acara terakhir, acara utama. Intinya tiba-tiba air sudah datang saja," kata Didik Fauzi Dahlan kepada para wartawan ditemui di rumah duka di Dukuh Tegalrejo, Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Senin (24/12/2018). 

Istrinya, Briliyan Parmawati dan anaknya yang nomor dua, Fahmi Razindra Dahlan (8), meninggal dunia dalam musibah ini. Sedangkan Didik bersama anak pertamanya, Narina berhasil selamat. 

Fauzi mengungkapkan bahwa dia bersama keluarganya mengikuti gathering PT PLN di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. "Posisi saya waktu itu di bangku paling depan, memang kursinya di situ. Saya bersama dua anak dan istri saya," jelas Fauzi. 

Tiba-tiba panggung hiburan yang sedang menghadirkan Grup Band Seventeen dan sejumlah artis lainnya itu roboh. Kemudian air langsung menghantam dan menyeret semua barang dan orang-orang di sana. 

"Mungkin saya kelempar kira-kira ada 500-an meter. Yang saya ingat saya melewati tiga pohon. Karena satu pohon pegangan kelempar lagi, pohon kedua pegangan (lalu) kelempar lagi. (Pohon) Ketiga baru berhenti di situ dan itu sudah di atap bangunan. Atap bangunan turun saya ikut turun," kata dia. 

Dia kemudian berenang di antara reruntuhan pohon dan puing bangunan, untuk mencari anak dan istrinya. Empat kali dia berenang berputar-putar, tiba-tiba dia mendengar suara anaknya pertamanya, Narina. 

"Ayah-ayah. Terus saya ambil dan saya bawa berenang ke pinggir," ujarnya.

Dia lalu berenang lagi mencari istri dan satu anaknya lagi. Namun dia tidak bisa berenang jauh-jauh karena anaknya tidak mau ditinggal. 

"Kondisi malam itu gelap," imbuhnya. 

Fauzi menceritakan, saat upaya penyelamatan korban-korban yang masih hidup malam itu, ada yang berteriak bahwa air kembali naik. Sehingga dia kembali berenang ke pinggir dan menyelamatkan anaknya, Narina.

"Tenaga juga sudah habis, ya sudah saya bawa anak saya menyelamatkan diri dulu. Saya pikir istri dan anak saya mungkin sudah diselamatkan lainnya," katanya lagi.

Istri dan anaknya baru ditemukan pada esok harinya dalam kondisi meninggal dunia. 


"Driver saya selamat dan baru ketemu siang hari di pengungsian di masjid. Saya minta tolong untuk kembali ke sana (lokasi) mencari istri dan anak saya, bagaimanapun keadaannya tolong lapor," tambah Fauzi. 

Siang hari, akhirnya dia mendapat kabar dari sopirnya tersebut. 


"Pak, Fahmi (anaknya) sudah ditemukan. Innalillahi waina ilaihi rojiun, sudah meninggal dunia. Setengah menit kemudian dia bilang lagi, Pak, Ibu (istri Fauzi) sudah ditemukan, Innalillahi waina ilaihi rojiun, sudah meninggal," kata Fauzi menirukan laporan sopirnya. 

Kedua orang yang dicintai dan dikasihinya itu, siang tadi telah dimakamkan di pemakaman umum Desa Sambi, Kecamatan Sambi, Boyolali. Di kampung halaman Fauzi. (detik.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bikin Merinding! Cerita Korban Tsunami Yang Juga Nonton Konser Seventeen, Terlempar Ratusan Meter dan Pegangan Pohon"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.