Kapolres Metro Tangerang: Tanggapan Terbuka Untuk Bang Hotman Paris Hutapea



Beritaterheboh.com - Polres Metro Tangerang, Viral Video klarifikasi dari kepolisian Polres Tangerang, terlihat dari akun Instagram m.sabilul_alif  di akun tersebut yang berisikan caption seperti berikut:

TANGGAPAN TERBUKA UNTUK HOTMAN PARIS HUTAPEA

Kepada yang terhormat Hotman Paris Hutapea, sebelumnya kami ucapkan salam hangat dan jabat tangan erat semoga Bang Hotman selalu dalam keadaan sehat serta senantiasa sukses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Amin.

Terkait beredarnya video Bang Hotman di Kopi Joni dengan seorang perempuan bernama Ibu Claudia perihal aduan Ibu Caludia soal permasalahan jual-beli tanah di wilayah Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, dapat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:


Dalam video itu, nampak Ibu Claudia menangis lalu Bang Hotman menyampaikan bahwa Ibu Claudia telah memberikan uang dengan syarat akan diberikan tanah kepada oknum calon lurah yang saat ini sudah menjadi lurah di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.


Kemudian Bang Hotman menyatakan, warga biasa yang disuruh melapor ke polisi tetapi merasa ketakutan. Dan itu, kata Bang Hotman, merupakan problem di Indonesia. Bahwa saat Bang Hotman menyampaikan pernyataan itu, terdengar seorang perempuan menyahuti pernyataan Bang Hotman soal “warga biasa ketakutan lapor polisi” dengan berkata “soalnya dimintai uang”. Tidak jelas perempuan mana yang mengatakan hal itu. Sebab, dalam video itu terdapat beberapa perempuan dan saat pernyataan dari perempuan itu keluar, arah kamera sedang bergeser.


Bang Hotman lalu menyampaikan, dia (yang merujuk ke Ibu Claudia) ketakutan lapor polisi karena takut dituntut balik. Pernyataan “takut dituntut balik” pun dinyatakan Ibu Claudia sambil menangis. Bang Hotman kemudian bertanya “apa yang terjadi di negara ini? Akihrnya datangnya ke kopi joni”. Bang Hotman juga menyebut ada orang yang keberatan saat ada orang yang mengadu persoalan hukum ke kopi joni.


Bang Hotman kembali menyatakan Ibu Claudia mengangis (memang dalam video itu Ibu Claudia menangis) dan kembali menyatakan bahwa Ibu Claudia tidak berani datang ke kantor polisi. Padahal, kata Bang Hotman, orang yang bertransaksi dengan Ibu Claudia sudah menjadi lurah.


Dari video berdurasi sekitar satu menitan itu, kami merasa perlu memberikan tanggapan karena peristiwa itu terjadi di wilayah hukum kami. Dapat kami sampaikan kronologis peristiwa itu yang kami susun berdasarkan bukti-bukti dan keterangan baik yang disampaikan Ibu Claudia ataupun pihak yang bertransaksi dengannya serta saksi-saksi.


Pada tahun 2014 Ibu Claudia mengaku membeli 2 bidang tanah dari Bapak Untung dengan kesepakatan harga untuk sebidang bidang tanah seluas 446 m2 di Kampung Jantungeun Rt 06/03 Desa Mekarsari, Kecamatan Jambe Rp. 235.000,- per meter, dan untuk sebidang tanah seluas 792 m2 di Kampung Jantungeun Rt 06/02, Kecamatan Jambe Rp. 110.000; per meter. Harga itu sudah termasuk biaya Surat-surat AJB dan Sertifikat.


Saat itu, Bapak Untung sedang terlibat dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa Mekarsari, Jambe. Jadi, Bapak Untung yang bertransaksi dengan Ibu Claudia bukan seorang lurah atau calon lurah. Melainkan seorang kepala desa dan saat bertransaksi dengan Ibu Claudia status Bapak Untung adalah Calon Kepala Desa bukan calon lurah. Dan pada tahun 2015, Bapak Untung terpilih menjadi kepala desa.


Adapun transaksi antara Ibu Claudia dan Bapak Untung dapat terjadi karena berawal pada tahun 2013. Saat itu, Bapak Untung berbincang dengan teman semasa sekolah bernama Agus. Kemudian Bapak Untung menceritakan bahwa dirinya akan mencalonkan diri sebagai kepala desa. Lalu Bapak Agus menyampaikan Bahwa dia memiliki bos yakni Ibu Claudia Alias Piong Lie Kian.


Pada saat itu Ibu Claudia sedang belanja tanah di walayah Parung dan Pagedangan. Oleh Bapak Agus, Ibu Claudia dikenalkan dengan Bapak Untung. Selanjutnya, Bapak Untung menjual tanah kepada Ibu Claudia dengan rincian luas, tempat, dan harga seperti yang sudah dituliskan di atas.


Setelah Bapak Untung menjabat Kepala Desa, dibuatkanlah Surat AJB atas nama PIONG LIE KIAN (Ibu Claudia). Sedangkan untuk pembuatan sertifikat masih dalam proses. Proses pembuatan sertifikat agak terhambat karena Ibu Claudia belum melengkapi dokumen-dokumen administrasi yang diperlukan seperti KTP, KK, dan Buku Nikah.


Sekitar bulan April tahun 2017, Ibu Claudia mendatangi ke Bapak Untung dan meminta pembatalan jual-beli tanah. Ibu Claudia juga meminta tanah yang dibelinya dari Bapak Untung dibayar kembali dengan harga seperti waktu Ibu Caludia membeli tanah dari Bapak Untung. Alasan Ibu Claudia membatalkan transaksi jual-beli karena harga tanah yang dibelinya dianggap terlalu mahal dan di atas harga pasaran. Dengan perjanjian lisan, Bapak Untung menyetujuinya dengan perjanjian secara lisan bahwa pembayaran dilaksanakan secara dicicil dan hal itu disetujui oleh Ibu Claudia.


Bapak untung kemudian telah melakukan sejumlah pembayaran kepada Ibu Claudia pada 2 April 2017 dan 23 November 2017. Hal itu berdasarkan bukti kwitansi pebayaran dan 4 lembar bukti transfer. Total uang yang sudah dibayarkan Bapak Untung kepada Ibu Claudia sebesar Rp. 220.000.000, dab sisa pembayaran yang harus dilakukan Bapak Untung kepada Ibu Claudia sebesar Rp. 35.000.000.


Dapat pula kami sampaikan, persoalan anatar Ibu Claudia dan Bapak Untung adalah persoalan jual-beli. Transaksi itu bahkan sudah dibuatkan AJB yang sudah disahkan. Bapak Untung pun sudah melakukan beberapa kali pembayaran. Sehingga, kalau pun persoalan itu mau ditarik ke ranah hukum, maka hal itu merupakan hukum perdata.


Pernyataan Bang Hotman bahwa Ibu Claudia takut melapor ke polisi juga perlu kami kritisi bahkan kami bantah. Karena pada tanggal 14 Juli 2108, Ibu Claudia melayangkan surat perlindungan hukum kepada kami. Ibu Claudia juga sudah melaporkan persoalan ini ke kami dan bahkan Bapak Untung sudah kami mintai keteranhan sebagai tindak lanjut laporan dari Ibu Claudia.


Kami sebagai salah satu pilar penegakkan hukum memiliki prinsip equality before the law dengan tidak membeda-bedakan siapa pun yang melapor atau yang dilaporkan. Namun, kami juga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Sehingga, setiap laporan atau aduan yang masuk akan kami proses sesuai kaidah hukum yang berlaku.


Kami tegaskan, siapa pun yang melapor atau mengadu ke kami, tidak pernah dimintai uang. Sehingga pernyataan Ibu Claudia takut melapor karena takut dimintai uang jelas pernyataan yang merugikan kami. Dengan segala kerendahan hati, kami pastikan bahwa kami bekerja dengan profesional karena kami pun bekerja di bawah sumpah jabatan.


Adapun alasan Ibu Claudia takut melapor karena takut dituntut balik, tentu itu merupakan konsekuensi hukum. Ibu Claudia memiliki hak melapor atau mengadu. Begitu pun warga negara lain, berhak melapor atau mengadu andai merasa dirugikan oleh Ibu Claudia. Seharusnya, Bang Hotman sebagai ahli hukum memberi tahu Ibu Claudia bahwa melapor, mengadu, menuntut dan dilaporkan, diadukan, dituntut balik adalah murni ranah hukum dan hak setiap warga negara Sehingga tidak ada kaitannya ketakutan itu dengan kami.


Kami pun dengan segala kerendahan hati dan dengan segala hormat menyarankan kepada Bang Hotman untuk tidak menyerap begitu saja laporan atau aduan dari satu pihak. Siapa pun, termasuk Ibu Claudia akan selalu kami layani saat memerlukan bantuan atau saat melapor/mengadu ke kami. Kami menyadari, mungkin dalam pelayanan terdapat kekurangan. Namun, hal itu bukan merupakan sikap kami untuk tidak melayani. Kami melayani semua warga negara tanpa membeda-bedakan. Bahkan, untuk persoalan Ibu Claudia dan Bapak Untung, pimpinan Polresta Tangerang langsung yang menangani dengan mempertemukan dan memfasilitasi kesepakatan penyelesaian permasalahan kedua belah pihak.


Bang Hotman pasti tahu bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Negara memberikan jaminan persamaan hak di hadapan hukum kepada setiap warga negara.


Kami memaklumi, mungkin apa yang disampaikan Bang Hotman berdasarkan informasi yang tidak seimbang. Namun yang kami sesalkan, Bang Hotman adalah sosok yang cukup dikenal di negeri ini. Jadi apa yang disampaikan Bang Hotman, menurut kami, dapat berdampak negatif dan bertendensi merugikan kami.


Untuk itu, dalam kesempatan ini, kami menyampaikan saran agar Bang Hotman mempertimbangkan untuk mengumpulkan baham keterangan secara lengkap terlebih dahulu sebelum memberikan tanggapan atas suatu kasus/peristiwa. Agar apa yang disampaikan Bang Hotman sesuai fakta dan tidak merugikan pihak atau institusi mana pun.


Salam hangat Bang Hotman

Jabat tangan erat
Salam.

Tulisan : Kombes Pol H. M. Sabilul Alif, SH, SIK, MSi

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kapolres Metro Tangerang: Tanggapan Terbuka Untuk Bang Hotman Paris Hutapea"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.