Video Persekusi PKI, Bikin Sendiri, Heboh Sendiri, Terciduk Sendiri

Beritaterheboh.com - Nampaknya masyarakat sekarang terutama di daerah yang bukan perkotaan, sangat gampang termakan isu-isu “PKI versus kyai/ustadz”. Bahkan penangkapannya pun dibuat jadi video. Kalau kita search di youtube, ada saja video tentang penangkapan “antek PKI” yang diduga targetnya adalah seorang kyai atau ustadz atau pondok pesantren.

Seperti yang beberapa hari yang lalu diedarkan di Facebook dan pesan WhatsApp. Video berisi penganiayaan seseorang yang disebutkan sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI). Peristiwa itu terjadi di Kampung Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (10/2) pukul 04.05 WIB.

Dari keterangan pihak Kepolisian kepada media, kasus bermula ketika warga sedang ada kegiatan ronda siskamling dan mendapati korban mondar-mandir di situ. Warga kemudian menginterogasi dan menggeledah isi tas korban. Di dalamnya terdapat baju dan pin. Salah seorang warga menyebutkan itu adalah pin dengan lambang PKI, sehingga hal ini menimbulkan kekerasan terhadap korban dan terjadi bullying. Peristiwa itu kemudian direkam oleh warga dan disebarluaskan di media sosial.

Hasil penelurusan pihak berwajib akhirnya tidak menemukan kebenaran atas apa yang dituduhkan. Korban yang berasal dari Pemalang adalah Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan hidup sebagai tunawisma. Dia disebut telah lima kali menghilang dari kediamannya. Sedangkan 6 orang pelaku penganiayaan sudah ditangkap oleh pihak berwajib.

Saya tidak pernah mengerti kenapa orang bisa gampang sekali menganiaya orang lain tanpa dasar yang jelas. Tanpa ada bahaya ancaman secara fisik. Tanpa ditanyai terlebih dahulu. Sudah begitu pakai keroyokan lagi. Dan dalam hal ini dibuat video dan disebar pula videonya. Kan tidak masuk akal?

Ingin sekali saya bertanya kepada para pelaku apakah mereka paham tentang PKI, tentang komunisme ? Kalaupun merasa terancam, kantor polisi tinggal selangkah, dilaporkan saja, toh yang diduga antek PKI juga tidak membawa senjata api atau bom misalnya, yang bisa membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.

Seperti yang pernah dulu saya tuliskan tentang isu komunisme ini, tidak segampang itu menuduhkan antek PKI terhadap seseorang. Wacana kebangkitan atau bahkan ancaman dari PKI itu sangat absurd. Paham itu sudah mati, bahkan di negara asalnya sendiri. Makanya kalau punya koneksi internet, baca juga artikel ilmiah, atau ulasan dari media mainstream, atau buka Wikipedia lah paling nggak.

Bagi saya sendiri, Komunisme sebagai sebuah paham memerlukan setidaknya 3 SKS dalam 1 semester, untuk bisa dipelajari, dari sejarahnya dari paham Sosialisme, sampai penerapannya di negara-negara penganut paham komunisme. Paham Komunisme pun bertumbuh dengan sejarah yang berbeda-beda, misalnya antara komunisme di Uni Soviet dan negara-negara Eropa Timur dalam Pakta Warsawa, maupun komunisme di Cina dengan Revolusi Komunis Cina.

Mempelajari arti Komunisme tidak bisa juga dilepaskan dari paham-paham sebelumnya, yaitu Kapitalisme dan Sosialisme. Lho kok ? Kan kita juga harus tahu apa yang menjadi penyebab lahirnya paham Komunisme itu, apa yang menjadi lawannya, dan apa yang dicita-citakannya. Bahkan kalau ditelusuri dari kelahirannya, ketiga paham tersebut (Kapitalisme, Sosialisme dan Komunisme) lebih merupakan paham dalam konteks sosial-ekonomi, daripada politik.

Tidak bisa hanya dengan merujuk pada sejarah PKI di Indonesia, sejarah yang sudah terlalu basi sebagai bahan rujukan. Jika anda merasa antipati terhadap sebuah paham atau seseorang yang diduga menganut paham itu, lebih baik jika anda mengetahui benar-benar tentang paham yang dimaksud. Karena upaya belajar itu adalah upaya untuk memajukan diri dan mengangkat martabat pribadi, dan kemudian otomatis akan membuat orang lain memberikan rasa hormat kepada anda tentunya.

Saya kira pemerintah bisa meminjam tangan para ulama untuk mensosialisasikan pembelajaran tentang isu PKI yang sudah tidak bisa bangkit. Itu adalah jembatan yang paling baik dan paling dekat dengan masyarakat. Penekanan juga perlu dilakukan pada seruan jangan main hakim sendiri, jangan mudah persekusi. Walaupun di media sudah sering ada himbauan yang sama dari pihak Kepolisian RI, akan lebih manjur lagi jika para ulama bisa dilibatkan.



Masih takut dengan kebangkitan PKI di Indonesia? Kalau saya lebih takut jika ada rudal nuklir diluncurkan oleh Korea Utara.(Seword.com/https://seword.com/umum/video-persekusi-pki-bikin-sendiri-heboh-sendiri-terciduk-sendiri-SyPCxQbPG)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Video Persekusi PKI, Bikin Sendiri, Heboh Sendiri, Terciduk Sendiri"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.