PSBB Transisi Berakhir Hari Ini, Anggota DPRD Kenneth 'Semprot' Anies Soal Pelanggaran Prokes. Gak Becus?

Kepala Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta, serta Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan,...


Kepala Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta, serta Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. 

Beritaterheboh.com - Para Pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), sekaligus Visit Wonderful Indonesia (VIWI) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mencabut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi Jakarta.

Pasalnya, pelaksanaan PSBB transisi secara nyata di lapangan tidak dilakukan dengan disiplin, serius dan berjalan semestinya.

Menanggapi hal itu, Kepala Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta, serta Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mendukung usulan PHRI dan VIWI terkait pemberhentian PSBB Transisi di Jakarta pada 22 November 2020 mendatang.

Kent sapaanya menjelaskan, kenyataannya saat ini banyak sekali pembiaran yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, terkait pelanggaran PSBB.

Banyak warga yang telah melanggar Protokol Kesehatan (Prokes).

"Buat apa PSBB Transisi Jakarta diperpanjang, jika memang kenyatannya banyak pembiaran acara yang membuat ribuan orang berkerumun dan tidak mengindahkan Prokes Covid-19," kata Kenneth dalam keterangannya, Jumat (20/11/2020).

Saat ini, sambung Kent, para pengusaha telah membatasi ruang gerak usahanya di tengah Pandemi Covid-19 karena PSBB transisi.

Namun disamping itu, secara realita di lapangan banyak sekali pembiaran yang di lakukan oleh Pemprov DKI Jakarta tentang pelanggaran PSBB yang menyebabkan jumlah penularan virus Covid-19 terus bertambah.

"Kebijakan PSBB yang tidak jelas arahnya dan Pemprov DKI Jakarta yang tidak serius, dan tegas dalam penerapan PSBB transisi ini sehingga menimbulkan krisis ekonomi yang merusak sendi sendi perekenomian dan terancam masuk ke jurang resesi. Lebih baik hentikan PSBB Transisi omong kosong ini, dikembalikan ke kondisi normal saja dan supaya semua sektor bisa berjalan secara normal, jadi tidak ada pembatasan kapasitas dan jam operasional,” ujarnya.

Menurut Kent,  pengusaha sudah mengikuti aturan penerapan mulai dari PSBB total hingga PSBB transisi, namun kesadaran masyarakat akan bahaya penyebaran virus Covid-19 masih begitu rendah dan memang sudah saatnya aspek kesehatan dan ekonomi sudah harus berjalan beriringan, supaya kita tidak jatuh ke jurang resesi.

“Semua pengorbanan kita semua seakan akan tidak ada artinya. Para pengusaha sudah membatasi ruang geraknya, Petugas Medis banyak yang sudah mengorbankan jiwa dan raganya, tetapi apa yang terjadi di lapangan, omong kosong semua, banyak sekali pelanggaran pelanggaran yang terjadi di masyarakat, terutama yang terjadi di Petamburan yang membuat ribuan orang berkumpul tanpa menjalankan protokol kesehatan dengan benar," kata Kent.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, penyebaran virus corona di Jakarta pada Kamis 19 November 2020, muncul 1.185 kasus baru positif corona.

Menurut Kent, bertambahnya kasus positif Covid-19 tersebut lantaran banyaknya warga yang melanggar Prokes.

"Banyak warga yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, karena memang tidak ada ketegasan dari gubernurnya. Jadi percuma saja di perpanjang terus PSBB transisi, dan sangat tidak efektif untuk menekan penyebaran virus corona, kalau tidak ada tindakan tegas dan niat serius dari Pemprov DKI," tegas Kent.

Oleh karena itu, Kent meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan agar lebih fokus terhadap penanggulangan Covid-19 di ibukota, jika terjadi pembiaran kerumunan massa, lebih baik PSBB Transisi tak perlu diperpanjang.

"Saya minta Pak Anies harus lebih fokus terhadap penanggulangan Covid-19 di Jakarta, karena selama sepekan ini penyebaran semakin meluas. Jika angka positif Covid-19 terus naik, lebih baik hentikan saja PSBB Transisi," kata Kent.

Hingga saat ini, tenaga medis terus berjuang menekan turunnya angka Covid-19.

Namun, apa yang kini terjadi, kinerja tenaga medis selama delapan bulan lamanya sia sia dikarenakan terjadinya pembiaran kerumunan massa di tengah Pandemi Covid-19.

"Pelanggaran protokol kesehatan dilakukan secara terang-terangan dengan berkumpulnya ribuan orang, dan bisa membuat sia sia segala upaya yang telah dilakukan delapan bulan terakhir. Kerja keras tim medis di rumah sakit akan tidak ada gunanya selama delapan bulan ini," kata Kent.

Kent pun mengimbau kepada warga Jakarta khususnya, jika hendak berpergian agar benar-benar mengindahkan protokol kesehatan Covid-19, seperti jaga jarak, memakai masker, dan menyiapkan hand sanitizer.

"Saya mengimbau kepada warga DKI Jakarta wajib melakukan protokol kesehatan covid-19 dengan disiplin dimanapun berada. Penyebaran virus akan terhenti jika dari diri kita yang benar-benar disiplin terhadap diri sendiri. Jangan bosan dan malas dalam melakukan standart protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau membawa hand sanitizer. Kita wajib bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri, dan orang lain," pungkasnya.


Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya memanggil Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan untuk meminta klarifikasi terkait acara  Maulid Nabi Muhammad SAW di daerah Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Orang nomor satu di Jakarta itu dimintai klarifikasi terkait dugaan tindak Pidana Pasal 93 UU Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Karantina Kesehatan.

Untuk diketahui, Pasal 93 sendiri berbunyi 'Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)'.

Atas dasar itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan Instruksi Mendagri tentang Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) Pencegahan Covid-19 kepada seluruh kepala daerah pada Rabu 18 November 2020. Hal ini sebagai respons pemerintah atas peristiwa kerumunan massa yang seolah tidak mampu ditangani kepala daerah.

"Saya sampaikan kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk mengindahkan instruksi ini, karena ada risiko menurut UU. Kalau UU dilanggar dapat dilakukan pemberhentian," ujar Tito dalam rapat bersama Komisi II DPR RI.

Tito pun mengingatkan, Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang memuat ketentuan kepala daerah wajib mentaati seluruh peraturan perundang-undangan, termasuk peraturan daerah, dan peraturan kepala daerah.

Jika kewajiban ini dilanggar, kepala daerah dapat dikenakan sanksi pemberhentian.

Selain itu, Tito sudah memberikan teguran tertulis kepada 83 kepala daerah yang di daerahnya terjadi kerumunan besar di tengah pandemi Covid-19.

Ia menegaskan agar kepala daerah mencegah hal-hal yang melanggar prokes sehingga berpotensi terjadi penyebaran virus corona.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Pemprov DKI Tak Tegas Bubarkan Kerumunan, Anggota DPRD Kenneth: Lebih Baik PSBB Transisi Dihentikan, 

Name

ABDUL AZIZ,1,abu tours,10,agus,1,ahmad dhani,62,Ahok,396,ahoker,1,amien rais,4,Anies,16,AniYudhoyono,13,anti virus,1,asian games 2018,2,bahar smith,3,bbm,1,Bela Islam,4,Berita,3429,Berita Islam,14,bom bunuh diri,1,bom medan,12,bom surabaya 13 Mei,29,bpjs,4,corona,278,Daerah,72,data corona,59,debat capres,8,deddy,2,demo,1,demokrat,3,djarot saiful hidayat,21,dki,736,dpr,1,DPR/DPRD,19,Ekonomi,17,enter,1,entertainment,1787,erick tohir,1,fadli zon,42,fahri hamzah,17,farhat,5,first travel,8,FPI,189,ganti presiden,12,garuda,66,gempa bumi,1,gempa palu,6,gerindra,2,Gibran,44,guru honorer,1,habib bahar,1,habib rizieq,4,hatespeech,13,Hukum,239,ILC,17,intermezzo,3,Internasional,202,investasi bodong,2,Iriana Jokowi,4,Isu,1,Jakarta,119,jogja,1,Jokowi,197,jonru,2,Jusuf Kalla,8,Kaesang,49,Kahiyang,9,kampanye akbar Jokowi,1,kasus 22 mei,10,kasus ektp,3,kasus jessica,1,kasus sepakbola,6,kecelakaan,8,keraton agung sejagat,26,Kesehatan,1,Kontroversi,26,korban,1,KPK,1,Kriminal,16,leasing,1,lina sule,82,lion air,62,lucinta luna,71,mafia bola,1,Mario Teguh,3,mata najwa,13,mca,13,menteri susi,10,mudik,1,MUI,12,mulan jameela,1,mustafa nahra,1,najwa,1,nas,1,nasiona,1,Nasional,770,News,3,Novel Baswedan,19,NU,46,NUSRON WAHID,3,ojol,3,Olahraga,13,Opini,245,PAN,1,papua,1,Partai,15,pdip,1,pemilu2019,1,Pendidikan,8,Peristiwa,44,Pilgub DKI,203,pilgub sumut,1,pilkada,5,pilkada2018,10,pilpres2019,48,PKB,1,pks,10,polit,1,Politik,5213,POLRI,17,prabowo,2,pssi,1,Ragam,45,ratna sarumpaet,103,realcount,2,Revisi UU,1,ridwan kamik,1,ridwan kamil,1,risma,6,s,1,sandiaga uno,11,saracen,1,SBY,39,sejarah,1,sele,1,Seleb,206,serba serbi,1,setnov,2,sidang MK 2019,35,sport,1,sunda empire,14,surat ahmad dhani,4,syilviana,2,T,1,telkomsel,1,Teror,9,teroris riau,2,Tips,2,TNI,10,tol cipularang,8,topic netizen,758,tragedi 9 mei 2018,22,tre,1,trending topik,1850,UAS,27,UN,1,Unik,1,
ltr
item
Berita Heboh: PSBB Transisi Berakhir Hari Ini, Anggota DPRD Kenneth 'Semprot' Anies Soal Pelanggaran Prokes. Gak Becus?
PSBB Transisi Berakhir Hari Ini, Anggota DPRD Kenneth 'Semprot' Anies Soal Pelanggaran Prokes. Gak Becus?
https://1.bp.blogspot.com/-vhizEsqY6lY/X7hRR1AKZyI/AAAAAAAA2uI/1vebRZPJrEkUbGo0BB5ztRtzNLrtAh2NACLcBGAsYHQ/w569-h439/ken-nunjuk.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-vhizEsqY6lY/X7hRR1AKZyI/AAAAAAAA2uI/1vebRZPJrEkUbGo0BB5ztRtzNLrtAh2NACLcBGAsYHQ/s72-w569-c-h439/ken-nunjuk.jpg
Berita Heboh
http://www.beritaterheboh.com/2020/11/psbb-transisi-berakhir-hari-ini-anggota.html
http://www.beritaterheboh.com/
http://www.beritaterheboh.com/
http://www.beritaterheboh.com/2020/11/psbb-transisi-berakhir-hari-ini-anggota.html
true
5276501411807228324
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content