Ribut Amplop Serangan Fajar, Beda Bowo Sidik dan Pengacara. Ini Jawaban Telak Nusron Wahid


Beritaterheboh.com - Nama elite Golkar Nusron Wahid disebut tersangka kasus dugaan suap anggota DPR Bowo Sidik Pangarso sebagai pihak yang meminta disiapkan amplop-amplop 'serangan fajar'. Nusron membantah pengakuan Bowo Sidik.

"Tidak benar," kata Nusron singkat saat dimintai konfirmasi, Selasa (9/4/2019).


Nusron menegaskan tak pernah memerintahkan Bowo Sidik menyiapkan amplop serangan fajar. Dia membantah pengakuan anggota Komisi VI DPR itu.

"Tidak tahu-menahu," ujar Nusron, yang ditunjuk Golkar menggantikan Bowo Sidik sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I.


Sebelumnya, Bowo Sidik 'bernyanyi' setelah diperiksa KPK hari ini. Bowo mengaku disuruh Nusron Wahid menyiapkan amplop untuk 'serangan fajar'.

"Diminta oleh Nusron Wahid untuk menyiapkan itu," kata Bowo setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (5/4/2019).

Bowo Sidik Ngaku Diminta Nusron Wahid Siapkan 400 Ribu Amplop


Tersangka kasus dugaan suap anggota DPR Bowo Sidik Pangarso mengaku diminta Nusron Wahid menyiapkan amplop-amplop 'serangan fajar'. Namun Bowo tidak menjelaskan lebih lanjut soal itu.

"Diminta oleh Nusron Wahid untuk menyiapkan itu," kata Bowo setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (5/4/2019).

Bowo, yang merupakan anggota Komisi VI DPR, ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti lewat seorang bernama Indung. Asty dan Indung juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.



Asty diduga memberi suap agar Bowo membantu proses perjanjian antara PT HTK dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Perjanjian itu ialah penggunaan kapal PT HTK untuk distribusi pupuk PT Pilog.

Total ada Rp 1,5 miliar yang diberikan Asty dalam 6 kali pemberian. Selain itu, Asty memberikan duit Rp 89,4 juta kepada Bowo lewat Indung saat terjadinya operasi tangkap tangan (OTT). Duit itu diduga sebagai pemberian ketujuh.

Selain itu, Bowo diduga menerima gratifikasi Rp 6,5 miliar dari pihak lain. Nah, duit Rp 1,5 miliar dan Rp 6,5 miliar itulah yang diduga berada di dalam 400 ribu amplop serangan fajar yang disita KPK tersebut.

Pengacara Bowo Sidik: Katanya, Nusron Wahid Siapkan 600 Ribu Amplop

Pengacara anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso, Saut Edward Rajagukguk, menyebut kliennya mengaku kepada penyidik KPK soal perintah penyiapan amplop dari Nusron Wahid. 

Saut Edward mendengar informasi soal Nusron Wahid yang menyiapkan 600 ribu amplop diduga terkait dengan pencalegan di Dapil Jateng II. 

"Tidak ada sama sekali. Bahkan katanya yang 600 ribu yang menyiapkan Wahid. Dia (Bowo Sidik) 400 ribu amplopnya," kata Saut Edward kepada wartawan di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jaksel, Selasa (9/4/2019). 



Kliennya, kata Saut Edward kepada wartawan setelah diperiksa KPK, mengaku diminta Nusron Wahid menyiapkan 400 ribu amplop. KPK sebelumnya menduga amplop berisi uang pecahan Rp 5.000 hingga Rp 20 ribu untuk serangan fajar Pemilu 2019. 

"Supaya banyak yang memilih mereka berdua. Karena di dapil yang sama," katanya. (detik.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ribut Amplop Serangan Fajar, Beda Bowo Sidik dan Pengacara. Ini Jawaban Telak Nusron Wahid"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.