Andi Arief Resmi Laporkan Lima Anggota Tim Sukses Jokowi ke Bareskrim, Begini Komentar Menohok Gun Romli


Beritaterheboh.com - Politikus Partai Demokrat Andi Arief melalui kuasa hukumnya, melaporkan lima orang yang menudingnya menyebarkan kabar bohong atau hoaks terkait tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos. Dua pengacara Andi, yakni Irwin Idrus dan Hafisullah Amin Nasution, melayangkan laporan kliennya ke kantor Bareskrim pada Senin petang, 7 Januari 2018.


"Yang dilaporkan ada Ali Mochtar Ngabalin, Ade Irfan Pulungan, Arya Sinulingga, Guntur Romli, dan Hasto Kristiyanto," kata Irwin saat ditemui wartawan di kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Senin petang. Dalam upaya pelaporan tersebut, kuasa hukum Andi membawa sejumlah barang bukti berupa tangkapan layar.

Irwin juga menunjukkan bukti lain berupa cuplikan video Ngabalin di salah satu stasiun televisi swasta. Dalam video itu, anggota staf khusus kepresidenan tersebut mengatakan Andi Arief telah menyebarkan berita bohong ihwal kontainer dan menyebabkan kegaduhan.

Kelima terlapor diduga telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong. 

Adapun pasal yang disangkakan di antaranya Pasal 310 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang pencemaran nama baik. Selain itu, Pasal 27 ayat 3 Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang penyebarluasan atau pendistribusian informasi elektronik yang bermuatan pencemaran nama baik.

Menurut Irwin, pelaporan ini dilatari oleh perasaan dirugikan kliennya terhadap tuduhan yang mendera. "Yang paling dikorbankan keluarga beliau. Ada istri dan anaknya yang sudah terganggu kehidupannya dan tercemar nama baiknya," tutur Irwin.


Tanggapan Hasto

Sekretaris Jenderal PDI-P sekaligus Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, enggan mengomentari pelaporannya oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief ke polisi. 

Andi melaporkan Hasto ke polisi lantaran telah menyebutnya sebagai penyebar hoaks tujuh kontainer berisi surat suara. "Itu anak ranting PDI-P saja yang bicara," kata Hasto saat ditemui di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta, Senin (7/1/2019). 

Ia mengatakan, masyarakat bisa menilai apakah yang dikatakannya terkait Andi Arief merupakan suatu kesalahan atau bukan. 

 "Mereka (masyarakat) bisa melihat mana itu fitnah, mana itu upaya untuk mendelegitimasi penyelenggara pemilu, mana itu upaya yang disertai dengan niat baik," ujar Hasto. 

"Jadi ranting-ranting PDI-P, anak ranting, juga bisa melihat mana niatan baik, mana niatan untuk mengganggu suasana kondusif dalam pemilu ini," lanjut dia.


Tanggapan Guntur Romli

Politisi Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) Mohamad Guntur Romli tak khawatir dengan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang  melaporkannya ke Bareskrim Polri. Guntur justru berharap Andi Arief langsung diringkus polisi terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks 7 kontainer surat suara yang telah dicoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Santai saja, ini maling teriak maling, Andi Arief Itu raja hoaks dan fitnah, kok mau melaporkan saya. Semoga dia langsung ditangkap polisi saat melaporkan saya," kata Guntur kepada Suara.com, Senin (7/1/2019).

Menurut Guntur, Andi seharusnya segera ditangkap sejak dirinya menyebarkan informasi soal 7 kontainer surat suara tersebut. Hal itu didukung oleh pernyataan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang menyebut kalau Andi memang menyebarkan hoaks melalui akun Twitter pribadinya beberapa waktu lalu.


"Harusnya dia ditangkap sejak menyebarkan hoaks 7 kontainer surat suara Pilpres 2019 sudah dicoblos semua. Prof Mahfud MD juga sudah menyebut itu twit hoax," ujarnya.

Bahkan kata Guntur, Andi sempat mengancam akan menggeruduk kediamannya. Guntur juga menganggap Andi Arief selalu membuat hoaks per harinya, salah satu contoh yang disebutkan ialah soal adanya dua anggota TNI yang ikut andil dalam penyeledikan surat suara tersebut hingga harus cekcok dengan admin Twitter resmi TNI Angkatan Udara (AU).


"Andi Arief ini mengamalkan strategi One Day One Hoax, Polisi tidak perlu nunggu, harusnya dia ditangkap. Banyak sekali bukti dan kelakuan dia. Habis lempar hoax, twit dia dihapus," pungkasnya.


(tempo.co.id/Kompas.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Andi Arief Resmi Laporkan Lima Anggota Tim Sukses Jokowi ke Bareskrim, Begini Komentar Menohok Gun Romli"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.