Misteri Keberadaan Pohon Mahoni di Proyek Revitalisasi Anies


Beritaterheboh.com -  Proyek revitalisasi sisi selatan kawasan Monumen Nasional (Monas) telah dihentikan akhir Januari lalu. Namun hingga kini,  tidak diketahui keberadaannya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri dinilai tidak terbuka terkait keberadaan sisa penebangan itu. Beberapa instansi terkait memberikan keterangan yang berbeda-beda saat dikonfirmasi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri bungkam soal ini.


Kepala Seksi Pelayanan Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Irfal Guci sebelumnya mengatakan 191 pohon yang ditebang telah dipindahkan ke gudang milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Irfal menyebut gudang tersebut berada di Pulogadung, Jakarta Timur.

"Pohonnya dibawa ke Gudang Sudin (Suku Dinas) Kehutanan, di Monas hanya ada ditinggal tujuh potong pohon dengan panjang satu meter," kata Irfal saat dihubungi, Rabu (5/2).


CNNIndonesia.com mencoba untuk mencari keberadaan pohon tersebut. Pada Rabu (5/2) sore, Kantor Sudin Kehutanan Jakarta Timur pun didatangi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari beberapa petugasm Sudin Kehutanan Jakarta Timur tidak memiliki gudang di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur. Gudang milik Sudin Kehutanan Jakarta Timur berada di wilayah Cipayung, Jakarta Timur.

Pencarian dilanjutkan pada Kamis (6/2) pagi, CNNIndonesia.com juga mendatangi gudang milik Sudin Kehutanan Jakarta Timur di Cipayung, namun juga tidak ditemukan keberadaan pohon-pohon sisa penebangan dari Monas.


Gudang tersebut hanya berisi beberapa truk, gerobak, dan beberapa peralatan operasional. "Di sini enggak ada sisa pohon (Monas). Gudang ini biasanya tempat penyimpanan peralatan operasional," kata salah seorang petugas, Kamis (6/2).

Pencarian dilanjutkan ke kebun bibit milik Dinas Pertamanan dan Hutan DKI Jakarta, yang berada di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sebab sebelumnya, tempat ini direncanakan akan digunakan sebagai tempat pemindahan pohon sisa Monas tersebut.

"Tidak ada dipindahkan disini, dari kemarin beberapa kali wartawan datang kesini, kayaknya salah tempat," kata salah seorang petugas keamanan, Firman, Kamis (6/2).

Dari pantauan memang tidak terlihat adanya pohon-pohon sisa penebangan Monas di kebun tersebut.

Naungan UPK Monas

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati pun telah membantah pohon sisa penebangan dibawa ke gudang miliknya. Ia mengatakan bahwa pelaksana berada di bawah naungan UPK Monas.

"Tanyakan kepada UPT Monas sebagai pengelola Monas karena semua kewenangan ada di sana dan tanyakan kepada Citata sebagai perencana dan pelaksana kegiatan Monas," kata dia

CNNIndonesia.com kembali mencoba mengkonfirmasi keberadaan pohon tersebut kepada UPK Monas.

"Saya pernah ketemu orang dinas kehutanan waktu itu, koordinasi dibawa ke gudang di Pulogadung, dia ngomong-nya orang Sudin Kehutanan Jakarta Pusat, dibawa ke situ, karena memang itu ranahnya kehutanan," kata Kepala Seksi Pelayanan UPK Monas Irfal Guci kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/2).

'Misteri' Pohon Mahoni Hasil Revitalisasi Monas ala AniesRevitalisasi Monas. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh pihak Sudin Kehutanan Jakarta Pusat. Salah seorang pejabat di Sudin Jakarta Pusat yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa Sudin Kehutanan Jakarta Pusat tidak ikut campur terhadap pohon-pohon yang ditebang tersebut.

"Enggak ada (dibawa), kita tidak ada sangkut paut proyek revitalisasi," kata dia.

Ia juga menyebut bahwa Sudin Kehutanan Jakarta Pusat tidak memiliki gudang di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur.

"Emang kita punya gudang apa di Pulogadung, jauh banget Jakarta Pusat punya gudang di Pulogadung," kata dia

CNNIndonesia.com sudah berkali-kali mencoba menghubungi Kepala Dinas Citata DKI Jakarta Heru Hermawanto sepekan terakhir. Namun Heru belum merespons hingga pagi ini baik via WhatsApp maupun sambungan telepon.

Ada 191 pohon yang ditebang untuk proyek revitalisasi tersebut. Setidaknya ada delapan jenis pohon yang sempat ditebang beberapa di antaranya ialah Pohon Mahoni, Sawo Kecil, Glodokan Tiang, Trembesi dan Tabebuya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah memastikan bahwa pohon Mahoni yang ditebang tidak dijual. Ia menyatakan pohon-pohon yang ditebang sudah tidak memiliki nilai.

"Enggak (dijual). Saya yakin enggak ada nilainya juga," tegas dia.


Namun dari penelusuran di beberapa toko kayu di wilayah Jakarta Timur dan Selatan, kayu Mahoni cukup sulit untuk dicari, namun beberapa toko menyebut harga jualnya bisa mencapai Rp2.500.000 per meter kubik, tergantung dari ukuran kayu. Penelusuran di berbagai situs, harga jual kayu Mahoni juga mencapai Rp2.850.000 per meter kubiknya.

Hingga kini, keberadaan ratusan pohon bisa jadi masih menyisakan misteri. (cnnindonesia.com/Artikel Asli)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Misteri Keberadaan Pohon Mahoni di Proyek Revitalisasi Anies"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.