Sebelum Meninggal di Christchurh, Lilik Abdul Hamid Unggah Postingan FB Bahas Prabowo Hingga Ahok

Beritaterheboh.com - Aksi teror penambakan membabi buta yang terjadi di dua Masjid di kota Christchurch pada Jumat (15/3/2019) waktu setempat masih meyita perhatian.

Pasalnya, 6 Warga Negara Indonesia (WNI) dikabarkan jadi jamaah salat Jumat di Masjid kota Christchurh.

Empat pelaku penembakan di Christchurch yang terdiri dari 3 pria dan satu wanita berhasil diamankan.

Sementara itu satu pelaku pria telah ditetapkan menjadi tersangka.


Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengonfirmasi pelaku yang ditangkap adalah seorang pria berumur 28 tahun bernama Brenton Tarrant asal Grafton, Australia.

Namun, Tarrant pria berumur 28 tahun ini diketahui baru - baru ini telah tinggal di Dunedi sebuah pulau di selatan Selandia Baru.

Branton Tarrant mengklaim sebagai teroris yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sementara itu, satu dari 6 WNI yang berada di lokasi penembakan sebelumnya dinyatakan hilang.

Tapi kini melalui siaran pers resmi KBRI Wellington, menyatakan WNI yang hilang tersebut telah dinyatakan sebagai korban tewas dalam insiden berdarah di New Zealand.

Hal ini seperti dikutip GridHot.ID dari siaran pers KBRI Wellington pada 16 Maret 2019 waktu Indonesia.

"Hingga pukul 22.40 waktu Selandia Baru, tanggal 16 Maret 2019, KBRI Wellington telah melakukan berbagai upaya sebagai berikut:

1. KBRI Wellington menerima kabar pukul 22.10 bahwa WNI a.n. Bapak Lilik Abdul Hamid (Pak Lilik) yang sebelumnya dilaporkan hilang saat ini telah dikonfirmasi menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa penembakan di Christchurch.

2. Menteri Luar Negeri RI malam ini telah menyampaikan ucapan belasungkawa langsung kepada Ibu Nina Lilik Abdul Hamid melaui sambungan telepon.

3. Duta Besar RI malam hari ini bersama segenap masyarakat Indonesia di Christchurch mengunjungi kediaman keluarga Pak Lilik di Christchurch dalam rangka memberikan support terhadap musibah ini.

4. Pada sore hari, Duta Besar RI Bapak Tantowi Yahya melakukan peninjauan ke lokasi Masjid Al-Noor serta melakukan doa bersama masyarakat di taman Hagley Park yang ditujukan bagi bagi para korban serta keluarganya," tulis pernyataan pers KBRI Wellington.

Sebelumnya, istri Lilik Abdul Hamid, Nina sempat kebingungan mencari tau keberadaan suaminya usai insiden penembakan di Masjid Christchurch.

"Assalamuallaikum, currently we still don't have any news on my husband. Please keep him on your prayer, (Assalamuallaikum, saat ini kami masih belum memiliki kabar tentang suami saya. Saya mohon doanya)," tulis Nina di laman facebook pribadinya pada 15 Maret 2019.


Sementara itu, dikutip GridHot.ID dari akun Facebook pribadi milik Lilik Abdul Hamid, pria asal Medan Sumatera Utara itu, rupanya sempat mengunggah sebuah postingan pada 15 Maret 2019 pukul 06 pagi.


Sekitar 6 jam sebelum terjadinya insiden pembantaian di Masjid Christchurch, Lilik sempat mengomentari kisah masa lalu Prabowo Subianto.

"Atas saran Romi, akhirnya AA Gym dan Prabowo berada di tengah dan cerita kedekatan masa lalu mereka," tulis Lilik Abdul Hamid mengomentari sebuah berita online.



Unggahan Terakhir Lilik Abdu Hamid 6 jam sebelum tewas tertembak saat salat Jumat di Masjid Christchurch.

Sebelum kabar kematian Lilik dikonfirmasi oleh KBRI Wellington, sempat beredar kabar bahwa 1 WNI yang tewas atas nama Zulfirman Syah.


Namun kabar yang beredar lewat WhatsApp itu lalu dibantah oleh Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum (PWNI) Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal.

Iqbal menyebut Zulfirman Syah masih dirawat di rumah sakit di Christchurch Public Hospital.(*)



  . .

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sebelum Meninggal di Christchurh, Lilik Abdul Hamid Unggah Postingan FB Bahas Prabowo Hingga Ahok"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.