Lupa Ya Dengan Pidato SBY? Gimana Jika Pidato SBY Nama Ahok Diganti Sylvi?




Beritaterheboh.com - Sekarang banyak sekali orang-orang yang memberi komentar yang kurang masuk akal bahkan terkesan mengada-ada. Kuman di seberang lautan nampak meski tidak pakai mikroskop, tapi gorila di depan mata tidak nampak meski sebesar truk. Begitulah kira-kira ungkapan yang cocok untuk mereka.

Calon wakil gubernur Sylviana Murni memenuhi panggilan Bareskrim pada hari ini terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana bantuan sosial Pemprov DKI di Kwarda Gerakan Pramuka Jakarta tahun anggaran 2014-2015 lalu. Sebelumnya Agus sudah mengomentari bahwa kasus ini bernuansa politis.

Di sisi lain, anggota komisi III DPR dari Demokrat Didik Mukrianto mengatakan netralitas kepolisian dalam menjaga kelancaran dan keamanan pelaksanaan Pilkada harus diawasi. Menurutnya kepolisian tidak boleh diintervensi dan dijadikan alat kekuasaan untuk memberangus lawan politik. “Polisi harus menjaga Pilkada agar bisa berjalan fair, bermartabat, luber dan jurdil. Haram hukumnya kepolisian melakukan keberpihakan, baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.

Ini juga termasuk alasan orang-orang yang merasa terzalimi, padahal tidak tahu siapa yang sebenarnya dizalimi. Orang-orang seperti ini yang kadang memberi komentar tanpa melihat ke belakang, dan mengecek apakah pernyataannya bisa masuk akal.

“Sungguh tidak bijak apabila polisi tidak peka dan seolah-olah tidak tahu bahwa apa yang dilakukan itu bisa merugikan. Tidak bisa disalahkan apabila ada anggapan dan dugaan bahwa polisi sedang membangun framing untuk kepentingan pihak lain,” tambahnya. Intinya dia beranggapan jika ada dugaan pidana yang dilakukan Sylvi, seharusnya BISA DIPROSES USAI GELARAN PILKADA. Baca statement ini.

Saya selalu bertanya-tanya, setelah menulis sekian banyak artikel, selalu jawabannya ada di Ahok. Ahok sepertinya adalah gudang jawaban untuk melemparkan kembali komentar mereka dengan jawaban yang lebih masuk akal.

Untuk komentar mereka yang meminta Sylvi seharusnya diusut usai Pilkada, satu saja pertanyaan dari saya, bagaimana dengan kasus Ahok? Tanpa bermaksud menuduh yang bukan-bukan, mengapa kasus Ahok dipaksa untuk segera dilaksanakan bahkan dengan demo-demo, tekanan massa dan ancaman? Seharusnya kasus Ahok juga bisa ditunda hingga usai Pilkada, bukan? Wajar sih, Didik membela Sylvi secara dia berasal dari Demokrat.

Berbicara mengenai demokrat, sepertinya harus diingatkan lagi tentang pidato SBY.

Jadi kalau ingin negara kita ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan, Pak Ahok ya mesti diproses secara hukum. Jangan sampai beliau dianggap kebal hukum. Ingat equality before the law. Itu bagian dari demokrasi, negara kita negara hukum. Kalau perlu diproses tidak perlu ada tudingan Pak Ahok tidak boleh disentuh. Bayangkan do not touch Pak Ahok, bayangkan. Tidak ada rakyat berkumpul untuk happy-happy atau jalan-jalan ke Jakarta. Kalau tuntutan rakyat sama sekali tidak didengar, sampai lebaran kuda tetap ada unjuk rasa. Mari bikin mudah urusan ini, jangan dipersulit.

Begitulah kira-kira penggalannya yang menjadi fokus permasalahan. Kasus Ahok merebak dan cukup mudah mengatakan ‘proses saja’, tapi begitu Sylvi terkena kasus langsung beralasan ini bernuansa politis, polisi sebaiknya jangan melakukan keberpihakan atau framing, seharusnya diusut usai Pilkada. Komentari kesalahan orang lain memang sangat mudah, tapi mengomentari kesalahan sendiri rasanya seperti disuruh angkat beban 1 ton.

Bagaimana kalau misalnya ada yang pidato begini, nama Ahok diganti jadi Sylvi?

Jadi kalau ingin negara ini bersikap adil, Pak Ahok Bu Sylvi ya mesti diproses secara hukum. Jangan sampai beliau dianggap kebal hukum. Ingat equality before the law. Itu bagian dari demokrasi, negara kita negara hukum. Kalau perlu diproses tidak perlu ada tudingan Pak Ahok Bu Sylvi tidak boleh disentuh. Bayangkan do not touch Pak Ahok Bu Sylvi, bayangkan. Tidak ada rakyat berkumpul untuk happy-happy atau jalan-jalan ke Jakarta. Kalau tuntutan rakyat sama sekali tidak didengar, sampai lebaran kuda tetap ada unjuk rasa. Mari bikin mudah urusan ini, jangan dipersulit.

Gimana rasanya? Sakit, bukan?

Kalau merasa kasus Sylvi bernuansa politis atau merupakan bagian dari upaya kriminalisasi pilkada, tolong berkacalah pada kasus Ahok. Apabila bersedia membuka mata lebar-lebar kasus Sylvi nggak ada apa-apanya dibanding kasus Ahok. Kasus ahok aroma politiknya jauh lebih terasa. Jika dibandingkan, aroma politik kasus Sylvi hanya setara jengkol, tapi aroma kasus Ahok sudah mirip bangkai. Kasus Ahok sudah membuatnya terjungkal, elektabilitas menurun, tidak bisa fokus total dalam kampanye, dan yang terparah adalah akan dinon-aktifkan. Kalau mau hitung-hitugan rugi, Ahok yang paling rugi. Tolong jangan merasa paling sial dengan kasus Sylvi. Lagian Sylvi masih sebatas diperiksa, bukan tersangka apalagi terdakwa. Bukankah ada yang bilang jadi orang jangan curigaan melulu? Siapa ya, #purapuralupa.

Meminta kasus Sylvi diusut usai Pilkada boleh-boleh saja, tapi tolong bantu dulu Pak Ahok atau pihak-pihak yang berkepentingan agar kasusnya juga ditunda dulu. Fair, bukan?(xhardy, seword.com,https://seword.com/politik/30694/)

baca juga: Antasari Azhar: "Daripada SBY Cuit Gak Karuan, Mending Bongkar Kasus Saya"  

Lurah di Pulau Seribu Sebut Tak Ada Warga Protes Saat Ahok Pidato  

Bravo...!! Galaknya Pemerintah Jokowi, Tutup Pintu Negosiasi untuk Freeport  

Prihatin...!! Telan Dana Hingga 27 Milyar, Material Masjid Al Fauz Banyak yang Rusak  

Kocak...!! Sylviana Tertangkap Basah Larang Salam 2 Jari Saat Perayaan Natal Demokrat
 

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Lupa Ya Dengan Pidato SBY? Gimana Jika Pidato SBY Nama Ahok Diganti Sylvi?"

Note: only a member of this blog may post a comment.