Ini Kronologi 28 Warga Tambora Jadi ODP Gegara Imam Musala Positif COVID Nekat Pimpin Tarawih

Suasana di RW 07 Jembatan Besi, Tambora yang jalani karantina mandiri usai tiga warganya positif Covid-19 dan puluhan warga jalani swab test - Imam Tarawih di Tambora sempat tidak percaya dirinya positif corona. Ia bahkan menolak dibawa ke rumah sakit. 



Beritaterheboh.com -  Imam Tarawih di Tambora, Jakarta Barat, sempat tidak percaya dirinya positif virus corona (Covid-19).

Tak hanya itu, ia juga sempat tidak mau dibawa ke rumah sakit dan mengatakan dirinya terkena gejala tipes, bukan virus corona.

Diketahui, sebanyak 28 warga di Tambora, Jakarta Barat, berstatus orang dalam pemantauan (ODP), setelah kontak langsung dengan imam Tarawih yang ternyata positif virus corona.

Warga yang menjadi imam Tarawih di Masjid Baitul Muslimin di kawasan Tambora, Jumat (8/5/2020) lalu itu, diketahui juga sebagai Ketua RT.

Camat Tambora, Bambang Sutama, mengatakan warga berinisial O itu dinyatakan positif corona setelah melakukan tes swab bersama anaknya.

"Pertama anaknya cek di Puskemas positif, kemudian orang tuanya ikut melakukan tes swab pada Jumat kemarin. Hasilnya dua-duanya positif Covid-19," ujar Bambang, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (14/5/2020).

"Nah malam itu masih memimpin Tarawih," ungkap Bambang.

Saat ini, O sudah dibawa ke RSUD Tarakan Jakarta dibantu TNI dan Polri.

Pasien Sempat Tak Mau Dibawa ke Rumah Sakit





Dikutip dari TribunJakarta.com, Bambang Sutama menyebut, O sebelumnya bersikeras tak mau dibawa ke rumah sakit.

Bahkan, O masih tak percaya dirinya terkena Covid-19 karena tak memiliki gejala apapun.


"Jumat dinyatakan positif, Sabtunya itu lurah bersama tiga pilar membujuk warga untuk dirujuk di Wisma Atlet atau rumah sakit dia menolak."


"Dia menyampaikan, 'Saya tidak kena Covid tapi gejala tipes'," kata Bambang, Senin (11/5/2020).


Selanjutnya, 28 warga Tambora yang terdiri dari 20 jamaah salat Tarawih dan 8 anggota keluarga, menjalani swab test di Puskesmas Tambora.

"Jadi saya mintanya swab bukan rapid lagi karena mereka sudah kontak dengan orang yang positif," terangnya.


Rencananya swab test tersebut akan dilakukan bertahap kepada warga lainnya di RW 07 atau yang pernah kontak fisik dengan O.

Pasien Tetap Beraktivitas

Dikutip dari TribunJakarta.com, setelah tahu cucunya positif Covid-19, O sebelumnya tetap beraktivitas seperti biasa.

Ia tetap pergi ke musala untuk salat berjamaah, lalu O sakit pada Jumat lalu.

Hasil swab O kemudian menunjukkan positif virus Corona.

Petugas kesehatan beserta lurah meminta agar pasien itu dirawat.

28 Warga Jalani Karantina

Bambang menyebut, saat ini pihaknya telah menyemprot disinfektan ke wilayah RW 07.

"Kemarin lingkungannya sudah kita semprot, rumahnya pasien sudah kita semprot, Musala juga sudah kita semprot," ungkapnya, Senin.

Kini, 27 dari 28 warga tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing sembari menunggu hasil tes keluar.

"Sementara Wakil RW punya sakit paru-paru sekarang dirawat di RS Pelni, mungkin dikategorikan PDP," kata Bambang.



Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Imam Tarawih di Tambora Sempat Tak Percaya Positif Corona & Menolak Dibawa ke RS: Saya Gejala Tipes, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Kronologi 28 Warga Tambora Jadi ODP Gegara Imam Musala Positif COVID Nekat Pimpin Tarawih"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.