6 Fakta Satu Keluarga Pengusaha di Palembang Tewas Tertembak. Yang Nomor 4 Bikin Merinding!


Beritaterheboh.com - Satu keluarga di Palembang, Sumatera Selatan, membuat geger warga. Semuanya ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala. Pistol dipegangi oleh si ayah, Fransiscus.

"Semua meninggal dengan luka tembak di kepala, tidak ada luka lain kata polisi. Fransiscus ditemukan di kamarnya dan anak-anaknya di kamar masing-masing," kata keluarga korban, Effendi, ditemui di RS Bhayangkara, Rabu (24/10/2018).

Tidak hanya itu, Effendi mengaku Fransiscus juga sulit ditemui sejak beberapa bulan lalu. Jadi dia tak mengetahui secara detail penyebab korban tewas.

"Kalau ada masalah pekerjaan mungkin, karena akhir-akhir ini memang dia sulit untuk ditemui. Karena kalau sama kami memang kalau ada masalah tidak boleh cerita sama orang lain," katanya.

Pihak keluarga saat ini menyerahkan kasus tewasnya keluarga Frans kepada pihak berwajib. Termasuk adanya senjata api dan digenggam oleh Fransiscus. 

"Saya nggak tahu senjata itu milik siapa, tapi memang ditemukan di rumah Frans. Kami keluarga saat ini menunggu hasil dari kepolisian saja," tutup Effendi. 

Berikut ini identitas keempat korban yang ditemukan tewas dengan tembakan di kepala: Fransiscus Xaverius ONG (45), Margaret Yentin (43), Rafael Fransiscus (18), dan Kathlyn Fransiskus (11).

Selain sekeluarga itu, polisi menemukan dua ekor anjing milik korban yang sudah mati. Kedua anjing itu dibunuh sebelum keempat korban tewas ditembak. 

Berikut  kronologi tindak pembunuhan dan bunuh diri.

1. Pada pukul 06.00 Wib Sdri. Dewi dan Sara bangun pagi dan hendak melaksanakan aktivitas di dalam rumah (pembersihan dan membuat sarapan), pada saat masuk ke dalam kamar Rafael Fransiskus, saksi melihat sdr.

Rafael Fransiskus dalam keadaan tertelungkup bersimbah darah dan terdapat luka dibagian kepala, melihat keadaan Rafael Fransiskus Sdri. Dewi dan Sara terkejut dan berteriak minta tolong kepada tetangga.

2. Pukul 06.30 Wib para tetangga beserta Ketua RT 05 Bpk. Purwadi datang kelokasi dan menemukan korban Rafael Fransiskus didalam kamar sudah tidak bernyawa lagi, selanjutnya Ketua RT 05 melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa (Serka Alimudin) dan Babinkamtibmas (Aipda Sudarman).

3. Pukul 07.30 Wib anggota Polsek Kalidoni dan Polda Sumsel datang kelokasi dan melakukan oleh TKP ditemukan 3 korban meninggal dunia masing-masing didalam kamar : 

- Sdri. Kathlyn Fransiskus (Perempuan), dalam keadaan terlentang dengan luka bekas tembakan di bagian kepala.
- Fransiskus Xaverius ONG (Suami) dan Margaret Yentin Liana, SE (Istri) dalam satu kamar dalam keadaan terlentang dan terdapat luka tembak di bagian kepala untuk Istri dan bagian bawa dagu untuk suami serta terdapat Senjata Api jenis Revolver masih digenggam oleh suami.

4. Pukul 08.00 Wib keempat korban dibawa oleh Mobil Ambulan Polda Sumsel menuju RS. Bayangkara Palembang untuk dilaksanakan otopsi.

Berikut Fakta-fakta Satu Keluarga Tewas

1. Fransiscus Dikenal Supel

Effendi ipar dari keluarga korban mengaku ia belum pernah mendengar ada masalah yang menimpa keluarga ini.

Ia juga tak tahu apakah korban terutama sang ayah punya musuh.

Soal dugaan perampokan juga belum berani menyimpulkan.

Fransiscus ini adalah pengusaha bergerak di bidang suplier, desain interior dan batubara.


Effendi mengaku Fransiscus adalah pengusaha yang cukup supel.

"Ia punya banyak teman dan senang bergaul," katanya saat diwawancarai di RS Bayangkara tempat jenazah keempatnya berada saat ini.

Ia terakhir bertemu dengan korban sekeluarga sekitar beberapa bulan lalu.

"Saya kurang begitu tahu ada masalah atau tidak, tapi kejadian ini benar-benar mengejutkan," katanya.


2. Tinggalkan Surat Wasiat

Fransiscus dikabarkan sempat meninggalkan surat wasiat.

Surat tersebut saat ini sudah diamankan oleh polisi.

"Ada surat wasiat. Dan memang tidak ada tanda-tanda kejahatan perampokan," kata Effendi keluarga korban.

"Aku sudah sangat lelah. Maafkan aku. Aku sangat sayang anak dan istriku.. Choky dan Snowi. Aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini" begitu isi tulisan.

Choky dan Snowi diketahui anjing peliharan keluarga ini.

Choky jenis terier pudel dan snowi jenis minipom.


3. Keluarga Fransiscus di Lubuklinggau

Jenazah satu keluarga yang ditemukan tewas masih berada di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Palembang.

Sampai pukul 10.30, pihak rumah sakit belum melakukan tindakan visum atau otopsi karena masih menunggu penyidik dan izi dari keluarga korban.

Effendi satu-satunya keluarga dekat yang berada di RS Bhayangkara.


Ia mengaku belum bisa memberikan putusan karena hanya ipar dari korban perempuan.

"Keluarga pihak Fransiskus sendiri berada di Lubuklinggau dan masih menunggu tiba," kata Effendi. Sementara keluarga Margaretha belum memberikan putusan.

"Saat ini saya menunggu arahan dari keluarga. Belum bisa memberikan putusan," katanya.

4. Genggam Revolver

Berdasarkan informasi jika anak perempuannya yakni Kathlyn Fransiskus (Perempuan), ditemukan dalam keadaan terlentang dengan luka bekas tembakan di bagian kepala.

Sedangakan Fransiskus Xaverius ONG (Suami) dan Margaret Yentin Liana, SE (Istri) dalam satu kamar dalam keadaan terlentang dan terdapat luka tembak serta terdapat Senjata Api jenis Revolver masih digenggam oleh Fransiskus.

Sebelumnya Satu kelurga terdiri dari ayah ibu dan dua orang tewas mengenaskan di rumahnya Jalan Said Toyib, Komplek Villa Kebun Sirih, Kelurahan Bukit Sangkal, Kalidoni, Blok A 18, Rabu (24/10).

Keempatnya ditemukan tewas dengan luka tembakan.

Empat selongsong peluru ditemukan termasuk revolver yang diduga senjata pembunuh.


5. Anjing Peliharaan juga Tewas

Pada tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan sebuah surat wasiat yang diduga ditulis oleh Fransiskus.

Di surat itu sempat tertulis nama Choky dan Snowi.

Dua nama tersebut adalah anjing milik korban.

Ternyata anjing tersebut juga ditemukan tewas.


Anjing kesayangan korban jenis pudel terier dan minipom itu ditemukan penyidik berada dalam bak di belakang rumah.

Anjing dibunuh dengan tembakan senjata api yang diduga juga jadi senjata yang merenggut nyawa satu keluarga ini.

Saat ini belum ada kesimpulan resmi dari penyidik soal motif kejadian.

Sementara memang bukti-bukti yang ditemukan mengarah pada dugaan perkara bunuh diri.

6. Rafael Putra Fransiskus

Rafael Fransiscus, salah satu korban yang ditemukan tewas mengenaskan bersama ke 3 anggota keluarganya di Jalan Said Toyib, Komplek Villa Kebun sirih, Rabu (24/10/2018) dikenal sebagai anak yang supel dan periang.

Meskipun tak terlalu menunjukan prestasi lebih di bidang akademik, namun keseharian Rafel yang terkenal ceria, membuatnya cukup banyak dikenal di sekolahnya SMA Methodist 1 Palembang.

"Ramah dan suka bercanda. Sangat supel anaknya, itu kenapa dia cukup dikenal disini," ungkap Subroto PJS Kepala Sekolah SMA Methodist 1 Palembang.


Siswa kelas 11 IPS 1 di SMA Methodist 1 ini, juga dikenal sebagai anak yang taat beribadah.

"Setiap hari jum'at kami ada kegiatan keagamaan. Rafel sangat jarang absen. Selalu ikut kegiatan itu," ujar

Dikatakan Subroto yang juga merupakan guru mata pelajaran Sosiologi kelas 11, mengaku sangat terkejut mendengar kabar tewasnya Rafel.

"Semua teman-temannya nangis semua tadi. Tapi ya kami sebagai pihak guru hanya bisa menenangkan mereka. Lalu menyarankan sebaiknya kita kirim do'a untuk mereka," ujarnya. 

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Pembunuhan Satu Keluarga di Palembang, Ini Fakta-fakta Keluarga Fransiskus yang Ditemukan Tewas



Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Fakta-fakta Satu Keluarga di Palembang Tewas Bersimbah Darah, Semuanya Luka Tembak

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "6 Fakta Satu Keluarga Pengusaha di Palembang Tewas Tertembak. Yang Nomor 4 Bikin Merinding!"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.