Babak Baru Perseteruan Arya Claproth dan Karen Pooroe, Tuntut Minta Maaf dan Ancam Lapor Balik


Beritaterheboh.com - Babak baru perseturuan antara Arya Satria Claproth dan Karen Pooroe kembali bergulir.

Kali ini, kasus pengeroyokan dan penodongan senjata api yang dilaporkan oleh Karen Pooroe dihentikan, menyusul polisi yang telah mengeluarkan SP3 atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan.

Terkait hal tersebut, Kompas.com telah merangkumnya sebagai berikut.

1. Memaafkan Karen Pooroe dan ajukan syarat
Arya Satria Claproth mengaku akan memaafkan Karen Pooroe setelah polisi menghentikan kasus dugaan pengeroyokan dan penodongan senjata api.

Namun, Arya meminta kepada Karen Pooroe untuk menghubungi kuasa hukumnya guna menyampaikan permintaan maaf.

"Hubungi kuasa hukum saya, lakukan permohonan maaf atas ini (menunjukkan surat SP3), ke tiga media besar yang di koran," ucap Arya Claproth dalam jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2020).

Selain itu, Arya memberikan Karen tenggat waktu selama tiga hari untuk menyampaikan permintaan maaf tersebut.


Bahkan, dia berencana akan melaporkan balik Karen Pooroe apabila syarat darinya diabaikan.

"Term and condition-nya tanya sama bapak (kuasa hukum Arya). 3x24 jam, bukan 1x24 jam. Kita kasih 3x24 jam. Kalau tidak? Kita akan lapor balik," ucap Arya

2. Merasa difitnah
Arya Claproth merasa Karen Pooroe memfitnahnya atas laporan yang dibuat di Polres Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Arya mengaku telah menerima SP3 atas kasus dugaan pengeroyokan dan penodongan pistol yang dibuat Karen.

“Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, ingat itu," kata Arya.

Arya memang sudah memaafkan Karen Pooroe atas laporan itu, akan tetapi dia berharap agar Karen segera menyampaikan permohonan maaf.


3. Bongkar kebohongan Karen Pooroe
Arya Claproth berjanji akan membongkar kebohongan Karen Pooroe selama ini.

"Saya janji akan bongkar satu per satu. Bukan karena dendam, saya punya keinginan," kata Arya.

Pasalnya, menurut Arya, Karen terbukti melakukan tindak kebohongan dengan melakukan pencemaran nama baik.

"Jadi orang ini sudah punya kemampuan memberi laporan yang bohong kepada yang berkuasa. Terbukti ini (SP3)," kata Arya.

4. Tanggapan pihak Karen Pooroe atas SP3
Kuasa hukum Karena Pooreoe, Wemmy Amanupunyo mengaku sudah menerima Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) atas laporan kliennya.

Wemmy berujar bahwa itu merupakan keputusan pihak polisi yang melihat kasus tersebut belum memenuhi unsur bukti.

"Ya itu kan sah-sah saja, karena itukan keputusan dari Polres ya. Kalau memang dianggap laporan ini sudah memenuhi unsur tidak cukup bukti, itu kan kebijakan kepolisian," ucapnya saat dihubungi, Selasa (24/3/2020).


Tetapi, Wemmy membantah kliennya telah membuat laporan palsu.

“Karena Mbak Karen kan enggak punya cukup bukti, jangankan ditodong pistol, ada bom di situ pun kita ngomong enggak kuat (bukti), karena enggak ada saksi lain," katanya.

"Semua saksi pada saat kejadian tidak melihat langsung, karena kejadiannya di dalam rumah kan," ujarnya.

5. Pihak Karen Pooroe tak khawatir dilaporkan balik

Kuasa hukum Karen Pooroe, Wemmy Amanupunyo tidak khawatir akan adanya laporan balik dari Arya Claproth menyusul dihentikannya kasus dugaan pengeroyokan.

Sebelumnya, Karen Pooroe membuat laporan kepada Arya atas dugaan pengeroyokan dan penodongan senjata api.

"Silakan (lapor balik), kami enggak khawatir sama sekali kok. Karena yang Mbak Karen lakukan di rumah Arya itu satu ingin bertemu dengan anaknya," ucap Wemmy merespons pernyataan Arya Satria Claproth yang akan lapor balik.(kompas.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Babak Baru Perseteruan Arya Claproth dan Karen Pooroe, Tuntut Minta Maaf dan Ancam Lapor Balik"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.