Napi Tipu Polisi, Sebar Foto Syur Polwan, Paksa Ayah dan Anak Kuda-kudaan

Foto Brigpol Dewi dibawa oleh polwan aktif saat pemecatan. (Istimewa)


Beritaterheboh.com - Aksi narapidana (napi) di Indonesia semakin berani dan nekat. Mereka bisa melakukan penipuan meski berada di dalam penjara. Bahkan, polisi pun tak luput jadi korban mereka.


Sepanjang Januari 2019, setidaknya ada tiga aksi napi yang membuat banyak orang geleng-geleng kepala.  Salah satunya napi tipu polisi dan menyebar foto hot polwan cantik di media sosial.

Berikut ini 3 kelakuan napi yang membuat publik tercengang:

1. Napi Paksa Ayah dan Anak Kuda-kudaan

Teka-teki siapa penyebar video 'kuda-kudaan' ayah dan anak kandungnya di Kalianda Lampung Selatan akhirnya terungkap.

Polres Lampung Selatan telah memeriksa Kurniawan alias Wawan (35), narapidana (napi) kasus narkoba yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Metro.

Pria asal Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan itu diduga menjadi dalang penyebaran video 'kuda-kudaan' ayah dan anak kandungnya sendiri.



Dalam video itu, sang ayah berinisial MD (53) melakukan hubungan dengan anaknya berinisial PR (19), warga Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan empat saksi. Mereka adalah NV (21), ZE (17), keduanya warga Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Kemudian MD dan PR.



Polisi juga menyita barang bukti (BB) satu unit tas warna abu-abu, sebuah kotak yang bertuliskan V-C Injection berikut tiga unit telepon genggam.

”Sudah memasuki proses penyidikan. Pelaku sudah kami periksa. Dia napi di Lapas Metro. Dia juga mantan suami PR,” kata Kapolres Lamsel AKBP M. Syarhan kepada Radarlampung.co.id, Senin (21/1).


Dari hasil pemeriksaan, terus Syarhan, video  ayah dan anak tersebut dibuat Oktober 2018 lalu di Desa Palembapang.

Kurniawan memaksa PR yang merupakan istri sirinya untuk 'kuda-kudaan' dengan MD. Bahkan, Kurniawan juga memaksa PR untuk melakukan hal sama dengan pria lain.

Ketika PR kuda-kudaan dengan ayah kandungnya sendiri, Kurniawan ikut menyaksikan secara langsung melalui video call dari telepon genggamnya.



Ketika hubungan itu berlangsung, Kurniawan merekamnya dengan menggunakan aplikasi DU screen recorder dan menyimpannya.

“Selanjutnya, pelaku meng-upload dan menyebarkan rekaman video tersebut melalui media sosial Facebook dan aplikasi pesan Whatsapp,” urainya.

Syarhan menuturkan, pihaknya terus memperdalam penyidikan kasus tersebut. Kurniawan terancam pasal 35 UU Nomor 44/2008 tentang Pornografi dan pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


2. Napi Tipu Polisi Rp12,5 Juta


Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil meringkus seorang ibu dan anak yang telah melakukan penipuan dengan modus mengaku sebagai ajudan Pejabat Tinggi Polri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono menuturkan, masing-masing pelaku itu berbagi peran.

Untuk pelaku berinisial OS alias O (35) mengaku sebagai ajudan Dirbinpotmas Karpbinmas Baharkam Polri. Sementara sang ibu berinisial HS alias H (57) menerima uang hasil kejahatan sang anak.

“Jadi OS ini mengaku Brigadir Heru ajudannya Karpbinmas Baharkam Polri meminta nomor Wadir Binmas Polda Riau,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/1/2019).


Menurut Argo, pelaku Os atau O ini kemudian menelpon Wadir Binmas meminta sejumlah uang untuk membayar tiket pesawat temannya bernama YAN yang hendak menuju Batam.

“Tersangka pun memberikan nomor temannya itu. Yang ternyata orang tersebut adalah tersangka OS sendiri. Korban pun telah mentransfer uang 12.582.000 rupiah,” tutur Argo.

Karena merasa ditipu, korban bernama Ega Kaniawati itupun langsung membuat laporan polisi terkait tindak pidana penipuan.



“Pada hari Sabtu tanggal 5 Januari 2019 kita tangkap sang istri HS di Jakarta Barat,” ungkap Argo.

“Kita lakukan pengembangan, dari keterangan HS dan anaknya inisial OS yang sedang menjalani hukuman di Rutan Cipinan, Jaktim,” tutur Argo.

Karena itu, pihaknya pun akan melakukan penyidikan lebih lanjut terkait penyebab menggunakan HP tersangka OS di dalam Lapas Cipinang.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

3. Napi Sebar Foto Hot Polwan Cantik


Malang nasib Brigpol Dewi. Kisah cinta terlarangnya dengan napi pembunuh berakhir tragis.

Brigpol Dewi diperas nabi pembunuh M. Alfiansyah yang tengah menjalani masa hukuman Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kotaagung Sohibur Rachman.

Tak hanya itu, napi pembunuh itu berhasil mengencani Brigpol Dewi. Bahkan, dia juga menyebar foto hot polwan cantik itu di media sosial.

Brigpol Dewi kepincut lantaran Alfiansyah mengaku sebagai anggota Polri berpangkat komisaris polisi (kompol) yang bertugas di Lampung.


Dewi dan Alfiansyah pacaran jarak jauh. Dewi di Makassar, sedangkan Alfiansyah di Lapas Kelas IIB Kotaagung Lampung.

Saat pacaran jarak jauh, keduanya saling komunikasi, bertukar foto, video, dan chat p**no. 
Foto hot Brigpol Dewi kemudian dijadikan senjata oleh Alfiansyah untuk melakukan pemerasan. Ia mengancam akan menyebar foto syur Brigpol Dewi di medsos jika tak diberikan uang.



Dewi tidak berkutik. Ia terpaksa mengikuti kemauan sang pacar. Dewi takut foto-foto dirinya disebar di medsos.

Namun, terakhir kali Dewi tidak bisa lagi memenuhi permintaan pacarnya yang ingin dibelikan ban mobil. Akhirnya foto  Brigpol Dewi diunggah ke media sosial.

Buntut dari tersebarnya foto Brigpol Dewi, anggota Sabhara Polrestabes Makassar itu pun akhirnya dipecat tidak hormat dari institusi Polri.

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Hotman Sirait mengatakan, selain punya PIL dengan napi pembunuh, Brigpol Dewi juga terlibat kasus  dengan dua oknum perwira polisi di Sulsel.

Bahkan, lanjut Hotman, suami Dewi yang juga seorang polisi berpangkat Aiptu sudah pernah memergoki sang istri bersama pria lain di dalam mobil.

“Teman PILnya dua orang perwira polisi dan satu lagi yang narapidana,” ujar Hotman, Jumat 4 Januari 2018.

(fir/one/pojoksatu)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Napi Tipu Polisi, Sebar Foto Syur Polwan, Paksa Ayah dan Anak Kuda-kudaan"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.