Kisah Miftakhul Ilmi, Pemuda Asal Bumiayu Ini Selamat dari Tragedi Lion Air JT60


Beritaterheboh.com - Nasib mujur dialami Miftakhul Ilmi warga Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes yang merupakan calon penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Ranjung Karawang Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Dirinya selamat setelah gagal naik pesawat naas itu lantaran terlambat tiba di bandara akibat macet yang dialaminya.

Tentu saja itu menjadi kabar gembira bagi Rukhamah, ibundanya. Menurutnya, dia sangat bersyukur dan bisa bernapas lega, lantaran anaknya itu batal naik pesawat yang jatuh dan selamat.

"Dari sini berangkat semalam (Minggu). Tapi bisnya macet, jadi terlambat sampai di bandara," katanya.

Menurut Rukhamah, Ilmi merupakan anak keempat yang saat inu bekerja di bagian tekhnik bandara di Pangkal Pinang. Sebelum sampai di Bandara, Miftakhul sempat mengirim kabar.

"Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB dia kasih kabar kalau bisnya macet. Jadi kemungkinan terlambat karena pesawatnya terbang pukul 06.00 WIB," jelasnya.

Menurut Rukhamah, sebelum berangkat, Ilmi sempat berpesan menitipkan anaknya yang masih berusia 10 bulan dan istrinya. Kini, anaknya itu telah berangkat ke Pangkal Pinang dengan pesawat sekitar pukul 10.00 WIB.

"Selama di pesawat katanya dia nangis terus karena terharu. Masih dikasih umur panjang," pungkasnya.

Pencarian Dihentikan, Inilah Daftar Korban Lion Air JT610 yang Sudah Teridentifikasi Ada 79 Orang

Berikut daftar 79 nama korban Lion Air JT610 yang telah teridentifikasi:

Rabu (31/10/2018)

1. Jannatun Shintya Dewi

Jumat (2/11/2018)

2. Chandra Kirana
3. Monni
4. Hizkia Jorry Saroinsong

Sabtu (3/11/2018)

5. Fauzan Azima
6. Wahyu Susilo
7. Endang Sri Bagus Nita


Minggu (4/11/2018)

8. Dodi Junaidi
9. Muhammad Nasir
10. Janry Efriyanto Sianturi
11. Karmin
12. Harwinoko
13. Verian Utama
14. Rohmanir Pandi Sagala

Senin (5/11/2018)

15. Rudolf Petrous Sayers
16. Eka Suganda
17. Fifi Hajanto
18. Hendra
19. Dede Anggraini
20. Vera Junita
21. Restia Amelia
22. Eryanto
23. Reni Ariyanti
24. Muhammad Ravi Andrian
25. Niar Ruri Sunarniat Soegiyono
26. Sudibyo Onggowardoyo
27. Mito

Selasa (6/11/2018)

28. Daniel Suharjani Jaya
29. Cosa Riyanda Sohab
30. Martono
31. Rebagus Nurwito Desi Putra
32. Imam Riyanto
33. Tesa Kautsar
34. Wahyu Aldila
35. Mawar Serjati
36. Herjuno Dartito
37. Mack Stanly
38. Ubaidilah Salabi
39. Ibnu Hajar Riyandi Hantoro
40. Mattew Darryl Pongkal
41. Ariawan Komardi
42. Paul Ferdinand Ayorbaba
43. Nurul Dyah Ayu Shitaresmi
44. Dony


Rabu (7/11/2018)

45. Kasan
46. Rafezza Wijaya
47. Radika Wijaya
48. Sekar Maulana
49. Rio Ananda Pratama
50. Eling Sutikno
51. Sahabudin

Kamis (8/11/2018)

52. Tri Haszka Hafidzi
53. Inayah Fatma Kurnia Dewi
54. Hesti Nuraini
55. Junior Pribadi
56. Mery Yulyanda
57. Yunita
58. Daryanto
59. Arif Yustian
60. Denny Maulana
61. Shintia Melina
62. Tan Toni
63. Indra Bayu Aji
64. Linda
65. Filzaladi
66. Ary Budiastuti
67. Wendy
68. Hasnawati
69. Dolar
70. Abdul Efendi
71. Hedy

Jumat (9/11/2018)

72. Muas Efendi
73. Murdiman
74. Ambo Malibone
75. Darwin Haryanto
76. Fendi Christanto
77. Kyara Aurine Daniendra

Sabtu (10/11/2018)

78. Rivandi Pranata
79. Joyo Nuroso

Di sisi lain, Pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP resmi dihentikan oleh Badan SAR Nasional (BASARNAS), Sabtu (10/11/2018).

Operasi pencarian ini dihentikan setelah masa perpanjangan pencarian korban selama tiga hari tidak menemui hasil yang maksimal.

Hal tersebut diakui langsung oleh kepala Basarnas, Marsekal Madya M Syaugi di dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (10/11/2018).

"Kami dari tim SAR Basarnas mengambil keputusan bahwa operasi SAR ini secara terpusat disudahi atau ditutup hari ini," ucap Syaugi dilansir dari kompas.com.

Operasi pencarian korban dihentikan lantaran di hari ke-13, temuan Basarnas semakin sedikit.


Pada Jumat (9/11/2018) Basarnas hanya mampu menemukan satu kantong jenazah.

Sedangkan pada sejak Sabtu (10/11/2018) pagi hingga siang ini pencarian Basarnas tidak membuahkan hasil.
"Berdasarkan evaluasi kita peninjauan ke TKP, rapat staf, dan masukan dari berbagai pihak, kemarin kita hanya menemukan satu kantong jenazah, itu pun hanya pagi hari," ujar Syaugi.

Meski operasi pencarian oleh Basarnas ini resmi dihentikan, namu Syaugi menyebutkan Basarnas di Jakarta dan Bandung akan tetap siaga apabila menerima informasi mengenai temuan tubuh korban.

Selain itu pihaknya juga akan tetap membantu pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dengan mengerahkan sepuluh penyelamnya untuk melakukan pencarian bagian kotak hitam yang menampung cockpit voice recorder (CVR).

Radartegal.com/Tribunnews.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Miftakhul Ilmi, Pemuda Asal Bumiayu Ini Selamat dari Tragedi Lion Air JT60"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.