Aksi Bela Kiai di Alun-alun Kudus Dijaga Ketat Polisi, Begini Tuntutannya


Beritaterheboh.com - Para Santri di Kabupaten Kudus menggelar aksi damai doa santri untuk kiai di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (8/2/2019). Aksi itu sebagai bentuk proses atas puisi politikus Fadli Zon yang dianggap menghina kiai. Untuk melakukan pengamanan, Polres Kudus mengerahkan sebanyak 150 personel.


Dari pantauan MuriaNewaCom, para personel kepolisian mengamankan aksi damai dengan berbagai cara. Mereka terlihat berada di sekeliling barisan para santri yang tengah berdoa. Terlihat juga para polwan berjilab turut serta melakukan pengamanan.

Kabag Ops Polres Kudus Kompol Jodi Setyo Margono mengatakan, ada sebanyak 150 personel kepolisian yang melakukan pengamanan. Mereka dari Polres dan Polsek.

“Para Personel ini juga ada polisi wanita yang mengenakan jilbab. Mereka ada sebanyak 30 personel,” jelasnya.

Ia mengatakan, meskipun aksi damai namun pihaknya selalu melakukan pengamanan. Karena dikhawatirkan ada oknum-oknum yang berbuat tidak diinginkan pada aksi tersebut.

“Kami selalu melakukan antisipasi. Manakala ada oknum yang tak bertanggung jawab. Dikhawatirkan berbuat keributan,” terangnya.


Diharapkan pada aksi tersebut tidak terjadi kekeributan. Apalagi aksi tersebut digelar dengan konsep berdoa bersama.

“Harapnnya berlangsung aman. Karena ini kan aksinya doa bersama. Mudah-mudahan lancar dan damai,” terangnya.

Sementara itu, para santri mulai menggelar aksi doa santri untuk kiai. Dengan khidmad mereka terlihat berdoa untuk kiai. Aksi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian menyanyikan lagu Ya Lal Waton, dan dilanjut doa bersama.

Sebelumnya, Koodinator Aksi M. Sa’roni mengatakan, rencananya pada Jumat siang ini ribuan santri menggelar aksi di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Sebanyak 2.000 santri itu berasal dari pondok pesantren se-Kudus yang akan mengikuti aksi tersebut.

”Doa bersama santri untuk kiai di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus,” katanya.

Ia mengatakan, kiai adalah keistimewaan bagi para santri dan warga. Praktis kehormatan beliau wajib dijaga. Karena itu, ia merasa perlu turun ke jalan dengan menggelar aksi berupa doa bersama atas penghinaan yang dilakukan Fadli Zon.

Sa’roni juga meminta, semua orang baik politisi ataupun warga menghentikan sikap ataupun perbuatan yang menghina kiai. Apalagi penghinaan itu dilakukan hanya karena berbeda pandangan politik.

“Hentikan sikap atau perbuatan yang tidak menghormati kiai hanya gara-gara beda pandangan politik,” tegasnya.(murianews.com) .

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Aksi Bela Kiai di Alun-alun Kudus Dijaga Ketat Polisi, Begini Tuntutannya"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.