Fakta Memilukan Jenazah Hizkia Jorry Saroinsong, Korban Lion Air JT610 Yang Hari Ini Teridentifikasi


Beritaterheboh.com - Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polri mengidentifikasi 3 jenazah korban pesawat Lion Air JT 610. Tiap jenazah teridentifikasi melalui kecocokan dari postmortem dan antemortem.

"Ada 3 body part yang dinyatakan teridentifikasi," ucap Kepala RS Polri Kombes Musyafak dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (2/11/2018).

Salah satunya adalah Hizkia Jorry Saroinsong 

Jenazah Jorry teridentifikasi dari sidik jari. Kapus Inafis Bareskrim Polri Brigjen Hudi Suryanto menjelaskan tentang proses identifikasi.

"Kami mendapatkan body part berupa lengan sebelah kanan, posisinya yang bisa teridentifikasi adalah 3 jari ini, jadi lengan kanan dengan jari yang jempol kanan, telunjuk kanan, tengah dan manis putus atau rusak, dan yang kelingking kurang jelas sidik jarinya," ucap Hudi.

Jari Jorry itu kemudian dicek dan memunculkan identitas dari e-KTP. Jorry diketahui berusia 21 tahun dan beralamat di wilayah Kramat, Senen, DKI Jakarta. 

Sosok  Hizkia Jorry Saroinsong 

Tragedi kecelakaan pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang itu tentu menorehkan duka mendalam. Tak hanya bagi keluarga, tapi juga kerabat korban.

Hizkia Jorry Saroinsong, atau yang kerap disapa Jorry, sempat membagikan sebuah foto yang menunjukkan suasana sesaat sebelum pesawat tersebut lepas landas Senin (28/10/2018) pagi.


“Jorry, teman seangkatan saya, FISIP 2013 ada di pesawat Lion #JT610 pagi ini. Ini suasana persis sebelum dia naik pesawat. Sampai siang tadi saya dan teman-teman sekampus masih berharap Jorry selamat, tetapi baru saja diumumkan prediksi @SAR_NASIONAL tidak ada yang selamat,” tulis akun @Cittairlanie.

Nyatanya Jorry sempat mengabadikan momen tersebut melalui akun Instagram-nya dengan nama @ezjosa. Pada foto itu terlihat suasana ketika para penumpang sedang mengantre untuk masuk ke dalam kabin pesawat. Dalam keterangan foto tertulis “telat bangun mba?” hal ini nampaknya merujuk kepada dua pramugari yang turut serta dalam antrean tersebut.

Ana, salah seorang sepupu bercerita, Jorry dan keluarga terakhir pulang ke Manado 2013 lalu. “Dia memang lahir dan besar di Jakarta. Lima tahun lalu mereka sekeluarga liburan ke sini. Dia anak yang baik. Kami keluarga kehilangan sosok baik itu,” kata dia, terbata menahan tangis.


“Keluarga di Manado dapat kabar via grup WhatsApp Keluarga Saroinsong. Bahwa Jorry (sapaan Hizkia) ada di pesawat Lion Air yang kecelakaan itu. Namanya juga kami lihat ada di daftar nama penumpang, nomor urut 140,” ungkap Ana Saroinsong, saat ditemui di kediamannya di Jalan Kembang, Sario, kemarin (29/10). Ana adalah sepupu Harry Saroinsong, ayah Jorry.

Perempuan paruh baya ini bercerita, Jorry dan keluarga terakhir pulang ke Manado 2013 lalu. “Dia memang lahir dan besar di Jakarta. Lima tahun lalu mereka sekeluarga liburan ke sini. Dia anak yang baik. Kami keluarga kehilangan sosok baik itu,” kata dia, terbata menahan tangis.

Dia dan keluarga lainnya di Manado terus mengupdate kondisi di Jakarta. “Kami sudah menghubungi ibu dan tantenya tapi belum ada kabar. Semua memang terpukul akibat peristiwa ini. Tak ada yang menyangka ini menimpa. Dia itu anak lelaki satu-satunya,” pungkasnya.

Saat Badan SAR Nasional (Basarnas) dibantu TNI, Polri melakukan pencarian dan evakuasi di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, paspor Hizkia ikut ditemukan. Basarnas juga menemukan sejumlah KTP, Paspor, SIM, KTA, kartu BPJS, maupun buku tabungan korban yang lain.

Selain itu hari ini ada dua jenazah lain yang sudah teridentifikasi.

Jenazah Chandra Kirana teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki berusia 29 tahun. Dari data yang disampaikan Musyafak, Chandra berasal dari Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir), Sumatera Selatan.

"Dari hasil rekonsiliasi di mana adanya data terbaru CCTV dari Angkasa Pura yang diberikan pada kami memang betul penumpang atas nama yang disampaikan tadi naik pesawat Lion. Terlihat memakai sepatu persis seperti sepatu yang ada di postmortem," ucap Musyafak.

Dia kemudian menunjukkan foto dari keluarga yang memperlihatkan Chandra mengenakan sepatu ketika di Bali. Musyafak lalu menunjukkan foto dari CCTV yang menampilkan sepatu yang sama yang dipakai Chandra saat di bandara.

Kemudian Jenazah Monni teridentifikasi dari tato. Musyafak mengatakan timnya menelusuri lokasi Monni membuat tato itu, lalu mendapatkan maket yang sama dengan tato di body part yang didapatkan.

"Kita dapatkan data antemortem diberikan keluarga dan kami telusuri. Saya tanyakan waktu itu tato di mana dan ini adalah maket atau gambar yang dilakukan oleh orang (yang membuat tato)," ucap Musyafak.

Namun Musyafak tidak menyebutkan di bagian tubuh mana. Monni teridentifikasi berusia 41 tahun. 

Sehingga sampai hari ini sudah ada 4 jenazah yang merupakan body part dari 190 daftar manifes yang baru diperbaharui Lion Air

(detik.com/Liputan6.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fakta Memilukan Jenazah Hizkia Jorry Saroinsong, Korban Lion Air JT610 Yang Hari Ini Teridentifikasi"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.