Alasan Ngeles Anies soal Corona DKI Cetak Rekor Kasus Corona

Beritaterheboh.com - Gubernur DKI Anies Baswedan menuai banyak kritik karena lonjakan jumlah kasus positif Corona hingga mencapai rekor te...

Beritaterheboh.com - Gubernur DKI Anies Baswedan menuai banyak kritik karena lonjakan jumlah kasus positif Corona hingga mencapai rekor tertinggi di tengah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Namun, menurut Anies, angka yang muncul pada hari ini berasal dari peristiwa dua pekan lalu.
"Tapi ada satu catatan, ahli epidemiologi semua sering cerita, kalau dengar angka hari ini, itu peristiwa dua minggu yang lalu," kata Anies setelah mengecek persiapan Mal Emporium Pluit, Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020).

"Jadi bukan angka hari ini. Jadi peristiwa hari ini kita cek 10 hari yang akan datang," imbuhnya.

Anies mengatakan jumlah kasus positif Corona naik signifikan pada PSBB masa transisi terjadi karena adanya peningkatan pencarian kasus baru. Anies sudah memerintahkan pihak puskesmas melakukan pencarian orang bergejala.


"Jumlah itu meningkat karena kita melakukan namanya active case finding. Jadi tanggal 4 Juni kita memerintahkan kepada seluruh puskesmas untuk secara aktif melakukan tracing, mengidentifikasi orang-orang yang berpotensi terpapar, lalu setelah mereka diidentifikasi, dilakukan tes PCR," jelasnya.

Anies menyebut, dengan adanya pelonggaran PSBB ini, pengetesan COVID-19 juga harus ditingkatkan. Anies tidak menampik jumlah kasusnya nanti akan terus meningkat.

"Jadi kita, ini rumusnya, kalau sebuah tempat melakukan pelonggaran, harus meningkatkan testing, harus. Kalau dia tidak melakukan testing, berbahaya untuk warga," ujar Anies.

"Makin ditingkatkan (tesnya) apalagi kita memiliki kemampuan testing sampai 4.000 per kapasitas testing-nya," sebutnya.


Diberitakan angka kasus baru COVID-19 di Jakarta memecahkan rekor pada PSBB masa transisi. Pada Selasa (9/6), Pemprov DKI Jakarta mencatat ada 239 kasus baru di Ibu Kota.

Catatan 239 kasus baru mengalahkan catatan tertinggi sebelumnya, yakni pada 16 April silam dengan 223 kasus baru.


Kritik untuk Anies:

Peningkatan jumlah kasus Corona di Jakarta ini juga memicu kritik untuk Anies dari sejumlah pihak. Berikut sejumlah kritik yang dilayangkan untuk Anies.

F-PDIP

Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menyinggung upaya Pemprov mengatur mobilisasi pekerja yang dinilai belum maksimal.

"Melihat realitas di lapangan, saya rasa jumlahnya akan meningkat signifikan. Tidak ada upaya maksimal dari Pemprov untuk mengatur perkantoran agar mereka mengatur jam operasional kantor, sehingga yang terjadi adalah penumpukan penumpang di moda-moda transportasi umum," kata Ima ketika dihubungi, Rabu (10/6/2020).

Fraksi NasDem


Fraksi NasDem meminta Anies memasifkan edukasi terkait protokol kesehatan, terutama di wilayah keramaian.

"Terus protokol kesehatan itu harus benar-benar dilakukan evaluasi, contohnya di pasar yang tidak mau menjalankan protokol itu harus disiapkan penjagaan yang ketat oleh Satpol PP, terus edukasi dari Pemprov itu harus masif banget, di tiap-tiap tempat keramaian harus pasang spanduk, imbauan melalui suara Toa," kata Ketua Fraksi NaDem DPRD DKI Wibi Andrino, ketika dihubungi, Rabu (10/6/2020).

Di samping itu, Wibi meminta Pemprov memastikan fasilitas kesehatan serta tenaga kesehatan memadai. Hal itu penting di masa penyesuaian new normal seperti saat ini. Jadi, menurutnya, persoalan ekonomi dan kesehatan dapat berjalan seimbang.

"Pemprov DKI juga harus mempersiapkan nakes dan faskesnya. Kalau kita mulai membuka diri, kita harus siapin tenaga medis kita. Sebenarnya kan tujuan kita membuka diri ini supaya menyesuaikan beradaptasi antara kesehatan dan ekonomi bisa jalan bareng," ujarnya.

FKM UI

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono menyoroti pengumuman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 4 Juni lalu. Saat itu Anies mengumumkan angka reproduksi efektif kasus Corona di Jakarta sudah turun hingga 0,99. Anies kemudian memutuskan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi PSBB transisi.

"Saat itu Gubernur DKI mengumumkan akan dilakukan masa transisi, dan mengumumkan akan memberlakukan transisi mengarah ke new normal di Jakarta. Baru akan transisi new normal saja tapi orang sudah lebih bebas," kata Tri.

Tri memprediksi, pelonggaran PSBB akan berakibat pada naiknya angka Rt yang semula sudah turun ke 0,99. Peningkatan kasus Corona juga terjadi karena orang-orang bingung dengan PSBB transisi.

"Kalau istilah PSBB digabung bersama 'transisi', itu membingungkan semua orang, baik orang menengah ke atas maupun menengah ke bawah," kata dia.(detik.com)
Name

ABDUL AZIZ,1,abu tours,10,agus,1,ahmad dhani,62,Ahok,396,ahoker,1,amien rais,4,Anies,16,AniYudhoyono,13,anti virus,1,asian games 2018,2,bahar smith,3,bbm,1,Bela Islam,4,Berita,3428,Berita Islam,14,bom bunuh diri,1,bom medan,12,bom surabaya 13 Mei,29,bpjs,4,corona,278,Daerah,72,data corona,59,debat capres,8,deddy,2,demo,1,demokrat,3,djarot saiful hidayat,21,dki,736,dpr,1,DPR/DPRD,19,Ekonomi,17,enter,1,entertainment,1785,erick tohir,1,fadli zon,42,fahri hamzah,17,farhat,5,first travel,8,FPI,189,ganti presiden,12,garuda,66,gempa bumi,1,gempa palu,6,gerindra,2,Gibran,44,guru honorer,1,habib bahar,1,habib rizieq,4,hatespeech,13,Hukum,239,ILC,17,intermezzo,3,Internasional,179,investasi bodong,2,Iriana Jokowi,4,Isu,1,Jakarta,119,jogja,1,Jokowi,197,jonru,2,Jusuf Kalla,8,Kaesang,49,Kahiyang,9,kampanye akbar Jokowi,1,kasus 22 mei,10,kasus ektp,3,kasus jessica,1,kasus sepakbola,6,kecelakaan,8,keraton agung sejagat,26,Kesehatan,1,Kontroversi,24,korban,1,KPK,1,Kriminal,16,leasing,1,lina sule,82,lion air,62,lucinta luna,71,mafia bola,1,Mario Teguh,3,mata najwa,13,mca,13,menteri susi,10,mudik,1,MUI,12,mulan jameela,1,mustafa nahra,1,najwa,1,nas,1,Nasional,490,News,3,Novel Baswedan,19,NU,46,NUSRON WAHID,3,ojol,3,Olahraga,13,Opini,245,PAN,1,papua,1,Partai,15,pdip,1,pemilu2019,1,Pendidikan,8,Peristiwa,44,Pilgub DKI,203,pilgub sumut,1,pilkada,5,pilkada2018,10,pilpres2019,48,PKB,1,pks,10,Politik,4898,POLRI,17,prabowo,2,pssi,1,Ragam,2,ratna sarumpaet,103,realcount,2,Revisi UU,1,ridwan kamik,1,ridwan kamil,1,risma,6,s,1,sandiaga uno,11,saracen,1,SBY,39,sejarah,1,Seleb,81,serba serbi,1,setnov,2,sidang MK 2019,35,sport,1,sunda empire,14,surat ahmad dhani,4,syilviana,2,T,1,telkomsel,1,Teror,9,teroris riau,2,Tips,2,TNI,10,tol cipularang,8,topic netizen,758,tragedi 9 mei 2018,22,tre,1,trending topik,1848,UAS,27,UN,1,Unik,1,
ltr
item
Berita Heboh: Alasan Ngeles Anies soal Corona DKI Cetak Rekor Kasus Corona
Alasan Ngeles Anies soal Corona DKI Cetak Rekor Kasus Corona
https://1.bp.blogspot.com/-MiWBGR3DD8Y/XuIv97gStiI/AAAAAAAAvQg/B0ToEhVxaSAV0cYuUuVxO1hiRiaLadjngCLcBGAsYHQ/s1600/anies.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-MiWBGR3DD8Y/XuIv97gStiI/AAAAAAAAvQg/B0ToEhVxaSAV0cYuUuVxO1hiRiaLadjngCLcBGAsYHQ/s72-c/anies.jpeg
Berita Heboh
http://www.beritaterheboh.com/2020/06/alasan-ngeles-anies-soal-corona-dki.html
http://www.beritaterheboh.com/
http://www.beritaterheboh.com/
http://www.beritaterheboh.com/2020/06/alasan-ngeles-anies-soal-corona-dki.html
true
5276501411807228324
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content