Miris! Gara-gara Gantikan Teman, Iyus Jadi Korban Pesawat Lion Air. Asuransi Terancam Tak Cair


Beritaterheboh.com - Maskapai adalah pihak pertama yang bertanggung jawab memberikan ganti rugi kepada korban atau keluarga korban. Uang diperoleh dari asuransi penerbangan. Jasa Raharja juga wajib memberikan santunan. 

Tapi dalam kasus nama tak tertera di manifes, apakah uang bisa cair? 

Pertanyaan ini mengemuka setelah pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT-610 jatuh perairan Tanjungbungin, Karawang, Senin (29/10/2018) lalu. Berdasarkan manifes, ada 181 penumpang (plus delapan kru, termasuk pilot) ada di dalam pesawat. 

Namun, mengutip Antara, orangtua salah seorang penumpang bernama Arif Yustian yang tinggal di Bogor, Jawa Barat, mengaku anaknya tak ada dalam manifes penumpang.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, keluarga Arif Yustian tak bisa menerima pencairan asuransi karena Arif bukan orang yang berkontrak dengan maskapai. 

"Karena dia sebetulnya bukan penumpang pesawat itu. Yang jadi pegangan, kan, tiket. Tiket ini kontrak antara penumpang dan pengangkut. Pengangkut berkewajiban mengangkut orang yang namanya tertera, tapi kalau pengangkut namanya bukan orang itu, ya berarti penumpang itu bukan bagian dari kontrak," katanya kepada reporter Tirto, Rabu (31/10/2018) malam.



Tidak adanya nama Iyus, demikian Arif disapa, lantaran ia mendadak menggantikan Krisma Wijaya, rekan satu kantornya di PT Sky Pasific Indonesia. Sebelum ditugaskan ke Pangkalpinang, Krisma mengundurkan diri dari kantor tersebut, tapi namanya masih tercatat di manifes.

"Awalnya bukan Iyus yang berangkat, tapi karena Krisma Wijaya mengundurkan diri, saya akhirnya menugaskan Iyus," ujar Teddy, Penyelia Lapangan PT Sky Pasific Indonesia, seperti dikutip dari Inilahkoran.

Bisa Cair, Tapi...
Pendapat berbeda disampaikan Irvan Rahardjo, pengamat asuransi dari Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI). Ia mengatakan perusahaan asuransi mungkin saja mencairkan dana, meski prosesnya bakal lebih panjang.

"Asal bisa dibuktikan Arif Yustian menggantikan Krisma Wijaya dengan menunjukkan bukti-bukti cukup, terutama surat kematian yang dikeluarkan Rumah Sakit [dalam kasus ini RS Polri] dan bukti-bukti lain," katanya kepada reporter Tirto.

Keluarga, kata Irvan, juga harus menyertakan surat kematian Arif, SIM/KTP Krisma Wijaya dan Arif Yustian, Kartu Keluarga Krisma dan Arif, ijazah terakhir Arif dan Krisma, akta kelahiran Arif dan Krisma, surat penugasan, serta dokumen lain seperti yang yang diminta perusahaan asuransi.

Asuransi mungkin cair jika maskapai menggunakan pertimbangan di luar syarat polis asuransi, meski jumlahnya tak sebesar nilai pertanggungan normal. Biasanya, kata Irvan, pertimbangan di luar syarat menyangkut alasan kemanusiaan, bisnis (misalnya karena yang bersangkutan itu pelanggan lama), serta promosi (perusahaan asuransi ingin dikenal baik).

Agar kemungkinan cair lebih besar, dokumen penting lain yang harus disertakan adalah penetapan pengadilan yang menyebut Arif memang menggantikan Krisma.

"Untuk mengesahkan penumpang pengganti benar-benar karena alasan mendesak. Tentu dengan pemeriksaan dan saksi-saksi di persidangan lazimnya," kata Irvan.


Gantikan Teman, Iyus Jadi Korban Pesawat Lion Air


Arif Yustian (20) menjadi salah satu korban pesawat maskapai Lion Air yang jatuh di Tanjung Karawang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Warga RT 05 RW 19 nomor 83 Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede yang bekerja di PT Sky Pasific Indonesia itu menggantikan posisi rekannya.

Anak sulung dari lima bersaudara ini awalnya tidak berangkat ke Tanjung Pinang, Bangka Belitung. Namun karena Krisma Wijaya mengundurkan diri dari PT Sky Pasific Indonesia, perusahaan akhirnya menugaskan Arif Yustian (Iyus) ke Tanjung Pinang.

"Awalnya bukan Iyus yang berangkat, tapi karena Krisma Wijaya mengundurkan diri saya akhirnya menugaskan Iyus mendampingi Darwin Harianto dan Rohmanir Pandi Sagala," ujar Teddy, Penyelia Lapangan PT Sky Pasific Indonesia kepada Inilah, Senin (29/10/2018).

Sariyoso ayah korban menceritakan, Iyus tak memberikan tanda atau firasat baik ke dirinya atau ibunya Yenti Sulastri sebelum berangkat ke Tanjung Pinang.

"Iyus yang kos di Ciheuleut, Kota Bogor awalnya sebelum ke Tanjung Pinang mau pulang dulu ke rumah di Rawa Panjang, Bojonggede namun karena kemarin hujan dia tidak sempat pulang dan berangkat ke Tanjung Pinang dari Terminal Damri, Kota Bogor Senin pagi tadi," kata Sariyoso.

Pria asli Kulonprogo, Yogyakarta ini menerangkan, sosok Iyus di mata 4 adik-adiknya sangat baik. Bahkan belum lama ini dia ingin membelikan sepeda untuk adiknya yang keempat (Via) dan kelima (Fabian) seusai gajian awal November mendatang.

"Dia kakak yang bertanggung jawab dan sayang ke adik-adiknya, selain sering memberikan uang jajan untuk adiknya, Ia juga tak segan membelikan keperluan adik-adiknya seperti sepeda. Tahun 2019 nanti rencanaya Iyus akan meneruskan pendidikannya ke jenjang strata satu," terangnya.

Sariyoso mengatakan, hingga kini keluarga masih menunggu kabar kepastian anaknya selamat atau tidak. Namun, melihat serpihan pesawat yang ditemukan Basarnas, dia pun pasrah jika anaknya tewas.

"Kami masih menunggu dan berharap ada mukjizat dari Allah SWT walaupun hingga kini handphone milik Iyus tidak lagi bisa dihubungi. Walaupun tetangga mulai berdatangan kami belum memasang bendera kuning," jelas Yoso.

Sakiful rekan kerja korban yang juga sahabatnya sewaktu masih sekolah di SMAKBO Koat Bogor menceritakan tak ada tanda-tanda apapun dari sosok sahabatnya Iyus.

"Gak ada tanda atau firasat hingga tadi pagi dia berangkat, setiap hari saya sering nongkrong sama dia karena dari sekolah di SMAKBO saya sudah sekamar dan saya berharap Ia selamat walaupun kemungkinan itu kecil," ucap Sakiful.

R&D PT Sky Pasific Indonesia melanjutkan pihak perusahaan yang berkantor di Jalan Yasmin Raya nomor 63 Kota Bogor menurunkan tim ke rumah korban dan ke Bandara Soekarno Hatta, Banten.

"Pemilik perusahaan kami sangat peduli kepada karyawannya hingga kami ditugaskan ke rumah para korban hingga bandara untuk memastikan kondisi karyawannya yang ikut jadi korban dalam kecelakaan pesawat milik maskpai Lion Air dengan nomor lambung JT 610, Ia juga siap memberikan santunan ataupun bantuan kepada pihak keluarga," lanjut Maman. [gin/Inilahkoran.com/tirto.id]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Miris! Gara-gara Gantikan Teman, Iyus Jadi Korban Pesawat Lion Air. Asuransi Terancam Tak Cair"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.