KJP Plus makin Amburadul, Tak Tepat Sasaran, Bisa Dipakai Beli Makeup dan..........


Beritaterheboh.com - Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang menjadi salah satu program andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai kritik dari masyarakat dan pengamat.

Salah satunya Pengamat Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menilai program ini tidak tepat pada sasaran karena tidak adanya check and belance dalam penerapan.

"KJP itu sekarang enggak kekontrol. Bisa buat beli macam-macam enggak cuma kebutuhan sekolah doang," ujar Tigor dikawasan Menteng Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).

Hal tersebut juga diakui oleh Sumiati warga Kampung Warna-Warni Jatinegara Jakarta Timur, ia mengatakan di wilayahnya banyak sekali penggunaan KJP yang tidak semestinya.

"KJP itu sekarang sudah sangat bebas sekali bisa dipergunakan untuk membeli apapun seperti beli alat-alat kecantikan atau beli pakaian orang tuanya," kata Sumiati.

Pasalnya saat ini sudah banyak toko-toko yang bisa menerima pembayaran menggunakan KJP termasuk toko baju, sepatu dan alat kecantikan.

Lebih parahnya, para orang tua yang anaknya mendapat dana KJP bisa dicairkan pada toko-toko nakal dengan biaya potongan Rp 100.000 pertransaksi.

Cara tersebut bisa dilakukan dengan cara dilaporkan membeli barang seperti seragam ataupun sepatu.

"Iyaa uang KJP kan suka dirapel tuh 3 bulan, anak SD perbulannya dapat Rp 250 ribu, jadikan total 3 bulan Rp 750 ribu. Kita bisa tarik tuh pura-pura beli seragam sama sepatu lalu digesek (di debit) sebesar Rp 500 ribu. Nanti kita dapatnya Rp 400 ribu doang. Sisanya jasa buat toko," papar Sumiati.

Bahkan ia membeberkan ada yang menerima pembayaran kredit atau hutang dengan menggadaikan KJP. Namun disini peminjam akan dikenakan bunga sangat besar.


"Dikreditin sekarang juga banyak. Misalnya kita hutang Rp 500 ribu, nanti di kasih KJP dan pin-nya ke tukang kredit dan ditahan selama lima bulan atau digantikan sebesar Rp 1.250 juta," ungkap Sumiati.

Diketahui besaran dana KJP Plus yang didapat nilainya variatif sesuai tingkat pendidikannya yakni;

1. Sekolah Dasar (SD) mendapat Rp 250.000 perbulan.

2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapat Rp 300.000 perbulan.

3. Sekolah Menengah Atas (SMA) mendapat Rp 420.000 perbulan.

4. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendapat Rp 450.000 perbulan. (M16)



Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul KJP Plus Tak Tepat Sasaran, Bisa Dipakai Beli Makeup, Tarik Dana Hingga Digadai

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KJP Plus makin Amburadul, Tak Tepat Sasaran, Bisa Dipakai Beli Makeup dan.........."

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.