Terlalu, Puskesmas di Mojokerto Beri Salep Kedaluwarsa ke Pasien


Beritaterheboh.com -  Pelayanan Puskesmas Jetis di Jalan Raya Jetis, Kabupaten Mojokerto, dikeluhkan warga. Pasalnya, oknum petugas di apotek puskesmas ini memberikan salep kedaluwarsa kepada beberapa pasien.

Seorang pasien yang menerima salep kedaluwarsa adalah Suher Wati (33), warga Dusun Sumberwuluh, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis. Ibu tiga anak ini datang ke Puskesmas Jetis untuk mengobatkan anak pertama dan ketiganya yang terkena penyakit kulit, Rabu (11/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Anak pertamanya laki-laki berusia 10 tahun, sedangkan anak terakhirnya perempuan baru berusia 9 bulan.

"Sakit gatal-gatal anak saya sudah empat bulan ini. Biasanya saya bawa ke dokter di Dawarblandong (Mojokerto), kemarin mencoba ke Puskesmas Jetis, barangkali cocok," kata Wati saat dihubungi detikcom, Kamis (12/9/2019).

Baca juga: Pasien Paru-paru Diberi Obat Kedaluwarsa, Puskesmas di Depok Kena Tegur

Kedua anak Wati pun sempat diperiksa tenaga medis di Puskesmas Jetis. Setelahnya, dia diberi resep untuk mengambil obat di apotek puskesmas tersebut. Oleh petugas apotek, dia diberi pil dan 2 salep merk Salep 2-4.

Sebelum meninggalkan puskesmas, Wati mengaku sempat memeriksa salep tersebut. Ternyata pada kemasan salep tertulis tanggal kedaluwarsa September 2018. Ironisnya, salep tersebut tidak lagi layak digunakan sejak setahun yang lalu.

"Saya tanyakan ke petugas di apotik Puskesmas Jetis salep sudah kedaluwarsa. Kata petugas tidak apa-apa dipakai saja dengan dioleskan tipis-tipis. Kalau saya tidak yakin, mau diminta kembali oleh petugasnya. Akhirnya saya bawa pulang salepnya," terang Wati.

Sesampai di rumah, Wati urung memberikan salep tersebut untuk kedua buah hatinya. Karena dia khawatir salep yang sudah kedaluwarsa itu justru berdampak buruk bagi kedua anaknya. Tidak hanya dirinya, menurut Wati, beberapa orang tetangganya juga mendapatkan salep kedaluwarsa dari Puskesmas Jetis.

"Teman satu kampung saya namanya Wariah juga dikasih salep kedaluwarsa untuk ibu dan anaknya. Merek salepnya sama," ungkapnya.

Kabar salep kedaluwarsa dari Puskesmas Jetis pun seketika menyebar luas di Mojokerto. Kemarin sore sekitar pukul 15.00 WIB, Kepala Puskesmas Jetis bersama petugas apotek puskesmas mendatangi rumahnya. Mereka meminta maaf sambil mengganti salep kedaluwarsa dengan yang baru.


"Alasannya salep kedaluwarsa itu terselip di antara obat yang baru. Padahal saya sudah bilang ke petugas apoteknya kalau salep sudah expired, tapi tidak diganti malah disuruh memakai saja," tegasnya.

Wati mengaku tidak dipungut biaya apa pun saat berobat di Puskesmas Jetis. Saat membawa kedua anaknya berobat, dia hanya diminta menyerahkan fotokopi KTP. Meski gratis, dia berharap pelayanan di puskesmas semakin ditingkatkan.

"Harapan saya supaya lebih baik lagi pelayanannya, lebih teliti kalau memberi obat untuk pasien," cetusnya.

Suami Wati, Mulyono (32), menambahkan pagi tadi pihak Puskesmas Jetis kembali datang ke rumahnya. Menurut dia, mereka meminta berdamai, sehingga keluarga Mulyono tidak membawa persoalan ini ke jalur hukum.

"Tadi minta damai, membuat surat pernyataan kalau kami tidak akan menuntut," tandasnya.


Pemberian salep kedaluwarsa kepada pasien ini dibenarkan Kepala Puskesmas Jetis dr Dadang. Namun, menurut dia, salep tak layak pakai itu sudah ditarik dari pasien.

"Alhamdulillah kami sudah tindak lanjuti kemarin siang ke rumah pasien untuk diganti obat yang baru. Obat yang lama kami tarik kembali dan alhamdulillah belum sempat dipakai," pungkasnya.(detik.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terlalu, Puskesmas di Mojokerto Beri Salep Kedaluwarsa ke Pasien"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.