Sebelum Pakai Baju Tahanan, 'Ratu' Keraton Agung Sejagat Sempat Tulis Surat Terbuka di IG Untuk Ganjar Pranowo


Beritaterheboh.com - Fanni Aminadia sang 'Ratu' dari Keraton Agung Sejagat menuliskan surat terbuka yang ditujukan untuk Gubernur Jawa Tengah,Ganjar Pranowo.

Surat terbuka Fanni Aminadia 'Ratu' Keraton Agung Sejagat tersebut ia bagikan melalui media sosial Instagram pribadi miliknya.

Dalam surat itu, sang 'ratu' menuliskan tentang ketidakadilan saat penangkapan dirinya dan suami sampai dengan perlakuan tak layak yang mereka terima.


Kabar munculnya Keraton Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah merhasin menjadi sorotan warganet.

Tak hanya itu, keraton Agung Sejagat di Purworejo ini bahkan memiliki pemimpin seorang RRaja dan Rau.

Totok Santoso (42) dan Fanni Aminadia (42) mengaku sebagai 'Raja' dan 'Ratu' dari keraton Agung Sejagat.


Pengakuan disertai aksi pasutri ini membuat geger masyarakat, terutama yang tinggal di Purworejo, Jawa Tengah.

Sebab mereka memproklamasikan berdirinya kerajaan yang diberi nama Keraton Agung Sejagat pada Minggu (15/1/2020) lalu.

Totok mengaku sebagai raja dengan sebutan sinuwun, sementara Fanni dianggap sebagai permaisurinya yang bergelar Kanjeng Ratu Dyah Gitarja.

Beredar pula foto-foto dan video keduanya mengenakan baju layaknya Raja dan Ratu.

Namun tak lama mereka memakai baju kebesaran itu, kini malah ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan keonaran oleh Polda Jawa Tengah.

Totok Santoso dan Fanni Aminadia pun akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.

Potret keduanya yang tampak anggun dan berwibawa saat berhadapan dengan ratusan pendukungnya tak terlihat lagi.

Keduanya hanya menduduk ketika dihadirkan dalam rilis polisi Rabu (15/1/2020).


Totok dan Fanni kini menjadi tahanan Polda Jawa Tengah.

Mereka disangkakan pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong yang mengakibatkan keonaran serta pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk dokumen yang diduga dipalsukan keduanya.


Sebelum ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian, Fanni Aminadia sang 'Ratu' Keraton Agung Sejagat itu sempat menuliskan sebuah surat terbuka untuk pemerintah.

Melansir dari unggahan Instagram Fanni, Rabu (15/1/2020), Ratu Keraton Agung Sejagat tersebut menuliskan surat yang ditujukan untuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, rupanya Fanni yang mengaku bergelar Kanjeng Ratu Dyah Gitarja ini sempat membuat postingan di akun Instagramnya.

Inilah isi surat terbuka yang ditulis oleh Fanni AMinadia, Ratu Keraton Agung Sejagat:

"Sugeng siang Pak Ginanjar, prinsipnya kami sangat menyambut baik bahkan menunggu agar diskusi dan diuji secara akademisi sejarah ini bisa terealisasi.

Tapi pelintiran berita dan penggalan dokumentasi ternyata mampu merubah makna dari pernyataan kami

Saya yang dituduh menyebar berita Hoax, padahal yang menyebar media.


Dan saya kemarin berencana memposting surat terbuka dan untuk Bapak, tapi tanpa diberi kesempatan klarifikasi, mediasi dan bahkan penangkapan kami terkesan eksklusif lengkap dengan media.

Kami berusaha korporatif tapi justru diperlakukan layaknya teroris kelas dunia atau dihakimi sebelum diberi hak mengklarifikasi.

Dimana prosedur yang harusnya dijalankan untuk menjaga asas praduga tak bersalah.


Barusan saya diminta ganti baju tahanan, tanpa diberi tahu salahnya dan menjadi tersangka atas apa?...

Saya mohon Bapak bisa menghimbau agar apartur yang bertugas jangan politisir kasus kami yang terlanjur viral untuk sekedar pers konference berhasil menangkap.... #ganjarpranowo #nurani #poldajateng," tulis Fanni di Instagram, Rabu (15/1/2020).







Sugeng siang Pak Ginanjar, prinsipnya kami sangat menyambut baik bahkan menunggu agar diskusi dan diuji secara akademisi sejarah ini bisa terealisasi. Tapi pelintiran berita dan penggalan dokumentasi ternyata mampu merubah makna dari pernyataan kami🙏 Saya yang dituduh menyebar berita Hoax, padahal yang menyebar media. Dan saya kemarin berencana memposting surat terbuka dan untuk Bapak, tapi tanpa diberi kesempatan klarifikasi, mediasi dan bahkan penangkapan kami terkesan eksklusif lengkap dengan media. Kami berusaha korporatif tapi justru diperlakukan layaknya teroris kelas dunia atau dihakimi sebelum diberi hak mengklarifikasi. Dimana prosedur yang harusnya dijalankan untuk menjaga asas praduga tak bersalah. Barusan saya diminta ganti baju tahanan, tanpa diberi tahu salahnya dan menjadi tersangka atas apa?... Saya mohon Bapak bisa menghimbau agar apartur yang bertugas jangan politisir kasus kami yang terlanjur viral untuk sekedar pers konference berhasil menangkap.... #ganjarpranowo #nurani #poldajateng
A post shared by @fanninadia_tbtd (@fanniaminadia) on
Unggahannya itu dalam beberapa jam langsung diserbu komentar netizen.

Ada warganet yang membantu Fanni dengan mencantumkan akun Instagram Gubernur Ganjar Pranowo pada kolom komentar.

Ada juga yang hanya menghujat Fanni akan klain sebagai Ratu yang ia lakukan bersama sang suami.



Gaya Fanni di Facebook Tak Luput Jadi Sorotan


Sebelumnya, kepada pengikutnya, termasuk wartawan, Totok Santosa Hadiningrat mengenalkan Fanni sebagai pasanganya.

Ia juga mengenalkan Fanni Aminadia sebagai ratu kerajaan.

Ia menyebut Fani memiliki gelar Kanjeng Ratu Dyah Gitarja, sebuah nama yang diambil dari ibu Raja Majapahit.


Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan bahwa Toto dan Fanni bukanlah suami istri seperti info yang selama ini beredar di masyarakat.

Lalu siapa sebenarnya Fanni?


Identitasnya memang belum diungkap pihak kepolisian yang menyelidiki dugaan penipuan yang dilakukan Kerajaan Agung Sejagat bikinan Totok.

Tapi di media sosial, Fanni cukup aktif bermain Facebook, setidaknya, sampai November 2019 lalu.

Di Facebook, ia memakai nama lengkapnya, yakni Fanni Aminadia sebagai nama akunnya.

Dalam profil Facebook-nya, Fanni mengklaim dirinya bekerja sebagai penulis skenario dan script writer di sejumlah PH atau Production House.

Ia juga menuliskan ini untuk menerangkan pekerjaanya : CEO/Owner/Producer at Toedjoeh Management, EP, Director at CITRA INSAN ASIA Production and CUT AJAH at SET Films.

Fanni juga menulis setidaknya 3 judul FTV atau drama televisi tak berseri, yang diklaim sebagai karyanya, yakni FTV "SUMPAH GW SAYANG BENERAN",  FTV "PLIZ DEH JANGAN LEBAY", dan FTV "COWOK IMPORT".

Sementara di kolom pendidikanya, Fanni menulis pernah menempuh pendidikan Studied Time Based Art Film - COFA di University South Wales, Sidney, Australia, lulus pada tahun 2011.

Namun, benar atau tidaknya, memang belum terkonfirmasi.

Postingan terakhirnya dibuat pada 7 November 2019.

Ia mengunggah fotonya mengenakan kebaya Jawa, lengkap dengan sanggul.

Saat itu, ia menulis soal keanggotanya di sebuah organisasi bernama Laskar Merah Putih atau LMP.

Ada juga foto ketika ia duduk di singgana yang persis seperti singgasana yang diperkenalkan Totok Santosa sebagai singasana raja dan ratu Kraton Agung Sejagat di Purworejo.

Hanya beberapa jam setelah Fanni ditangkap polisi, netizen pun sudah menyerbu akun Facebook ini.

Banyak netizen yang mengolok-olok Fani, dengan menyindir soal adanya Kraton Agung Sejagat. (Tribunnews.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sebelum Pakai Baju Tahanan, 'Ratu' Keraton Agung Sejagat Sempat Tulis Surat Terbuka di IG Untuk Ganjar Pranowo"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.