Dibubarkan Polisi, Warga Jepara 'Ngamuk' Minta Usut Tuntas 'Penari Setan' di Pantai Kartini


Beritaterheboh.com - Tarian yang mengarah porno aksi saat kegiatan 1st Anniversary Jepara N Max Owner yang digelar di Pantai Kartini melukai warga Kota Ukir. Berbagai kalangan di Kabupaten Jepara mengecam tarian tersebut, bahkan warga juga tak enggan menyebut tarian tersebut sebagai tarian setan.

Warga pun mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas persoalan ini.

Kegiatan ini, tak hanya sekedar kumpul bareng komunitas pemilik Yamaha N Max saja namun juga sekaligus untuk merayakan Hari Jadi ke-469 Kabupaten Jepara. Kegiatan digelar Sabtu (14/4) yang juga merupakan hari libur keagamaan Isra' Mi'raj yang diperingati umat Islam di Indonesia.

Aksi tarian 'setan' yang dilakukan tiga perempuan berpakaian minim tersebut viral setelah diuplod oleh netizen. Berbagai kalangan langsung menghujat aksi tersebut.

Selain hujatan di media sosial, kecaman  juga diwujudkan dalam aksi nyata. Salah satunya saat kegiatan sepeda santai yang digelar untuk memperingati Harlah NU ke-95 di Alun-alun Jepara, Minggu (15/4).

Peserta sepeda santai yang merupakan warga nahdliyin di Kota Ukir membentangkan sejumlah kertas karton yang berisi kecaman terhadap kegiatan pornoaksi di Pantai Kartini tersebut. Beberapa diantaranya bertuliskan "Stop Po**o Aksi Usut Tuntas", "Tragedi Pantai Kartini, Sabtu 14 April 2018, Jepara Menangis", "USUT Por**aksi di Pantai Kartini, "Jangan Ciderai Emansipasi Dengan Tarian Setan", "Usut Tuntas Penari Setan" dan lain sebagainya.

"NU Jepara mengecam keras pornoaksi di Pantai Kartini. Persoalan ini harus diusut tuntas," kata Wakil Ketua PCNU Jepara, Hisyam Zamroni, Minggu (15/4/2018).

Kecaman juga disampaikan oleh berbagai elemen lainnya. Mulai dari ormas kepemudaan, pegiat sosial, hingga anggota dewan yang ada di Kota Ukir.

Ketua PC Gerakan Pemuda Anshor Jepara, Syamsul Anwar dalam pernyataan sikapnya mengatakan segala bentuk por**aksi tidak dapat dibenarkan karena menyalahi norma agama dan norma sosial. Porno aksi juga dapat mengancam kehidupan dan tatanan masyarakat. 


"Kami mendukung pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus aksi tersebut. Anshor mengajak seluruh lapisan masyarakat menolak segala bentuk kegiatan por**aksi karena dapat merusak moral bangsa," tandas Syamsul. 

Acara dibubarkan Polisi

Perayaan ulang tahun salah satu komunitas motor di Jepara disesalkan banyak pihak. Hal ini lantaran menampilkan DJ dan sxy dancer yang dinilai terlalu vul*ar.

Kejadian bermula saat salah satu komunitas motor di Jepara tersebut menggelar perayaan ulang tahun pertama di kompleks Pantai Kartini, Jepara, kemarin. Ada berbagai hiburan yang disiapkan untuk meramaikan acara tersebut. Mulai dari hiburan musik hingga DJ lengkap dengan sxy dancer.

Video acara ini menjadi viral di media sosial (medsos) dan grup-grup aplikasi komunikasi seperti Whatsapp kemarin. Dalam video berdurasi 2,07 menit itu, ada tiga penari yang hanya mengenakan pakaian dalam. Mereka turun dari panggung menuju kerumunan penonton yang didominasi laki-laki.

Para penari itu juga melakukan gerakan-gerakan dengan disemprot air. 

Salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian, Aris mengatakan, aksi DJ dan sxy dancer tersebut ditampilkan sekitar pukul 15.00. ”Setahu saya mulai main sebelum asar. Durasinya cukup lama, hingga sekitar setengah jam,” katanya.

Dia melanjutkan, kejadian itu merupakan puncak acara perayaan ulang tahun komunitas tersebut. ”Itu puncak acaranya. Ada DJ main di atas panggung, kemudian ada tiga penari yang turun ke penonton. Saat aksi itu saya berada di sebelah panggung,” terangnya.

Aris mengaku prihatin dengan aksi tersebut. Sebab, aksi tersebut digelar di tempat terbuka dan di lokasi wisata. Jadi, aksi itu bisa dilihat para pengunjung beragam usia, termasuk anak-anak. ”Sangat miris, karena ini ada di lokasi wisata. Jadi anak-anak juga dapat melihat. Sangat tidak pantas,” ujarnya.

Terpisah, Manajer Pantai Kartini Joko Wahyu mengakui acara tersebut memang terjadi di Pantai Kartini. Namun, sebelumnya pihaknya tidak mengetahui akan ada pertunjukan DJ dan sxy dancer. ”Untuk izinnya hanya tertulis hiburan musik dangdut. Tidak ada keterangan lainnya,” ungkapnya.

Joko juga mengaku kaget panitia menampilkan DJ dan sxy dancer. ”Saya tidak menyangka seperti itu,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal serupa, Joko menyatakan, ke depan pihaknya akan lebih ketat saat memberikan izin penggunaan lokasi untuk kegiatan. ”Ini jadi catatan sendiri bagi kami, agar ke depan lebih ketat dan mengetahui lebih detail saat ada pihak yang membuat acara di Pantai Kartini. Di sini kami sifatnya hanya ketempatan,” urainya.

Beruntung pihak kepolisian cepat melakukan tindakan. Petang kemarin, pihak kepolisian telah memanggil panitia penyelenggara untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan informasi, usai mendapat laporan adanya kegiatan tersebut, pihak kepolisian langsung membubarkan. Pihak kepolisian juga memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan. ”Ini kami sedang memeriksa panitia penyelenggara,” kata Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho tadi malam.

Sementara itu, Pimpinan Komisi C DPRD Jepara Sunarto menuturkan, pihaknya merasa prihatin dengan adanya kegiatan tersebut. ”Sangat disayangkan. Ini terjadi di momen hari jadi Jepara. Juga bertepatan dengan peringatan hari besar umat Islam, Isra Mikraj,” ujarnya.

Karena itulah, dalam waktu dekat pihaknya berencana memanggil pihak-pihak terkait. ”Meski sudah diproses pihak kepolisian, kami akan tetap memanggil pihak-pihak terkait. Penyelenggara harus bertanggung jawab. Kami tak ingin kejadian yang sama terulang lagi,”  tegasnya. (Jawapos.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dibubarkan Polisi, Warga Jepara 'Ngamuk' Minta Usut Tuntas 'Penari Setan' di Pantai Kartini"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.