Viral Disebut Minta Jabatan ke Luhut, Denny JA Jawab Lewat Cerpen

Beritaterheboh.com - Beredar isu liar tentang Pendiri Lingkaran Survei (LSI) Denny JA yang meminta jabatan Komisaris PT Inalum. Konsultan...


Beritaterheboh.com - Beredar isu liar tentang Pendiri Lingkaran Survei (LSI) Denny JA yang meminta jabatan Komisaris PT Inalum. Konsultan politik ini disebut meminta jabatan itu ke Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Apa kata Denny JA soal isu ini?

Mulanya, isu soal Denny JA meminta jabatan kepada Luhut ini viral di Twitter. Pesan itu diunggah oleh Pengurus Gerindra Iwan Sumule lewat akun Twitternya @IwanSumule86. Iwan menulis soal dugaan Denny JA yang salah kirim pesan WhatsApp, yang seharusnya dikirim ke Luhut.

"Nyasarnya "WA" pemilik lembaga surpay ternama kpd Menko, tanda adanya rekayasa surpay di pilpres lalu. Pemilik surpay menuntut jabatan sebagai balas jasa menangkan pilpres. Suap kpd komisioner @KPU_RI pun tanda adanya kecurangan di pemilu lalu. Iya gak sih?" tulis Iwan dalam akun Twitternya, Rabu (15/1/2020).

Iwan juga mengunggah hasil tangkapan layar pesan WhatsApp tersebut. Di tangkapan layar itu, tertera ada nama Denny JA. Berikut ini isi pesannya:

Komandan, Pak Luhut yang baik
Semoga tahun baru membawa berkah baru.

FOLLOW UP yang sudah kita diskusikan tempo hari. Masih adakah kemungkinan dan kabar soal kemungkinan saya menjadi komisaris di Inalum?

Sudah ada jawaban dari Erick Tohir?

Saya cepat belajar dan get things done.

Banyak yang bisa saya kerjakan di sana, untuk mengeksplor soal tambang kita, menarik investasi, termasuk mensumulasi kepala daerah wilayah tambang, yg banyak juga sudah saya menangkan selama di LSI.

Komandan dapat meyakinkan Erick Tohir atau Jokowi, saya bisa membantu komandan soal investasi soal tambang, di posisi komisaris. Terbukti pula saya sudah berhasil membantu komandan ikut memenangkan Jokowi dua kali: 2014; 2019.

Sangat ditunggu arahan pak Luhut berikutnya.

Denny JA
Di grup Tokoh Nasional
Jam 07:08 wib, 14/1/2020


Klarifikasi Denny JA

Denny JA kemudian membuat klarifikasi soal isu 'minta jabatan' ini dalam bentuk cerita pendek (cerpen) di fanpage Facebooknya. detikcom sudah meminta izin untuk mengutip klarifikasi ini kepada Peneliti LSI Adjie Al Faraby dan diperbolehkan.

Dalam klarifikasinya, Denny JA menyebut pesan itu sebagai gosip yang diviralkan. "Pastilah sebagian masyarakat ini kehilangan isu besar. Gosip pun dijadikan isu. Tanpa cek and rechek lagi, gosip itu diforward kemana- mana. Dan viral pula," ujar Denny JA dalam klarifikasinya, Rabu (15/1/2020).


Denny JA juga sempat menyinggung isu lama yang juga pernah menerpanya pada Pilpres 2019. Yakni soal isu yang menyebut dirinya dibayar 45 milyar oleh Jokowi agar bisa mengalahkan Prabowo Subianto.

Berikut ini isi klarifikasi lengkapnya:

KETIKA GOSIP KOMISARIS BUMN PUN DIJADIKAN ISU

Klarifikasi Denny JA Dalam Bentuk Cerpen😁

"Pastilah sebagian masyarakat ini kehilangan isu besar. Gosip pun dijadikan isu. Tanpa cek and rechek lagi, gosip itu diforward kemana- mana. Dan viral pula."

Itulah responnya yang pertama ketika membaca teks di WA. Dengan senyum, sambil menyerumput kopi, ia baca sekali lagi pesan beruntun di ponselnya.

Diberitakan, WAnya ke salah satu mentri bocor. Ia menawarkan diri menjadi komisaris salah satu BUMN. Entah apa yang salah? Atau apa yang penting dari soal itu hingga dijadikan isu yang viral?

Dalam hidupnya sebagai aktivis, tak sekali ia menerima gosip itu. Sebelumnya di era Pilpres 2019, ia dikabarkan menerima uang dari Jokowi sebesar 45 Milyar rupiah untuk memenangkan Jokowi mengalahkan Prabowo.

Waktu itu, Ia santai saja menjawab. "Itu fitnah karena angka 45 Milyar kok kecil sekali. Padahal saya TIDAK sedang banting harga."

Sebagai konsultan politik yang ikut memenangkan presiden tiga kali berturut- turut (kini empat kali), apa
Iya saya dibayar hanya 45 milyar?" Celotehan santai darinya saat itu terasa pas. Agaknya lebih efektif merespon gosip politik dengan celotehan saja.

Apa daya. Ia tumbuh sebagai aktivis. Berdebat di publik menjadi nafasnya. Berdebat dengan data, angka dan hasil riset memang hobinya. Tapi berceloteh pun oke juga.

Sejak lama, Ia memang rindu. Ia berharap ruang publik lebih diisi oleh debat gagasan. Ia ingin para elit heboh oleh inovasi. Ia angankan kembali datang era berpolitik gaya Founding Fathers yang pejuang tapi juga pemikir.

Tapi yang marak dan heboh di ruang publik, acapkali hanya soal skandal tokoh, gosip dan hoax. Apa daya.

Ia teringat teks WA yang Ia terima semalam. Isi WA itu gosip tentang dirinya. Ia digambarkan seolah berkomunikasi dengan seorang menteri untuk jabatan komisaris BUMN.

Ia forward gosip itu ke beberapa, hanya untuk info. Ternyata, itu malah diforward beberapa kali oleh mereka yang senang bergosip ke aneka grup. Tanpa ada check and rechek dan mengelaborasi konteksnya dulu.

Di era media sosial, apapun mudah menjadi isu. Apalagi jika masyarakat yang kehilangan isu besar. Gosip pun menjadi isu. Lebih sensasional lebih asyik. Tak penting benar atau salah.

Ia teringat lirik lagu Michael Jackson: Beat it! beat it! No matter who is wrong or right. Just beat it!

-000-

Apa yang salah dengan seseorang yang ingin berperan ikut memajukan negaranya dengan mengajukan diri menjadi komisaris BUMN? Bukankah itu memang jabatan terbuka yang bisa diisi siapa saja yg kompeten?

Apa yang salah orang yang mengajukan diri menjadi rektor, menjadi menteri, menjadi direktur TV, menjadi bintang sinetron?

Bukankah tak ada pelanggaran hukum di sana? Tak ada skandal di sana? Bukankah semua orang pada dasarnya bagus bagus saja melakukan lobi, meyakinkan aneka pihak? Kok masalah itu saja bisa dijadikan isu dan viral?

-000-

Ia kembali minum itu kopi. Dinyalakannya Smart TV, dan masuk ke Neflix. Kembali ia lanjutkan serial docu drama tentang kisah para genius mengubah peradaban.

Kisah tentang Bill Gates, Pulitzer, Thomas Alfa Edison. Kadang mereka sedikit berkotor tangan, melobi sana dan sini untuk realisasi gagasan.

Perlukah Ia klarifikasi isu soal dirinya mengajukan diri sebagai komisaris BUMN itu? Baiklah, ujarnya. Klatifikasi saja dalam bentuk cerpen.

Dan jadilah cerpen ini.

15 Jan 2020

Tanggapan Luhut

Luhut yang disebut dalam pesan itu pun telah ditanya soal isu tersebut. Namun, dia mengaku lelah menanggapi isu tersebut.

"Ah itu aja capek nanggapin itu, yang lain," kata Luhut kepada wartawan di Kemenko Maritim, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2020).

Ketika ditanya lagi terkait kebenaran pesan WhatsApp itu, Luhut justru menanggapinya dengan berkelakar.

"Kenapa sih kamu senang gitu-gituan. Mbok yang lain agak bermutu gitu. Mbok cari pertanyaan-pertanyaan, yang mau minta itu tuh sak perahu banyak gitu loh," ujar Luhut.(detik.com)
Name

ABDUL AZIZ,1,abu tours,10,agus,1,ahmad dhani,62,Ahok,396,ahoker,1,amien rais,4,Anies,16,AniYudhoyono,13,anti virus,1,asian games 2018,2,bahar smith,3,bbm,1,Bela Islam,4,Berita,3428,Berita Islam,14,bom bunuh diri,1,bom medan,12,bom surabaya 13 Mei,29,bpjs,4,corona,278,Daerah,72,data corona,59,debat capres,8,deddy,2,demo,1,demokrat,3,djarot saiful hidayat,21,dki,736,dpr,1,DPR/DPRD,19,Ekonomi,17,enter,1,entertainment,1785,erick tohir,1,fadli zon,42,fahri hamzah,17,farhat,5,first travel,8,FPI,189,ganti presiden,12,garuda,66,gempa bumi,1,gempa palu,6,gerindra,2,Gibran,44,guru honorer,1,habib bahar,1,habib rizieq,4,hatespeech,13,Hukum,239,ILC,17,intermezzo,3,Internasional,179,investasi bodong,2,Iriana Jokowi,4,Isu,1,Jakarta,119,jogja,1,Jokowi,197,jonru,2,Jusuf Kalla,8,Kaesang,49,Kahiyang,9,kampanye akbar Jokowi,1,kasus 22 mei,10,kasus ektp,3,kasus jessica,1,kasus sepakbola,6,kecelakaan,8,keraton agung sejagat,26,Kesehatan,1,Kontroversi,24,korban,1,KPK,1,Kriminal,16,leasing,1,lina sule,82,lion air,62,lucinta luna,71,mafia bola,1,Mario Teguh,3,mata najwa,13,mca,13,menteri susi,10,mudik,1,MUI,12,mulan jameela,1,mustafa nahra,1,najwa,1,nas,1,Nasional,490,News,3,Novel Baswedan,19,NU,46,NUSRON WAHID,3,ojol,3,Olahraga,13,Opini,245,PAN,1,papua,1,Partai,15,pdip,1,pemilu2019,1,Pendidikan,8,Peristiwa,44,Pilgub DKI,203,pilgub sumut,1,pilkada,5,pilkada2018,10,pilpres2019,48,PKB,1,pks,10,Politik,4898,POLRI,17,prabowo,2,pssi,1,Ragam,2,ratna sarumpaet,103,realcount,2,Revisi UU,1,ridwan kamik,1,ridwan kamil,1,risma,6,s,1,sandiaga uno,11,saracen,1,SBY,39,sejarah,1,Seleb,81,serba serbi,1,setnov,2,sidang MK 2019,35,sport,1,sunda empire,14,surat ahmad dhani,4,syilviana,2,T,1,telkomsel,1,Teror,9,teroris riau,2,Tips,2,TNI,10,tol cipularang,8,topic netizen,758,tragedi 9 mei 2018,22,tre,1,trending topik,1848,UAS,27,UN,1,Unik,1,
ltr
item
Berita Heboh: Viral Disebut Minta Jabatan ke Luhut, Denny JA Jawab Lewat Cerpen
Viral Disebut Minta Jabatan ke Luhut, Denny JA Jawab Lewat Cerpen
https://1.bp.blogspot.com/-TgcvsJk_B7A/XiFMDc162_I/AAAAAAAAoAE/rcshoE2_GGIqPV-nxZwAPiiDSDketotewCLcBGAsYHQ/s1600/deni.webp
https://1.bp.blogspot.com/-TgcvsJk_B7A/XiFMDc162_I/AAAAAAAAoAE/rcshoE2_GGIqPV-nxZwAPiiDSDketotewCLcBGAsYHQ/s72-c/deni.webp
Berita Heboh
http://www.beritaterheboh.com/2020/01/viral-disebut-minta-jabatan-ke-luhut.html
http://www.beritaterheboh.com/
http://www.beritaterheboh.com/
http://www.beritaterheboh.com/2020/01/viral-disebut-minta-jabatan-ke-luhut.html
true
5276501411807228324
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content