Warga: "Dulu Banjirnya Bisa Berkloter-kloter..."





Beritaterheboh.com - Agni Malagina, warga Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, masih mengingat banjir terakhir di tahun 2015 yang melanda rumahnya di Kompleks Zeni AD Rawajati. 

Setahun kemudian atau pada 2016, menjadi tahun pertama Agni dan suaminya tak merasakan banjir meski masuk musim penghujan.

"Dulu banjirnya bisa berkloter-koter, sudah surut dibersihkan besok datang lagi, apalagi kalau hujan berturut-turut datangnya, hari ini banjir kerendam, besok surut, dibersihin, malamnya kena lagi," kata Agni kepada Kompas.com, Minggu (12/2/2017).

Agni menuturkan, sejak 2008 ia dan suami mulai merasakan banjir. Mitos banjir lima tahunan yang melanda Jakarta tak berlaku di wilayah ini.

Itu karena tiap kali hujan dengan durasi agak lama, kompleks tempat tinggal Agni serta Jalan Binawarga yang dilintasi Ciliwung, pasti banjir.   

"Dulu (Pintu Air Katulampa) Siaga III udah banjir, siaga II pasti banjirnya 2 meter, siaga I wasalam, sekarang siaga I kering kerontang," ujar Agni.

Agni meyakini banjir tak lagi datang tahun ini lantaran biang keroknya sudah diatasi. Jembatan Kalibata yang menghubungkan Kalibata dan Cililitan dibongkar tahun lalu.

Dahulu, kata dia, aliran air selalu tertahan di jembatan tersebut sebab banyak sampah yang tersangkut hingga menumpuk.

Sejak jembatan tersebut dibongkar, aliran Ciliwung lancar dan tak lagi meluapi rumah warga di Rawajati dan Pengadegan.

Tingginya air di Katulampa pada hari ini tak lagi menjadi momok untuk keluarga Agni. Dia dan ratusan warga lainnya kini bisa bernapas lega.

Kisah bebas banjir lainnya datang dari Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Fiki Supriyanto yang menghabiskan 23 tahun hidupnya di wilayah ini, paham betul bagaimana Kali Pesanggrahan meluap dengan cepat.

Namun banjir perlahan berkurang sejak Pemprov DKI Jakarta menormalisasi Sungai Pesanggrahan.

"Sudah enggak banjir lagi kalau hujan, semenjak bikin jalanan di pinggir kali," kata Fiki.

Normalisasi Pesanggrahan yang dimulai sejak 2012 itu memang belum tuntas. Namun badan sungai yang sudah dilebarkan dan diturap itu membuat warga tak lagi khawatir kala hujan deras mengguyur Jakarta Selatan.

Sejumlah permukiman seperti Kompleks IKPN Tanah Kusir dan Ulujami yang kini terhubung melalui jalan inspeksi di pinggir Kali Pesanggrahan.

Fiki membayangkan jika normalisasi tersebut dilanjutkan, kawan-kawannya yang tinggal di Cipulir dan sekitarnya yang saat ini masih terdampak banjir bisa merasa lega yang ia rasakan.

"Semoga dilanjut terus normalisasinya, biar yang lain enggak banjir juga," kata Fiki.(kompas.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga: "Dulu Banjirnya Bisa Berkloter-kloter..." "

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.