Bikin Nyesek! Begini Nasib Aisyah, Putri Bungsu Pelaku Bom Polrestabes Surabaya Yang Diselamatkan Nyawanya oleh Polisi


Beritaterheboh.com - Ais (7), putri bungsu keluarga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, dikenal memiliki prestasi dalam bidang olahraga bela diri. Bahkan dalam waktu dekat, dia dijadwalkan mengikuti kejuaraan bela diri di Malaysia. 

Prestasi tersebut diungkap Nur, tetangga orangtua ibu dari keluarga bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya, Selasa (15/5/2018).  "Ais itu jago bela diri, kapan hari katanya habis menang kejuaraan Tapak Suci di Solo, dan dalam waktu dekat katanya akan ke Malaysia untuk kejuaraan," kata Nur. 

Ais adalah putri bungsu keluarga yang meledakkan bom di Mapolrestabes Surabaya pada Minggu lalu. Ayah, ibu, dan dua kakaknya tewas dalam ledakan tersebut. 

Ais selamat setelah terlempar 3 meter dari lokasi ledakan.  Menurut Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, Ais sudah menjalani operasi pengambilan serpihan ledakan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim pada Senin malam kemarin. 

"Saat ini masih proses pemulihan," ujarnya. Keempat anggota keluarga yang tewas adalah Tri Ernawati (Ibu), Tri Murtono (bapak), Daf (anak pertama), dan Dar (anak kedua). 

Sebelumnya dalam rekaman closed circuit television (CCTV) yang beredar, seorang gadis kecil tampak berjalan dengan kondisi tubuh terluka sesaat setelah bom meledak di depan pintu masuk Polrestabes Surabaya.

Melihat peristiwa itu, beberapa pria yang merupakan anggota kepolisian tampak berdiri terpana. Seorang di antaranya kemudian berlari ke arah gadis kecil tersebut dan membopongnya tanpa peduli apakah masih tersisa bom di tubuh gadis kecil tersebut.

Pria yang menggendong gadis kecil yang diketahui berusia 8 tahun itu adalah Ajun Komisaris Besar Roni Faisal. Kepala Satuan Narkoba Polresta Surabaya itu mengatakan tindakan yang dilakukannya itu hanya mengikuti panggilan hati, mengingat ia melihat anak kecil tersebut saat itu berlumuran darah.

"Tujuan saya cuma satu, Mas, kemanusiaan dan rasa iba karena melihat kondisi anak yang penuh darah," katanya.

Berdasarkan pantauan CCTV milik Markas Polrestabes Surabaya yang tersebar di awak media, sebuah sepeda motor masuk ke gerbang markas lalu dihadang petugas dan meledak.

Seusai ledakan, seorang anak perempuan berjilbab, yang awalnya dibonceng, terlihat sempat bangun dan memandang kedua orang tuanya tergeletak.

Roni, yang melihat anak itu bangun, langsung berlari menghampiri untuk menggendong dan menjauhkannya dari titik ledakan. Sebab, di titik ledakan masih terdapat mobil Avanza hitam yang berada persis di dekat sepeda motor yang meledak sehingga dikhawatirkan ada ledakan susulan.

Tetangga Sempat Curiga, Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Surabaya Bawa Ransel Besar 


Tri Ernawati (43), ibu tiga anak pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Surabaya, terlihat sempat mendatangi rumah orangtuanya di Jalan Krukah Selatan, Surabaya, Senin (14/5/2018) pagi. Erna, salah satu warga setempat, sempat melihat Tri dibonceng motor oleh salah satu anak lelakinya. 

"Mungkin berpamitan kepada orangtuanya, ya," kata Erna kepada Kompas.com, Senin malam. Dia melihat Tri sekitar pukul 06.30 WIB. Kata Erna, Tri terlihat membawa tas ransel besar. 

"Dia terlihat meletakkan tas ransel itu dengan sangat hati-hati. Saya tidak tahu apa isinya, mungkin bom yang meledak itu kali, ya," ujarnya menduga-duga. 

Erna mengaku terkejut ternyata Tri melakukan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya sekitar pukul 09.00 WIB. "Saya percaya kabar itu setelah melihat motor yang dipakai pelaku beredar di media sosial. 

Memang motor itu yang biasa dipakai ke sini," ucap Erna. Sepengetahuan Erna juga, Tri punya usaha jual beli barang-barang rumahan. Namun, dia jarang bersosialisasi. 

"Dia terlihat tertutup, tidak seperti ibu-ibu di gang tempat tinggal ibunya."  

Tri Ernawati (43) dan Tri Murtono (50), suaminya, siang tadi meledakkan dirinya di pintu gerbang Markas Polrestabes Surabaya pagi tadi dengan 2 motor. 

Keduanya juga mengajak tiga anaknya, yakni Muhammad Daffa Amin Murdana (18), Muhammad Dary Satria Murdana (14) keduanya laki-laki, putri perempuan bungsunya Aisyah Azzahra Putri (7). Kedua orangtua dan dua anak lelaki tewas di lokasi, sementara putri bungsunya selamat setelah terlempar saat bom diledakkan.

Pelaku Bom Mapolrestabes Surabaya Sempat Mampir Jemput Anak di Rumah Ibu 

Polisi mendatangi rumah terduga pelaku di Jalan Krukah Selatan, Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur, pasca- ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018) pagi. 

Seperti dilaporkan oleh KompasTV, rumah yang didatangi oleh aparat Polsek Wonokromo dan anggota TNI ini merupakan rumah dari ibu dari pelaku wanita. 

Aparat tidak melakukan penggeledahan, tetapi hanya mendata dan meminta keterangan dari penghuni rumah tersebut.  

Rumah ini dulu merupakan tempat tinggal pelaku wanita dan hanya dikunjungi sesekali saja. Ahmad, pihak keamanan RT di Krukah Selatan, mengaku kenal dengan pelaku wanita yang kerap datang ke rumah ibunya.

 "Yang perempuan kami kenal baik, yang laki-laki hampir enggak pernah ketemu. Ibunya tadi pagi ke sini sama anaknya yang besar, bawa tas ransel, ke sini mungkin jemput anak perempuannya yang kecil. 

Anaknya yang kecil kan tidur di tempat saudaranya," kata Ahmad, Senin sore. "Kaget. Orangnya baik yang perempuan. Yang laki baik juga tapi kurang gabung (dengan masyarakat)," tuturnya.(Tribunnews.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bikin Nyesek! Begini Nasib Aisyah, Putri Bungsu Pelaku Bom Polrestabes Surabaya Yang Diselamatkan Nyawanya oleh Polisi"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.