Duh Gusti.., Kampanye Emak-Emak Pendukung Prabowo Ini Penuh Fitnah Dan Hoax pada Jokowi

Foto; Seword.com

Beritaterheboh.com - Terserah Anda mau bilang saya tidak sopan ke emak-emak. Terserah Anda mau mencaci maki saya karena saya anggap emak-emak Prabowo yang dimaksudkan itu biadab. Terserah Anda.


Kalau kampanye negatif itu tidak masalah. Kampanye negatif itu seperti mengkritik pemerintahan Jokowi selama kurang lebih 5 tahun. Atau yang lebih parah mengatakan Prabowo penculik, pecatan dan tuan tanah. Artinya kampanye negatif menyebarkan keburukan lawan yang benar agar orang tidak memilih.



Tetapi kampanye hitam tidak diperbolehkan. Kampanye hitam itu berarti menyerang lawan dengan fitnah dan hoaks. Contoh yang sudah pernah dilakukan kubu Prabowo pada 2014 lalu yang memfitnah Jokowi PKI, ibunya buka ibu kandung, agamanya Kristen dan lai sebagainya. Itu tidak boleh. Termasuk yang ada di video di bawah ini:


Versi pertama

Ni penyesatan yang mereka katakan

👵 kalo jokowi 2priode ga bakal ada suara adzan
👴 itu ada yang azan
👵 iya nanti mah ga bakal ada suara adzan, Ga ada suara anak ngaji, Ga ada ibu ibu pake kerudung, wanita kawin sama wanita
👴 jadi ga bakal ada
👵ga ada kalo jokowi 2priode

— ® (@Biawak_Buas) February 23, 2019
👵 nih denger ya abah saya tau abah pro jokowi abah pilih jokowi liat aja nanti kalo sampai jokowi menang lagi jangan harap abah liat muka saya lagi
👴. Oh jadi kalo misalkan jokowi 2 menjabat lagi lo mau anjing anjingan (musuhan) sama abah @Y_Radianto @andy_nomicin

— ® (@Biawak_Buas) February 23, 2019


Versi kedua

Katanya klo dua periode 2019. Ga bakal ada suara azan. Ga bakal ada anak ngaji. Laki2 kawin sm laki. Perempuan sm perempuan. Klo abah mau 50. Dengerin nnt bakal jd anjing2 an

Jadi pengen nge GAMPAR TUH MULUT SI IBU NYA

— E꙯N꙯Y꙯ L꙯O꙯V꙯E꙯ 👉❤️👈 T꙯E꙯T꙯A꙯P꙯ J꙯O꙯K꙯O꙯W꙯I꙯ (@enylove2) February 23, 2019
Saya kira apa yang dikatakan jelas. Terjemahannya juga masuk akal. Dan apa yang saya dengar – walau saya tidak mengerti bahasanya – adalah ‘kalau 2019 dua periode azan dan ngaji yang tak akan ada ….. awe … menang kawin, lelaki … lelaki menang kawin… nah itu.’ Kalau ada yang bisa mentranskripkan dan mentranslatekan ke bahasa Indonesia silakan sertakan di komentar.

Saya perlu bahas dua hal. Pertama, fitnah dan hoax emak-emak Prabowo. Fitnah itu ada tiga bagian, yaitu pertama, tidak akan ada azan, tidak akan ada anak-anak mengaji dan ibu-ibu tidak boleh kerudungan. Bagian ini memfitnah soal keislaman. Itu jelas fitnah karena dalam visi-misi Jokowi tidak ada rencana untuk melarang itu semua. Bahkan cawapres Jokowi adalah seorang kiai. Jadi jelas fitnah dan hoax.

Narasi seperti ini sudah sering kita dengar. Sudah bertahun-tahun malah. Hanya saja melalui asumsi kejadian-kejadian, sehingga tidak bisa dikatakan hoaks. Hanya saja kalau kampanye seperti ini tetaplah hoax dan fitnah.

Kedua, kalau Jokowi dua periode maka wanita kawin dengan wanita, laki-laki kawin dengan laki-laki. Ini fitnah tentang LGBT. Jelas fitnah karena dalam visi-misi dan program Jokowi tidak ada rencana melegalkan LGBT. Jadi jelas fitnah dan hoax.

Narasi ini adalah narasi 2019 ganti presiden. Tokoh utama dan orang yang menyampaikan ini adalah Neno Warisman. Maka jelas ini berasal dari tim BPN Prabowo, karena Neno Warisman adalah bagian dari BPN Prabowo.

Ketiga, kalau Jokowi dua periode maka emak-emak dan ebah tidak akan rukun lagi, jadi bermusuhan. Yang ini berkaitan dengan setelah pemilu akan ada kerusuhan. Para pendukung kedua calon akan saling perang. Ini jelas hoax dan fitnah.

Narasi ini adalah narasi yang pernah disampaikan Prabowo, yaitu kalau Prabowo kalah, maka Indonesia akan punah. Jadi jelas ini berasal langsung dari Prabowo.

Kedua, siapa yang mengarahkan mereka menyebar fitnah itu. Di atas sudah jelas bahwa fitnah dan hoax ini berasal dan bersumber serta sesuai dengan narasi Prabowo dan BPN serta para pendukungnya selama ini. Maka tidak salah kalau saya menyimpulkan bahwa Prabowo dan BPNnya adalah dalang di balik fitnah dan hoaks ini semua.

Di mana letak kebiadaban emak-emak Prabowo? Mereka menyebar fitnah keji dan hoax yang sangat fatal. Masakan seorang ibu yang sedang membawa anak mengampanyekan Prabowo dengan menyebar fitnah dan hoax? Apakah perbuatan seperti itu tidak pantas dikatakan sebagai perbuatan biadab, tidak beradab? Saya kira orang seperti ini jauh lebih berbahaya dari pada, maaf, seorang PSK.

Apa yang harus kita lakukan? Silakan sebarkan video dan tulisan ini agar semua rakyat Indonesia tahu bahwa emak-emak Prabowo ini menyebarkan fitnah dan hoaks. Agar dunia tahu bahwa Prabowo dan BPN memperalat emak-emak untuk menyebarkan fitnah dan hoax. Masak orang seperti itu mau dijadikan pemimpin?

Sampai batas apa kira menyebarkan? Sampai Bawaslu, kepolisian, TKN dan semua rakyat tahu. Kalau bisa sampai ibu-ibu ini diproses hukum dan minta maaf di media nasional. Mau dia malu, ya malu aja sekalian.


Mora Sifudan ( https://seword.com/politik/biadab-kampanye-emakemak-pendukung-prabowo-ini-penuh-fitnah-dan-hoax-level-bahaya-Wv6P-VG89?fbclid=IwAR2T9VVJpmhOaKk43mX02DAYMaFVsLs4WfJecbh0stIQKS7GUmIJC5eJXpY)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Duh Gusti.., Kampanye Emak-Emak Pendukung Prabowo Ini Penuh Fitnah Dan Hoax pada Jokowi"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.