Gempar! Kamarudin Simanjuntak Bongkar Ferdy Sambo Diduga Terlibat 3 Kasus Besar Ini

  Kamarudin Simanjuntak, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J membeberkan fakta baru tentang Irjen Ferdy Sambo hingga yang bersangkutan membunuh ...

 


Kamarudin Simanjuntak, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J membeberkan fakta baru tentang Irjen Ferdy Sambo hingga yang bersangkutan membunuh Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat.


Dalam video yang kini viral di media sosial, Kamarudin Simanjuntak secara blak-blakan menyebutkan bahwa Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo, tidak selingkuh. 


Akan tetapi, kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo tersebut, ada kaitannya dengan beberapa hal. Ferdy Sambo diduga terlibat dalam tiga urusan ilegal lainnya. 


"Jadi kasus ini ada kaitannya dengan perempuan, ada kaitannya dengan tata kelola sabu-sabu, miras dan judi," ujar Kamarudin Simanjuntak dalam program MetroTV yang dipandu Hotman Paris. 


Mendengar pernyataan Kamarudin Simanjuntak tersebut, Hotman Paris pun langsung mengejar dengan sedert pertanyaan. 


Hotman Paris sepertinya terkejut mendengar pernyataan Kamarudin Simanjuntak bahwa Irjen Ferdy Sambo diduga terlibat dalam tata kelola shabu-shabu, miras dan judi. 


"Apa? shabu-shabu? Ada kaitannya dengan miras dan judi? Maksudnya apa? Miras dan judi apa?" tanya Hotman Paris seakan mengejar Kamarudin Simanjuntak. 


Hotman Paris demikian penasaran, sehingga melontarkan pertanyaan secara bertubi-tubi kepada Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J tersebut. 

Saat Kamarudin Simanjuntak menyebutkan bahwa Ibu Putri Candrawathi tidak selingkuh, Hotman Paris langsung mereson dengan mengatakan, "Ibu Putri tidak selingkuh? oke," katanya. 


Sejurus kemudian, Kamarudin kembali membongkar fakta lain yang menyebutkan bahwa perkara pembunuhan Brigadir J ada kaitannya dengan perempuan, tata kelola shabu-shabu, miras dan judi. 


Mendengar itu, Hotman Paris langsung memperlihatkan kekagetannya dengan mengulangi pernyataan sang penasihat hukum keluarga Brigadir J itu. 


"Shabu-shabu? Miras dan judi? Maksudnya apa? Miras dan judi apa?" tanya Hotman Paris berkali-kali. 


Menanggapi itu, Kamarudin Simanjuntak mengatakan bahwa ada yang memberikan informasi kepadanya tentang hal tersebut. 


"Ada yang memberi informasi ke saya. Bahwa ini ada keterkaitannya dengan judi, tata kelola shabu-shabu, miras dan bisnis lainnya." 


Mendengar itu, Hotman Paris kembali mencecarnya dengan sederet pertanyaan lagi, "Maksudnya ada dugaan keterlibatan Irjen Pol Ferdy Sambo?" kata Hotman Paris 


"Jadi kesimpulan saudara motivasinya pertama ada dugaan terkait konten sensitif," kata Hotman Paris yang langsung dijawab Kamarudin ada konten wanita, ada konten tata kelola shabu-shabu, ada konten tata kelola judi, miras dan bisnis lainnya. 


"Jadi ini ada keterkaitan dengan Irjen Ferdy Sambo?" tanya Hotman lagi dan langsung dijawab Kamarudin bahwa itu namanya tidak menghormati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 


Minta Presiden Pulihkan Martabat Brigadir J 


Sementara itu, video viral lainnya tentang kasus pembunuhan Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak juga meminta kepada Presiden Jokowi untuk memulihkan martabat Brigadir J. 


"Saya mau mengatakan kepada presiden indonesia supaya memulihkan harkat dan martabat Brigadir Nofryansah ( Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat ). Itu harus dipulihkan," ujar Kamarudin seraya menahan tangis. 


Hal kedua yang disampaikan kepada Presiden Jokowi, adalah angkat Brigadir J menjadi pahlawan kepolisian. 


"Jadikan Rumah Dinas Kadiv Propam ( tempat brigadir J dihabisi ) sebagai museum." 


"Tentang bagaimana kejahatan kepolisian supaya dikenang masyarakat Indonesia sampai selama-lamanya bahwa tidak ada lagi kejahatan seperti itu." 


Ketiga, berikan kompensasi kepada ayah ibu Brigadir J."Itu saja permintaan saya," ujar Kamarudin Simanjuntak. 


Untuk diketahui, sejak Brigadir J dihabisi secara kejam oleh Jenderal Ferdy Sambo, ibunda Nofryansah Yosua Hutabarat langsung jatuh sakit. 

Bahkan sampai saat ini, Ibunda Brigadir J masih sakit sehingga membutuhkan waktu untuk istirahat. 


Makanya, ketika beredar kabar bahwa istri Ferdy Sambo terguncang oleh kematian Brigadir J, nitizen pun menyebutkan bahwa yang lebih terguncang justru keluarga Brigadir J. 


Sebab tanpa hujan angin, tanpa ada tanda-tanda, putera kebanggaan keluarga Hutabarat itu justeru diperlakukan secara sadis di Rumah Dinas Kadiv Propam yang ditempati Irjen Ferdy Sambo. 


Irjen Ferdy Sambo yang saban hari dikawal dan dilayani malah bertindak sebagai algoju dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang hingga kini belum diketahui motifnya. 


Mulanya polisi menjelaskan bahwa ada peristiwa tembak menembak di rumah dinas Ferdy Sambo. Insiden baku tembak itu antara Brigadir J vs Bharada E. 


Saat itu, Bharada E disebut sebagai salah satu penembak terbaik di Brimob. Padahal faktanya, Bhadara E baru mendapatkan pistol di bulan November 2021 dan baru mengikuti latihan menembak pada Maret 2022. 


Dalam insiden tembak menembak itu, polisi menjelaskan bahwa Bharada E melesakkan 5 peluru dan semuanya bersarang di tubuh Brigadir J. 


Sementara 7 peluru yang ditembakan Brigadir J ke arah Bharada E, semuanya meleset. Fakta hukum justeru menyebutkan bahwa tembakan ke Brigadir J justeru dilakukan oleh Irjen Sambo. 


Sementara Bharada E yang berada di lokasi kejadian, diperintahkan untuk menembak setelah Brigadir J dalam keadaan tidak berdaya. 


Saat menembak Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo menggunakan pistol milik Bharada E. Setelah itu, pistol yang sama diserahkan kepada Bharada E untuk menembak lagi Brigadir J. 


Ujung-ujungnya, Bharada E disebut-sebut sebagai pelaku utama penembakan Brigadir J. Padahal kepada Kapolri, Bharada E secara gagah berani menyebutkan bahwa Ferdy Sambo-lah pelaku utama pembunuhan Brigadir J. 


Sementara Kapolri dalam pernyataannya di hadapan media, menyebutkan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak antara Brigadir J dan Bharada E di Rumah Dinas Kadiv Propam yang ditempati IOrjen Ferdy Sambo. 


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan fakta tersebut lalu menyatakan bahwa Timsus Mabes Polri telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J 


Pasca penetapan status tersebut, Tim Gabungan pun menggeledah rumah pribadi Ferdy Sambo yang beralamat di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa 9 Agustus 2022. 


Dari penggeledahan itu, Timsus Gabungan Mabes Polri membawa satu box kontainer berisi barang bukti yang diduga kuat terkait kasus kematian Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat. 


Penggeledahan tersebut dilakukan oleh Tim gabungan Mako Brimob, Propam dan Inafis Polri. Dan, barang-bawang yang dibawa pun diambil dari kediaman Ferdy Sambo yang kini berstatus tersangka. 


Dirilis dari Tribunnews.com, penggeledahan rumah pribadi Ferdy Sambo berlangsung selama 9 jam. 


Selama penggeledahan berlangsung, Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo berada di dalam kamar sambil menangis. 


Hal itu dibenarkan Ketua RT 07 RW 002 Duren Tiga, Yosef, ketika dikonfirmasi awak media. Dia juga membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan oleh polisi. 


Hanya saja, Yosef tidak tahu apa saja yang dibawa polisi dalam box kontainer yang dibawa oleh tim gabungan tersebut. 


"Penyidik ambil barang, ada satu boks. Semua barang yang diambil dan dibawa itu dicatat seluruhnya." 


"Kami ikut nyaksiin aja," kata Yosef saat ditemui awak media di kediamannya, kemarin. 


Yosef menyebutkan bahwa Putri Candrawathi tidak menyaksikan penggeledahan tersebut. Ibu Putri hanya berada dalam kamar. 


"Baik-baik saja (kondisinya), cuma ibu yang di kamar saja, agak syok begitu, menangis dan pengacara bilang dia nangis begitu saja," ungkap dia. 


Dalam penggeledahan tersebut, Yosef juga menjadi salah satu pihak yang dilibatkan untuk masuk ke dalam rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo. 


Sebagai Ketua RT, Yosef menjadi saksi bahwa telah dilakukan penggeledahan di rumah tersebut. 


Selama di rumah pribadi Ferdy Sambo, Yosef juga tidak bisa melakukan komunikasi dengan Putri Candrawathi, mengingat kondisinya masih syok dan kerap menangis. 


"Katanya si (kuasa hukum), dia (Putri Candrawathi- red) menangis terus jadi susah gitu ya kita (berkomunikasi-red)," ucap Yosef. 


Mengenai aparat yang melakukan penggeledahan tersebut, Yosef menuturkan, ada beberapa dari anggota Bareskrim dan polisi wanita (polwan). 


Anggota kuasa hukum dari Putri Candrawathi juga terlihat mendampingi penggeledahan tersebut. 


"Itu ada dia di dalam (kuasa hukum ibu Putri). Saat saya masuk, ada ibu Putri, ada pengacara wanita, polwan satu, dari Bareskrim ada 4," katanya. 


Pantauan Tribun di lokasi itu, anggota Korps Brimob senantiasa berjaga-jaga di tempat itu. Mereka senantiasa memegang senjata laras panjang. 


Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, membenarkan bahwa boks atau koper berwarna hitam yang dibawa anggota Brimob itu, berisi barang bukti terkait kasus Brigadir J. 


"Ya sudah saya tanyakan bahwa seluruh barang bukti yang disita sedang diperiksa dan dianalisis sama penyidik," ujar Dedi. 


Hingga saat ini, barang bukti yang terkait kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih sedang dianalisis oleh timsus. 


Inspektorat Khusus (Irsus) juga sedang mendalami dugaan adanya perintah Ferdy Sambo terkait skenario baku tembak dalam kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J. 


Dedi Prasetyo menyebutkan, pihaknya sudah memeriksa 31 anggota Polri untuk mendalami dugaan kasus tersebut. 


Mereka sudah berstatus terperiksa. 


"Perintah-perintah terhadap 31 orang dan yang ditetapkan sebagai terperiksa akan didalami oleh irsus," kata Dedi. 


Lebih lanjut, Dedi mengatakan pihaknya juga akan memeriksa para anggota Polri tersebut. 


Nantinya, akan diketahui perintah apa saja yang diberikan Ferdy Sambo kepada masing-masing anggota. 


"Irsus akan mendalami sejauh mana perintah FS kepada orang perorang dan perannya. 


Jadi saya mohon teman-teman untuk bersabar," pungkasnya. 


Sementara itu, Bripka Ricky Rizal dan Asisten Rumah Tangga (ART) Irjen Ferdy Sambo, Kuwat turut menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J. 


Mereka diduga memiliki sejumlah peran dalam kasus tersebut. 


Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menyampaikan bahwa keduanya diduga tidak melaporkan rencana pembunuhan kepada Brigadir J sebelum tewas. 


Agus menyatakan bahwa keduanya juga diduga tidak mencegah adanya penembakan terhadap Brigadir J. 


Sebaliknya, keduanya juga diduga turut diperintah oleh Irjen Ferdy Sambo. 


Janji Sampaikan Motif


Kepolisian RI berjanji akan mengumumkan motif mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, memerintahkan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J hingga tewas. 


Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, pihaknya akan mengumumkan motif itu seusai pendalaman yang dilakukan Tim Khusus (Timsus) bentukan Kapolri selesai. 


"Kalau sudah selesai akan disampaikan," ujar Dedi, kemarin. 


Dedi mengatakan, pihaknya sedang mendalami motif Irjen Ferdy Sambo menembak Brigadir J seusai yang disebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. 


"Masih didalami semua oleh penyidik terkait hal tersebut," katanya. 


Mahfud MD sebelumnya menyatakan motif Sambo melakukan perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir K tergolong sensitif dan hanya boleh didengar oleh orang dewasa. 


Dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Selasa 9 Agustus 2022 malam, Mahfud menyebut motif eks Kadiv Propam itu membunuh Brigadir J adalah hal yang sensitif. 


"Yang penting sekarang telurnya sudah pecah dulu, itu yang kita apresiasi dari Polri. 


Soal motif, itu biar dikonstruksi hukumnya," kata Mahfud. "Sensitif"," imbuhnya. (tribunnews.com)

Name

ABDUL AZIZ,1,abu tours,10,ACT,3,agus,1,ahmad dhani,62,Ahok,397,ahoker,1,amien rais,4,Anies,16,AniYudhoyono,13,anti virus,1,asian games 2018,2,bahar smith,3,bbm,1,Bela Islam,4,Berita,3427,Berita Islam,14,bom bunuh diri,1,bom medan,12,bom surabaya 13 Mei,29,bpjs,4,corona,278,Daerah,72,data corona,59,debat capres,8,deddy,2,demo,1,demokrat,3,djarot saiful hidayat,21,dki,736,dpr,1,DPR/DPRD,19,Ekonomi,17,enter,1,entertainment,1804,erick tohir,1,fadli zon,42,fahri hamzah,17,farhat,5,first travel,8,FPI,189,ganti presiden,12,garuda,66,gempa bumi,1,gempa palu,6,gerindra,2,Gibran,44,guru honorer,1,habib bahar,1,habib rizieq,4,hatespeech,13,Hukum,239,ILC,17,intermezzo,3,Internasional,322,investasi bodong,2,Iriana Jokowi,4,Isu,1,Jakarta,119,jogja,1,Jokowi,197,jonru,2,Jusuf Kalla,8,Kaesang,49,Kahiyang,9,kampanye akbar Jokowi,1,kasus 22 mei,10,kasus ektp,3,kasus jessica,1,kasus sepakbola,6,kecelakaan,8,keraton agung sejagat,26,Kesehatan,1,Kontroversi,112,korban,1,KPK,1,Kriminal,16,leasing,1,lina sule,82,lion air,62,lucinta luna,71,mafia bola,1,Mario Teguh,3,mata najwa,13,mca,13,menteri susi,10,mudik,1,MUI,12,mulan jameela,1,mustafa nahra,1,najwa,1,nanggala402,12,nas,1,nasioanal,3,nasiona,7,Nasional,4564,News,3,Novel Baswedan,19,NU,46,NUSRON WAHID,3,ojol,3,Olahraga,13,Opini,244,PAN,1,papua,1,Partai,15,pdip,1,pemilu2019,1,Pendidikan,8,Peristiwa,44,Pilgub DKI,203,pilgub sumut,1,pilkada,5,pilkada2018,10,pilpres2019,48,PKB,1,pks,7,poli,1,polirik,1,polisi,1,polit,1,politi,4,Politik,7022,politiki,1,poliyik,1,POLRI,17,prabowo,2,pssi,1,raga,2,Ragam,2756,ragan,3,ratna sarumpaet,103,realcount,2,Revisi UU,1,ridwan kamik,1,ridwan kamil,1,risma,6,s,1,sandiaga uno,11,saracen,1,SBY,39,sehat,1,sejarah,1,sele,2,Seleb,1315,serba serbi,1,setnov,2,sidang MK 2019,35,sinovac,2,SJ182,18,sport,1,sunda empire,14,surat ahmad dhani,4,syilviana,2,T,1,telkomsel,1,Teror,9,teroris riau,2,Tips,2,TNI,10,tol cipularang,8,tommy soeharto,1,topic netizen,758,tragedi 9 mei 2018,22,tre,1,trending topik,1853,UAS,27,UN,1,Unik,1,vaksin,3,zodiak,16,
ltr
item
Berita Heboh: Gempar! Kamarudin Simanjuntak Bongkar Ferdy Sambo Diduga Terlibat 3 Kasus Besar Ini
Gempar! Kamarudin Simanjuntak Bongkar Ferdy Sambo Diduga Terlibat 3 Kasus Besar Ini
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv6bpuPrN0vdehP15STIhzv2WNyHWZ6lw0n5-49xfk9ODTSpCDQy_zNmi474uVphs2nxj-fIikczGawP7MDUOFTjY6M5zM7RbL8jUJLzC3JSTEw0L8nGRFgbsqahQu-_e4WboPTK1-QiTX8N1i0h1CrfLzFPf5kMWWMqXuIwmor1wwXmTVBxsSu4T9CQ/w584-h656/kamw.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv6bpuPrN0vdehP15STIhzv2WNyHWZ6lw0n5-49xfk9ODTSpCDQy_zNmi474uVphs2nxj-fIikczGawP7MDUOFTjY6M5zM7RbL8jUJLzC3JSTEw0L8nGRFgbsqahQu-_e4WboPTK1-QiTX8N1i0h1CrfLzFPf5kMWWMqXuIwmor1wwXmTVBxsSu4T9CQ/s72-w584-c-h656/kamw.jpg
Berita Heboh
http://www.beritaterheboh.com/2022/08/gempar-kamarudin-simanjuntak-bongkar.html
http://www.beritaterheboh.com/
http://www.beritaterheboh.com/
http://www.beritaterheboh.com/2022/08/gempar-kamarudin-simanjuntak-bongkar.html
true
5276501411807228324
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content