Cuitan Mbah Mijan Soal Suatu Kejadian di Bulan April Yang Bikin Merinding


Beritaterheboh.com - Suhu politik jelang Pilpres 17 April 2019 semakin memanas. Sejumlah pihak mengingatkan adanya potensi chaos. Bahkan, paranormal Mbah Mijan melihat ada gambaran huru hara di bulan April.


Melalui akun Twitter pribadinya, Mbah Mijan mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak mudah terprovokasi agar potensi hura-hara di bulan April bisa dihindari.

“Sebaik-baiknya Jelata adalah kita yang menginginkan kemajuan bangsa, kita ingin hidup bahagia di negera tercinta,” cuit Mbah Mijan, Sabtu (30/1/2019).

“Sebaik-baiknya Rakyat adalah kita yang tidak mudah terprovokasi ideologi. Kami segenap bangsa Indonesia menginginkan kejayaan bukan penderitaan,” tambahnya.

Ia menambahkan, dua hari lalu dia mencuitkan tentang kehampaan jiwa. Kini dia sendiri yang mengalaminya. Dia menduga apa yang dirasakannya saat ini juga dirasakan banyak orang.

“Pagi ini rasanya ingin sekali teriak, hanya sanggup menghela nafas panjang akan sesuatu yang bisa saja terjadi di bulan April nanti,” imbuhnya.

Mbah Mijan menegaskan, gambaran hura hara di bulan April semakin nyata. Namun dia tetap menganggapnya sebagai halusinasi.

“Ada gambaran Huru-Hara, tapi tetap aku yakinkan bahwa ini hanya halusinasi, yah! ini halusinasi yang teramat ngawur,” bebernya.

“April adalah bulan yang indah, bulan penuh berkah penyongsong bulan puasa. Doaku untukmu Indonesiaku,” pungkas Mbah Mijan.



Sebelumnya Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Teguh Prasetyo mengatakan, Pemilu 2019 bisa berujung pada kekacauan alias chaos. Potensi ini sangat mungkin, apalagi jika penyelenggarannya tidak memiliki patokan yang jelas.

Menurutnya, pelaksanaan pemilu yang bermartabat harus mempunyai sebuah dasar pemikiran atau filsafat pemilu. Pemilu sekarang ini belum terpikirkan dasarnya.

Padahal setiap hal yang muncul itu pasti ada dasarnya, terlebih agenda pemilu ini yang dinilai merupakan hajatan sakral bangsa.

Seperti halnya Bangsa Indonesia yang terbentuk melalui satu komitmen politik, Teguh menegaskan, komitmen ini harus dijaga serta dijadikan dasar kepemiluan. Kata dia, nilai filsafat pemilu harus didasarkan pada Pancasila.

“Kalau tidak ada nilai di atas, nanti bisa chaos karena Indonesia terdiri dari berbagai agama, suku dan budaya. Kajian kepemiluan harus diprioritaskan, bukan hal-hal teknis yang diprioritaskan,” kata Teguh dalam diskusi DKPP bertajuk ngetren media di Gambir Jakarta, Selasa (26/3/2019).

“Rumah bisa berdiri kokoh, diterpa angin dan badai tetap berdiri, itu pondasinya bagus dan kuat,” imbuh Teguh.(pojoksatu,id)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cuitan Mbah Mijan Soal Suatu Kejadian di Bulan April Yang Bikin Merinding"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.