Anggota DPRD DKI Kenneth Sentil Pemprov Soal Kebutuhan APD dan Masker. Begini Katanya


Beritaterheboh.com - Sejumlah Rumah Sakit di beberapa daerah dan DKI Jakarta mengeluhkan minimnya Alat Perlindungan Diri (APD) untuk dokter maupun perawat, yang menangani pasien positif virus corona atau Covid-19.

Mereka saat ini menunggu kiriman APD dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).


Terkait hal tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mengambil langkah serius dan memberikan solusi atas minimnya jumlah APD ( Alat Perlindungan Diri ) yang sudah mulai dikeluhkan oleh sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah di DKI Jakarta.


"Gubernur harus bisa menangani minimnya APD yang sudah mulai dikeluhkan oleh sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah, Rumah Sakit Umum Kecamatan maupun Puskesmas yang terdapat di 5 Kotamadya di wilayah DKI Jakarta. Mereka (Dokter dan Perawat) juga harus melindungi diri agar tidak tertular virus corona atau Covid-19," kata Kenneth dalam keterangannya, Minggu (22/3/2020).

Dikabarkan sudah ada enam dokter yang meninggal dunia diduga terpapar virus corona atau Covid-19.

"Dokter dan perawat adalah garda terdepan dalam kasus ini, mereka harus benar-benar dilindungi dan terjaga baik dari fasilitas medis seperti APD," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan juga harus benar-benar menjaga dan memperhatikan secara serius keselamatan para dokter maupun perawat dalam melayani dan merawat para korban virus corona atau Covid-19.

Kent mengatakan angka positif dan kematian di kasus virus corona atau Covid-19 penyumbang korban paling besar adalah dari DKI Jakarta.

"Saya minta jangan ada lagi Dokter maupun Perawat yang kembali menjadi korban virus corona atau Covid-19 khususnya di DKI Jakarta. Jadi jangan sampai karena minimnya APD di Jakarta, seluruh dokter dan perawat harus mengambil resiko dengan menggunakan jas hujan untuk menangani pasien positif corona atau Covid-19. Bila kejadian ini kembali terjadi maka akan sangat miris dan menyedihkan sekali," tuturnya.


Selain itu, Kent pun meminta kepada Gubernur Anies agar bisa memperhatikan tunjangan insentif para dokter maupun perawat, yang punya potensi tinggi ikut terinfeksi virus corona atau Covid-19.

"Pak Anies saya minta harus bisa memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan para dokter maupun perawat, seperti pemberian tunjangan insentif maupun vitamin, dokter dan perawat dalam bekerja melayani Pasien yang terpapar virus corona atau Covid - 19 harus diberikan rasa aman dan nyaman supaya kinerjanya bisa lebih maksimal. Tunjangan insentif dan vitamin saya yakin akan bisa menjadi suplemen dan pemicu semangat para Dokter dan perawat dalam mengabdikan dirinya," tuturnya.

Dirinya juga menyoroti APD perawat dan dokter yang tidak pernah membuka pakaian tersebut bahkan hanya untuk makan, minum, hingga membuang air.

Karena jika pakaian tersebut dibuka tidak bisa digunakan kembali dan harus disimpan di kantung infeksius.


"Baju APD kini jumlahnya sangat langka, karena jumlah kebutuhan pun semakin banyak," kata Kent.

Selain menyikapi minimnya APD, Kent juga meminta Gubernur Anies harus mewaspadai dan memantau kelangkaan masker di DKI Jakarta.

Kent menilai Pemprov DKI punya tanggung jawab atas langkanya masker sehingga membuat sejumlah warga mengalami kesulitan untuk membelinya.

Diketahui banyak warga yang saat ini menggunakan masker untuk menjalankan program sosial distancing atau jaga jarak.

"Gubernur juga harus mewaspadai jika terjadi kelangkaan jumlah masker di DKI Jakarta, jangan sampai warga kekurangan masker. Gubernur tolong jangan cueklah, harus bisa mencari solusi jika terjadi minimnya APD untuk Dokter dan perawat serta langkanya masker," kata Kent.

Kent banyak sekali menerima laporan dari warga terkait langkanya masker di DKI Jakarta, jika pun ada harganya sudah melonjak sangat tinggi.

Oleh karena itu, saat ini ia sedang menanyakan kepada Dirut PD Pasar Jaya tentang kelangkaan masker tersebut di pasaran.

"Banyak warga melapor ke saya, masker sudah sangat langka di pasaran, jika pun ada harganya sangat mahal sekali, kasihan warga yang ingin dirinya sehat tapi harus membeli masker dengan harga yang selangit. Oleh karena itu saya meminta Gubernur Anies dan Dirut PD Pasar Jaya harus bisa menjaga kestabilan harga dan kelangkaan masker," tuturnya.

Kent pun meminta kelangkaan masker di Jakarta harus disikapi secara serius oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, jika tidak penyebaran virus corona atau Covid-19 akan bisa semakin meluas.

Apabila PD Pasar Jaya memproduksi masker sendiri, diharapkan agar bisa membagikan kepada warga kurang mampu secara gratis.


"Gubernur harus bisa menyikapi dengan serius, dan jika memproduksi masker sendiri, warga Jakarta yang kurang mampu harus diperhatikan terlebih dahulu dan bisa dibagikan secara gratis, karena sudah pasti warga yang tidak mampu tidak akan sanggup membeli masker, dan jikalau ada pembagian masker untuk warga tidak mampu, juga harus di atur etika, teknik cara membagi yang baik dan aman, supaya tidak terjadi mengumpulnya warga yang tidak mampu untuk mengambil jatah masker tersebut," kata Kent.

Kent pun salut dengan gebrakan Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur yang memproduksi massal Hand Sanitizer dan dibagikan secara gratis kepada warganya, dan diletakkan dibeberapa titik rumah ibadah.

Tak hanya itu, Pemkot Ambon pun melakukan hal yang serupa, mereka menyiapkan ratusan pencuci tangan di rumah-rumah ibadah beserta sabun dan tisu untuk menanggulangi penyebaran virus corona.

Menurutnya, Pemkot Surabaya juga menggandeng salah satu perguruan tinggi untuk menciptakan sterilisasi chamber atau ruang sterilisasi untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 baru.

Oleh karena itu, Kent meminta dengan sangat kepada masyarakat khususnya warga DKI Jakarta, agar menaati anjuran Pemerintah untuk tinggal di rumah selama 14 hari, dengan tujuan untuk memutus rantai virus corona atau Covid-19 ini.

"Saya memohon bantuan masyarakat DKI Jakarta dengan sangat untuk mentaati anjuran Pemerintah untuk tinggal di rumah selama 14 hari, hal itu dilakukan supaya virus corona atau Covid-19 tidak tersebar semakin luas," tuturnya.

Diketahui, ruang sterilisasi tersebut sangat mirip seperti yang dibuat oleh Vietnam untuk melawan virus corona atau Covid-19.

Adapun cara kerja dari ruang sterilisasi ini adalah menyemprotkan uap disinfektan ke seluruh tubuh seseorang sehingga terbebas dari virus, bakteri dan kuman.

"Menurut saya apa yang sudah dilakukan Ibu Risma dan Pemkot Ambon adalah gebrakan yang sangat luar biasa dalam menangani virus corona tersebut. Seharusnya hal itu bisa ditiru oleh Gubernur Anies, saran saya Pak Anies tidak perlu gengsi, apa yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya dan Ambon ini kalau bisa diterapkan di DKI Jakarta akan sangat bagus dan bermanfaat sekali untuk masyarakat Jakarta. Pak Anies harus bisa membuat gebrakan yang siginifikan lah, agar warganya tidak makin banyak lagi yang tertular virus corona atau Covid-19. Sudah lah Pak Anies tak perlu sering sering jumpa pers melulu. Kini saatnya bekerja untuk kebaikan warga Jakarta," ketusnya.

Kent menilai, alangkah baiknya, jika Gubernur Anies Baswedan harus menunjuk satu juru bicara mewakili Pemprov DKI Jakarta terkait dengan perkembangan virus corona atau Covid-19 ini.


"Seharusnya Pak Anies tunjuklah satu orang Jubir untuk menjelaskan perkembangan terbaru kondisi Jakarta di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19 ini, dan Pak Anies harus berani turun ke bawah untuk mengeksekusi dan menyelesaikan masalah virus corona atau Covid-19 yang sudah mewabah di ibukota Jakarta. Ingat Pak Anies belum punya Wakil Gubernur, jadi harus gerak cepat menangani pandemi ini," ujarnya.

Perlu diketahui hingga saat ini, penderita infeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia menyentuh angka 514 orang, sementara korban meninggal dunia sudah mencapai 48 orang.

Dan terdapat 29 orang yang kini dinyatakan sembuh sepenuhnya.



Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Pemprov Serius Cari Solusi Penuhi Kebutuhan APD dan Masker di Jakarta, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anggota DPRD DKI Kenneth Sentil Pemprov Soal Kebutuhan APD dan Masker. Begini Katanya"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.